Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
5 Gol Pertama Jens Petter Hauge di UCL, Klub-Klub Besar Jadi Korban
ilustrasi Liga Champions Eropa (unsplash.com/Janosch Diggelmann)

Bodo/Glimt melanjutkan kejutan mereka di UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. Klub Norwegia itu tampil di Liga Champions musim ini sebagai debutan. Namun, mereka berhasil melewati fase liga secara dramatis. Bodo/Glimt bahkan punya kans bagus lolos ke babak 16 besar usai membekuk Inter Milan pada leg pertama playoff fase knockout.

Kegemilangan Bodo/Glimt di UCL musim ini tak lepas dari kiprah winger mereka, Jens Petter Hauge. Seperti klubnya, Hauge juga musim ini baru pertama kali berlaga di UCL. Namun, pria Norwegia itu langsung bersinar dengan torehan 5 gol dalam 9 laga sejauh ini. Gol-golnya pun selalu bermakna bagi Bodo/Glimt, seperti terlihat dalam ulasan berikut ini.

1. Gol pertama Jens Petter Hauge di UCL tercipta ke gawang Tottenham Hotspur pada fase liga

Jens Petter Hauge debut di UCL pada matchday pembuka fase liga 2025/2026 melawan Slavia Praha. Ia tampil penuh tetapi tak mencetak gol dalam laga yang berkesudahan 2-2 tersebut. Bodo/Glimt lalu menjamu Tottenham Hotspur pada laga kedua. Hauge kembali menjadi starter dan sukses membuat gol pertamanya di UCL pada menit 53.

Bergerak dari sayap kiri, Hauge menusuk ke kotak penalti sebelum melepaskan sepakan kaki kanan. Bola melengkung ke sudut gawang Tottenham tanpa bisa dijangkau kiper. Gol tersebut membawa Bodo/Glimt unggul 1-0. Semenit berselang, Tottenham sempat membuat gol balasan. Namun, gol itu dianulir hingga keunggulan Bodo/Glimt bertahan lebih lama.

2. Jens Petter Hauge melengkapi brace kontra Tottenham dengan golnya pada menit 66

Aksi gemilang Jens Petter Hauge pada laga kontra Tottenham tak selesai setelah gol pertamanya. Ia bikin gol lagi pada menit 66 sekaligus menggandakan keunggulan Bodo/Glimt. Kali itu, gol Hauge dicetak dengan kaki kirinya. Ia mengecoh bek lawan lalu melepaskan sepakan keras ke pojok gawang Tottenham.

Hauge pun meraih pencapaian pribadi, yaitu menjadi pemain Bodo/Glimt pertama yang membuat brace di UCL. Sayangnya, dua gol Hauge tetap gagal memenangkan klubnya. Tottenham sukses membalas pada menit 68 dan 89 dan memaksa laga berakhir imbang 2-2.

3. Gol Jens Petter Hauge menghasilkan satu poin bagi Bodo/Glimt di markas Borussia Dortmund

Setelah mengawali UCL 2025/2026 dengan dua hasil imbang, Bodo/Glimt menelan tiga kekalahan beruntun. Mereka pun terpuruk di peringkat 32 klasemen fase liga dan terancam gugur. Hebatnya, Bodo/Glimt berhasil keluar dari lubang jarum dalam tiga laga sisa. Itu bermula hasil imbang 2-2 di markas Borussia Dortmund pada matchday 6.

Bodo/Glimt sempat dua kali tertinggal dari Dortmund, tetapi dua kali pula menyamakan skor. Jens Petter Hauge pun terlibat langsung dalam hasil tersebut. Ia membuat gol kedua timnya pada menit 75 usai memanfaatkan bola liar di kotak penalti. Bodo/Glimt pun pulang dari Dortmund dengan satu poin, tetapi masih tertahan di peringkat 32 klasemen.

4. Jens Petter Hauge mencetak gol ketiga Bodo/Glimt saat mengalahkan Manchester City

Bodo/Glimt lalu harus menjamu Manchester City pada matchday 7 fase liga. Tuan rumah mengusung misi wajib menang jika ingin lolos ke fase knockout. Ternyata, mereka berhasil melakukannya. Kasper Hogh membawa Bodo/Glimt unggul pada babak pertama berkat brace-nya. Jens Petter Hauge lalu mencetak gol ketiga timnya pada menit 58.

Proses gol Hauge pun terbilang luar biasa. Ia membawa bola sendirian dari tengah lapangan hingga dekat kotak penalti. Hauge lalu melepaskan sepakan ke sudut gawang yang membuat kiper lawan tak berkutik. Bodo/Glimt akhirnya menang 3-1 atas Manchester City. Itu adalah hasil bersejarah karena merupakan kemenangan pertama mereka di UCL.

Kemenangan atas Manchester City juga mengangkat Bodo/Glimt ke peringkat 28 fase liga. Mereka lalu memembekuk Atletico Madrid pada matchday penutup hingga melejit ke peringkat 23 klasemen akhir. Bodo/Glimt pun lolos ke babak playoff fase knockout secara dramatis.

5. Jens Petter Hauge turut memenangkan Bodo/Glimt atas Inter Milan pada babak playoff knockout

Terbaru, Jens Petter Hauge turut andil dalam kemenangan Bodo/Glimt atas Inter Milan. Kedua tim bertemu di Norwegia pada leg pertama playoff knockout. Inter Milan lebih diunggulkan dan memang tampil lebih dominan. Namun, Bodo/Glimt sukses mengejutkan mereka dengan kemenangan 3-1.

Hauge sendiri menjadi pencetak gol kedua tuan rumah pada menit 61. Menerima bola di kotak penalti, Hauge melakukan sepakan keras kaki kiri yang tak bisa ditahan Kiper Yann Sommer. Inter Milan pun menjadi klub besar terbaru yang merasakan ketajaman Hauge di UCL 2025/2026.

Gol Hauge mengembalikan keunggulan Bodo/Glimt setelah Inter Milan menyamakan skor. Berselang 3 menit, tuan rumah memastikan kemenangan berkat gol Kasper Hogh. Bodo/Glimt pun hanya butuh hasil imbang pada leg kedua untuk melangkah ke babak 16 besar.

Jens Petter Hauge tampil tajam di UCL 2025/2026 meski baru musim ini bermain di kompetisi tersebut. Berikutnya, ketajaman Hauge bakal dibutuhkan lagi oleh klubnya pada leg kedua playoff knockout. Sejauh mana ia bisa membawa Bodo/Glimt melangkah?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy