Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Preguinho, Pencetak Gol Pertama Brasil di Piala Dunia yang Serbabisa

Preguinho, Pencetak Gol Pertama Brasil di Piala Dunia yang Serbabisa
ilustrasi jersey Timnas Brasil (pexels.com/Lucas Andrade)
Intinya Sih
  • Preguinho, bernama asli Joao Coelho Netto, awalnya menekuni renang dan mendapat julukan 'Paku Kecil' sebelum beralih ke sepak bola serta menjadi atlet multitalenta di berbagai cabang olahraga.
  • Selama 14 tahun bersama Fluminense, Preguinho menunjukkan loyalitas tinggi dengan menolak gaji saat era profesional dimulai dan meraih ratusan medali dari sepuluh cabang olahraga berbeda.
  • Pada Piala Dunia 1930, Preguinho mencetak gol pertama Brasil dalam sejarah turnamen tersebut sekaligus menjadi kapten tim yang membuka jalan bagi kejayaan sepak bola negaranya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Brasil menjadi negara yang begitu melekat dengan Piala Dunia. Bukan tanpa alasan, negara asal Amerika Selatan tersebut masih menjadi negara tersukses di ajang besar tersebut dengan total lima gelar juara per 12 Juni 2026. Trofi terbaru didapat ketika bersaing di Asia pada 2002.

Kesuksesan Brasil di Piala Dunia melahirkan banyak legenda yang dikenang hingga saat ini. Nama-nama seperti Pele dan Ronaldo Nazario kerap menjadi simbol kejayaan Selecao berkat kontribusi besar mereka dalam meraih gelar juara. Namun, jauh sebelum kedua pemain tersebut mencuri perhatian dunia, ada sosok Preguinho yang lebih dahulu menorehkan sejarah. Ia menjadi pencetak gol pertama Brasil di Piala Dunia sekaligus salah satu atlet paling serbabisa yang pernah dimiliki negara tersebut.

1. Preguinho lebih dahulu menguasai renang dibanding sepak bola

Preguinho memiliki nama asli Joao Coelho Netto dan merupakan putra dari Coelho Netto, seorang penulis, penyair, politikus, sekaligus tokoh ternama di Brasil. Sang ayah sangat ingin salah satu dari 14 anaknya menjadi atlet dan memilih Joao sebagai sosok yang akan mewujudkan impian tersebut. Karena itu, ia mulai mengenalkan olahraga renang kepada Joao sejak usia dini.

Sebuah peristiwa unik terjadi ketika Joao baru berusia 5 tahun. Coelho Netto melempar putranya ke kolam renang dengan harapan ia bisa langsung berenang, tetapi Joao justru tenggelam seperti paku. Sejak saat itu, ia mendapat julukan "Prego" yang berarti paku dalam bahasa Portugis, yang kemudian berkembang menjadi "Preguinho" atau "Paku Kecil".

Meski pengalaman tersebut terkesan buruk, Preguinho tidak menjauhi dunia renang. Ia mulai menekuni olahraga tersebut setelah sering mengikuti sang kakak, Mano, ke pantai dan akhirnya menyadari kemampuannya berenang dengan sangat cepat. Bakatnya terus berkembang hingga menjadi juara renang nomor 600 meter di Rio de Janeiro pada usia 18 tahun, sebelum kemudian memulai perjalanan yang membawanya ke lapangan sepak bola.

2. Preguinho meraih prestasi di sepak bola dan beberapa olahraga lainnya

Perjalanan Preguinho dari dunia renang ke sepak bola berlangsung dengan cara yang tidak biasa. Pada 19 April 1925, ia baru saja menjuarai nomor renang 600 meter Rio de Janeiro untuk ketiga kalinya secara beruntun. Namun, ia bahkan tidak sempat menerima medali karena harus bergegas menuju stadion untuk menjalani debut bersama Fluminense pada hari yang sama.

Keputusan tersebut tidak lepas dari kecintaannya kepada Fluminense yang telah tumbuh sejak kecil. Ayahnya merupakan pendukung setia klub tersebut dan bahkan mendaftarkan Preguinho sebagai anggota Fluminense sebelum ia lahir. Loyalitasnya begitu besar hingga ia menolak menerima gaji ketika Fluminense beralih ke era profesional pada 1933, dengan alasan bermain semata-mata karena kecintaannya kepada klub. Selama 14 tahun berkarier bersama Fluminense, ia turut membantu klub meraih gelar Torneio Inicio serta enam trofi lainnya.

Di lapangan, Preguinho dikenal sebagai pemain serbabisa yang mampu tampil di berbagai posisi dan produktif dalam mencetak gol. Kehebatannya juga terlihat di luar sepak bola dengan keberhasilannya memenangi 387 medali dari 10 cabang olahraga berbeda, termasuk renang, basket, polo air, atletik, dan tenis meja. Pencapaian tersebut membuatnya dikenang sebagai salah satu atlet multitalenta terbesar dalam sejarah olahraga Brasil.

3. Preguinho mencetak gol pertama Brasil dalam sejarah Piala Dunia

Meski memiliki segudang prestasi bersama Fluminense, Preguinho paling dikenang berkat kiprahnya bersama Timnas Brasil di Piala Dunia 1930. Saat itu, persiapan Selecao terganggu oleh konflik antara federasi sepak bola Rio de Janeiro dan Sao Paulo yang membuat sejumlah pemain bintang gagal berangkat ke Uruguay. Dalam situasi tersebut, Preguinho dipercaya menjadi kapten sekaligus salah satu pemain utama Brasil di edisi perdana Piala Dunia.

Brasil mengawali turnamen dengan menghadapi Yugoslavia pada laga pertama fase grup. Namun, mereka kesulitan mengimbangi permainan lawan dan tertinggal 0-2 dalam waktu 30 menit. Di tengah situasi tersebut, Preguinho memberikan harapan bagi timnya dengan mencetak gol pada babak kedua setelah memanfaatkan umpan Fausto.

Gol tersebut memang tidak mampu menghindarkan Brasil dari kekalahan 1-2. Meski begitu, torehan itu memiliki arti yang sangat besar karena menjadi gol pertama Brasil dalam sejarah Piala Dunia. Enam hari kemudian, Preguinho kembali menunjukkan ketajamannya dengan mencetak dua gol saat Brasil melibas Bolivia empat gol tanpa balas, sekaligus memastikan namanya akan selalu dikenang dalam sejarah sepak bola Brasil.

Meski namanya tidak setenar Pele atau Ronaldo Nazario, kontribusi Preguinho memiliki tempat tersendiri dalam sejarah sepak bola Brasil. Selain mencetak gol pertama Selecao di Piala Dunia, ia juga menjadi sosok atlet serbabisa yang menorehkan prestasi di berbagai cabang olahraga. Berkat pencapaian tersebut, Preguinho akan selalu dikenang sebagai salah satu pelopor penting dalam perjalanan panjang Brasil di panggung dunia.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika

Related Articles

See More