Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Hal yang Sebaiknya Dihindari setelah Membeli HP Baru
smartphone Android (pexels.com/@zeleboba)
  • Pengguna disarankan tidak langsung mengisi penuh baterai semalaman karena smartphone modern sudah memiliki sistem pengisian pintar yang menjaga kesehatan baterai.
  • Pembaruan sistem perlu segera dilakukan setelah membeli HP baru agar perangkat mendapat perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan performa yang lebih stabil.
  • Hindari memasang terlalu banyak aplikasi, abaikan fitur keamanan, serta gunakan pelindung sejak awal untuk menjaga performa, keamanan data, dan keawetan bodi smartphone.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Membeli smartphone baru tentu menjadi momen yang menyenangkan. Perangkat yang masih segar dari pabrik biasanya menawarkan performa terbaik, baterai yang masih prima, dan sistem operasi terbaru. Meski begitu, ada beberapa kebiasaan yang sebaiknya tidak dilakukan agar HP tetap awet dalam jangka panjang. Menginstal banyak aplikasi sekaligus hingga penyimpanan nyaris penuh adalah salah satunya. 

Tidak sedikit pengguna yang langsung memakai HP baru tanpa melakukan konfigurasi penting terlebih dahulu. Padahal, beberapa tips sederhana dapat membantu menjaga keamanan data, kesehatan baterai, dan performa perangkat. Sebelum menggunakan HP baru sebagai perangkat utama, berikut lima hal yang sebaiknya dihindari.

1. Langsung mengisi penuh baterai semalaman

potret HP sedang diisi daya (unsplash.com/@studioproper)

Masih banyak orang masih menganggap HP baru harus diisi daya hingga 100 persen selama berjam-jam. Anggapan tersebut berasal dari era baterai lama dan sudah tidak lagi berlaku pada baterai lithium-ion yang digunakan smartphone modern. Ini merupakan kebiasaan para pengguna sebelum era smartphone, di mana HP baru harus diisi daya dalam waktu lama tanpa dinyalakan. Sebagian besar smartphone saat ini sudah memiliki sistem pengisian pintar untuk menjaga kesehatan baterai. Kita sebagai pengguna cukup mengisi daya seperti biasa dan tidak perlu melakukan pengisian berlebihan pada hari pertama.

2. Mengabaikan pembaruan sistem

potret HP Android (unsplash.com/@kommumikation)

Sebagian pengguna memilih langsung memakai HP tanpa memeriksa pembaruan perangkat lunak. Padahal, produsen biasanya telah menyiapkan update yang berisi perbaikan bug, peningkatan keamanan, dan optimalisasi performa. Melakukan pembaruan sejak awal akan membantu perangkat bekerja lebih stabil. Langkah ini dapat mengurangi risiko gangguan yang mungkin masih ditemukan pada versi awal sistem operasi. Notifikasi update akan muncul jika versi terbaru telah tersedia bahkan beberapa saat setelah smartphone baru pertama kali diaktifkan

3. Menginstal terlalu banyak aplikasi

ilustrasi jajaran aplikasi di HP (pexels.com/@geri-tech)

Keinginan mencoba berbagai aplikasi baru sering muncul setelah membeli smartphone. Namun, memasang puluhan aplikasi sekaligus dapat memenuhi penyimpanan dan menambah beban proses di latar belakang. Sebaiknya instal aplikasi yang dibutuhkan terlebih dahulu. Cara ini berfungsi untuk menjaga ruang penyimpanan tetap lega dengan menginstal berbagai aplikasi secara selektif. 

4. Mengabaikan fitur keamanan

potret sebuah smartphone (unsplash.com/@indraprojects)

Masih ada pengguna yang menunda memasang PIN, sidik jari, atau pengenalan wajah karena ingin segera memakai HP. Padahal, fitur keamanan merupakan perlindungan pertama apabila perangkat hilang atau jatuh ke tangan orang lain. Jangan lupa aktifkan  layanan pencarian perangkat dan cadangan data ke akun cloud. Meski terlihat sederhana, Langkah tersebut dapat membantu memulihkan data penting apabila terjadi hal yang tidak diinginkan.

5. Langsung memakai HP tanpa pelindung

potret smartphone Android (unsplash.com/@amanz)

Bodi smartphone zaman sekarang memang terlihat premium, tetapi sebagian besar tetap rentan terhadap goresan maupun benturan. Kerusakan kecil pada hari-hari pertama tentu akan sangat disayangkan. Gunakan casing dan pelindung layar berkualitas sejak awal penggunaan. Biaya aksesori tersebut tentunya jauh lebih murah dibanding biaya penggantian layar atau bodi smartphone yang rusak akibat terjatuh atau tergores. 

Saat ini, sejumlah produsen smartphone mulai menghadirkan fitur pengisian daya adaptif yang mempelajari kebiasaan pengguna untuk membantu memperlambat penurunan kesehatan baterai. Selain itu, fitur AI bawaan yang semakin canggih dapat dimanfaatkan sejak perangkat pertama kali dinyalakan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article