Harapan Belanda yang Tak Pernah Padam untuk Juara Piala Dunia

- Belanda dikenal sebagai kekuatan besar sepak bola dunia dengan filosofi Total Football, namun belum pernah meraih gelar juara Piala Dunia meski tiga kali mencapai final.
- Gaya bermain Total Football yang lahir pada era Rinus Michels dan Johan Cruyff mengubah sepak bola modern, tetapi belum mampu membawa Belanda menjuarai turnamen terbesar itu.
- Menjelang Piala Dunia 2026, ekonom Joachim Klement memprediksi Belanda berpeluang besar menjadi juara, memberi harapan baru bagi generasi bintang seperti Virgil van Dijk dan Frenkie de Jong.
Belanda kerap dijagokan untuk menjadi juara di Piala Dunia. Akan tetapi, berbagai generasi De Oranje tak kunjung bisa mencapai impian tersebut. Padahal, Belanda sudah memiliki berbagai aspek yang membuat mereka layak diunggulkan.
1. Disebut-sebut sebagai Sang Raja Tanpa Mahkota
Di level internasional, Belanda selalu berada di kelompok elite. Negara ini melahirkan filosofi permainan yang mengubah sepak bola modern, menghasilkan pemain-pemain legendaris, dan kerap menjadi unggulan di turnamen besar. Namun, hingga Juni 2026, De Oranje belum pernah merasakan gelar juara Piala Dunia.
Padahal, Belanda sudah tiga kali mencapai final. Hal inilah yang membuat Belanda mendapatkan julukan Sang Raja Tanpa Mahkota. Situasi ini menimbulkan pertanyaan yang selalu sama, yakni mengenai kenapa Belanda selalu gagal menjadi juara dunia meski memiliki sejarah dan pengaruh di sepak bola.
2. Total Football lahir sebagai sebuah warisan
Belanda mulai benar-benar diperhitungkan ketika tampil di Piala Dunia 1974. Saat itu, mereka memperkenalkan gaya bermain yang dikenal sebagai Total Football. Gaya ini memungkinkan para pemain untuk bertukar posisi secara fleksibel dan menyerang sebagai satu kesatuan tim.
Di bawah arahan Rinus Michels, Belanda yang ditopang Johan Cruyff tampil sebagai salah satu tim paling atraktif di turnamen tersebut. Bahkan, De Oranje sangat dijagokan untuk meraih juara. Namun, mereka harus puas menjadi runner-up setelah kalah 1-2 dari Jerman Barat pada final.
Meski gagal meraih juara, dampak dari kekalahan itu justru memperkuat pengaruh Belanda di dunia sepak bola. Total Football kemudian menjadi inspirasi bagi banyak tim di berbagai belahan dunia. Gaya permainan ini sudah memberi dampak positif bagi banyak tim, tetapi belum berdampak untuk keberhasilan Belanda di Piala Dunia.
3. Tiga final yang tak pernah berakhir juara
Setelah 1974, Belanda kembali mencapai final pada 1978. Namun, mereka kembali takluk pada final. Kali ini, Argentina keluar sebagai juara setelah pertandingan ketat yang berlanjut hingga perpanjangan waktu.
Tragedi serupa terjadi di Piala Dunia 2010. Generasi yang diperkuat Wesley Sneijder, Robin van Persie, dan Arjen Robben berhasil melaju hingga final dengan perkasa. Namun, Andres Iniesta merusak segalanya karena pemain Spanyol tersebut mencetak gol yang membuat Belanda kalah dengan skor 0-1.
Catatan Belanda menjadi salah satu yang paling unik dalam sejarah Piala Dunia. Mereka telah tiga kali mencapai final, tetapi selalu menelan kekalahan. Tak ada satu pun negara yang bisa menyamai rekor buruk tersebut.
4. Tiap generasi punya pemain bintang
Bicara soal talenta, Belanda tidak pernah gagal menghasilkan pemain hebat. Dari era Johan Cruyff, Ruud Gullit, Marco van Basten, Dennis Bergkamp, hingga Arjen Robben dan Wesley Sneijder, mereka selalu memiliki talenta kelas dunia. Bahkan, di Piala Dunia 2026, Belanda diperkuat sejumlah bintang, seperti Virgil van Dijk, Frenkie de Jong, dan Ryan Gravenberch.
Bintang-bintang tersebut lahir dari sistem pengembangan pemain yang sangat baik. Salah satu contohnya akademi Ajax Amsterdam yang sering dijadikan model oleh akademi sepak bola klub lain. Itu menjadi satu dari banyaknya sumber pemain hebat yang ada di Negeri Kincir Angin.
5. Joachim Klement menjagokan Belanda di Piala Dunia 2026
Di luar teknis lapangan, harapan Belanda untuk meraih gelar juara Piala Dunia pertama kembali menguat di Piala Dunia 2026. Menjelang turnamen dimulai, Joachim Klement, seorang ahli strategi investasi, ekonom, dan ilmuwan perilaku, menjagokan Oranje sebagai juara dunia 2026. Berdasarkan model statistiknya, Belanda dinilai memiliki peluang besar untuk mengakhiri penantian panjang terhadap gelar juara Piala Dunia.
Pada edisi-edisi sebelumnya, ekonom asal Jerman itu telah sukses memprediksi juara Piala Dunia 2014, 2018, dan 2022. Meski tidak selalu menjadi kenyataan, prediksi tersebut setidaknya memberi angin segar bagi penggemar Timnas Belanda. Di sisi lain, hal tersebut juga menunjukkan bahwa Belanda tetap dianggap unggulan meski tak punya gelar juara.
Belanda sudah memiliki banyak aspek yang membuat mereka bisa menjadi juara Piala Dunia. Namun, selain aspek lapangan, Belanda harus mempercayai aspek keberuntungan. Sebab, aspek tersebut punya andil besar dalam keberhasilan sebuah tim dalam meraih gelar juara.


















