Saat Amerika Serikat Buat Kejutan di Piala Dunia 2002

- Amerika Serikat tampil mengejutkan di Piala Dunia 2002 dengan mengalahkan Portugal 3-2 dan menahan imbang Korea Selatan 1-1, sebelum lolos dari fase grup meski kalah dari Polandia.
- Di babak 16 besar, The Stars & Stripes menyingkirkan Meksiko 2-0 lewat gol Brian McBride dan Landon Donovan, memastikan langkah bersejarah ke perempat final.
- Perjalanan AS terhenti di perempat final setelah kalah 0-1 dari Jerman dalam laga kontroversial karena handball Torsten Frings tak dihukum; Claudio Reyna masuk team of the tournament.
Amerika Serikat bertindak sebagai salah satu tuan rumah di Piala Dunia 2026. Modal ini membuat mereka memasang target tinggi. Perempat final rasanya adalah capaian paling minimal dan masuk akal yang harus diraih skuad asuhan Mauricio Pochettino.
Pasalnya, itu adalah hasil terbaik terakhir tim nasional berjuluk The Stars & Stripes tersebut di ajang sepak bola terbesar. AS mengukirnya pada 2002 yang berlangsung di Korea Selatan dan Japang. Naas, kejutan mereka terhenti dengan diwarnai kontroversi.
1. Membungkam Portugal 3-2 dengan menekan pada 30 menit pertama
Amerika Serikat tergabung di Grup D di Piala Dunia 2002 bersama Polandia, Portugal, dan Korea Selatan. Mereka memulai perjalanan dengan menghadapi Portugal di Suwon World Cup Stadium, Korea Selatan, pada 5 Juni. Secara mengejutkan, tim asuhan Bruce Arena menang 3-2. Mereka bahkan unggul dulu 3-0 lewat gol John O’Brien (4’), bunuh diri Jorge Costa (29’), dan Brian McBride (36’). Portugal memperkecil kekalahan melalui Beto (39’) dan bunuh diri Jeff Agoos (71’).
Meski mengejutkan, hasil ini bukanlah keberuntungan. Sebab, AS begitu menekan Portugal. Mereka memanfaatkan kondisi tidak ideal bintang-bintang lawannya yang baru saja menuntaskan musim panjang di level klub Eropa. Hal ini diakui kapten AS, Claudio Reyna. Ia mengungkapkan, pelatihnya memang menginstruksikan mereka untuk melancarkan pressure konstan dalam 30 menit pertama. Hasilnya, AS pun mencetak seluruh golnya pada periode tersebut.
2. Menahan Korea Selatan 1-1 di tengah isu panas karena Olimpiade Musim Dingin
Lima hari setelah kemenangan 3-2 atas Portugal pada 5 Juni 2002, Amerika Serikat melanjutkan fase grup Piala Dunia 2002 dengan melawan Korea Selatan di Daegu World Cup Stadium. Pertandingan dipanaskan dengan apa yang terjadi 4 bulan sebelumnya di Olimpiade Musim Dingin yang berlangsung di Amerika Serikat. Atlet race skating Korea Selatan, Kim Dong Sung, gagal membawa pulang medali emas karena dinyatakan menghalangi lawannya yang merupakan wakil dari tuan rumah, Apolo Ohno, pada lap terakhir. Sung didiskualifikasi dan Ohno promosi menjadi pemenang.
Publik Korea Selatan pun kembali melapiaskan kekecewaan tersebut dalam pertandingan di Daegu. Namun, Clint Mathis berhasil membungkam mereka dengan golnya pada menit 24. Korea Selatan mendapat kesempatan untuk menyamakan kedudukan ketika wasit menunjuk titik putih pada menit 40 usai Jeff Agoos melanggar Hwang Sun Hong. Brad Friedl secara heroik membuat AS tetap unggul dengan menebak eksekusi Lee Eul Yong. Sayangnya, AS gagal menang akibat sundulan Ahn Jung Hwan pada menit 78. Ahn merayakannya dengan sebuah gestur ice skating.
3. Kalah 1-3 dari Polandia, tapi lolos dari grup berkat kemenangan Korea Selatan atas Portugal
Amerika Serikat menuntaskan fase grup Piala Dunia 2002 dengan berhadapan dengan Polandia di Daejeon World Cup Stadium pada 14 Juni. Mereka kehabisan energi hingga akhirnya kalah 1-3. Skor bahkan bisa saja lebih besar jika Brad Friedel tidak menahan tendangan penalti Maciej Zurawski pada menit 76.
Namun, AS berhasil melangkah ke 16 besar. Sebab, pada saat yang sama, Korea Selatan mampu membekuk Portugal 1-0. AS pun menjadi runner-up Grup D dengan 4 poin, unggul 1 angka saja dari Portugal dan Polandia. Sementara itu, Korea Selatan memuncaki klasemen dengan tujuh poin.
4. Mengalahkan Meksiko 2-0 meski tidak diunggulkan
Meksiko menjadi lawan Amerika Serikat pada 16 besar Piala Dunia 2002. Rivalnya di Amerika Utara tersebut merupakan juara grup G yang diisi juga Italia, Kroasia, dan Ekuador. Mereka tidak terkalahkan dengan 2 kemenangan dan 1 keimbangan. Oleh karena itu, Meksiko diunggulkan untuk menang ketika bertemu AS di Jeonju World Cup Stadium pada 17 Juni.
Namun, AS lagi-lagi membuat kejutan. Mereka menang 2-0. Brian McBride mencetak gol pertama pada menit 8 dan Landon Donovan menggandakan keunggulan pada menit 65. Frustrasi yang dialami para pemain Meksiko tergambar ketika sang kapten, Rafa Marquez, menerima kartu merah pada menit 88. Ia menanduk Cobi Jones dalam duel udara dengan kaki yang juga dalam posisi berbahaya.
5. Menyerah 0-1 dari Jerman yang diwarnai handball yang tidak dianggap
Amerika Serikat melakoni perempat final Piala Dunia 2002 dengan bersua Jerman di Ulsan Munsu Football Stadium pada 21 Juni 2002. Langkah mereka resmi terhenti usai kalah 0-1. Michael Ballack mencetak gol tunggal Jerman pada menit 39.
Namun, hasil akhir pasti berbeda andai video assistant referee (VAR) sudah eksis. Sebab, AS seharusnya menerima hadiah penalti pada awal babak kedua. Torsten Frings menahan sontekan Gregg Berhalter dengan tangannya tepat di garis gawang.
Pengakuan atas penampilan impresif AS di Piala Dunia 2002 tampak dari keberadaan sang kapten, Claudio Reyna, di line-up Team of the Tournament. Selain itu, Landon Donovan (20 tahun) juga dinobatkan sebagai pemain muda terbaik.
AS pernah melangkah lebih jauh dari sekadar perempat final di Piala Dunia. Mereka mencapai semifinal. Namun, itu terjadi pada 1930. Lantas, bakal seperti apa kiprah tim yang kini dipimpin Tim Ream sebagai kapten ini pada 2026?


















