Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Hasil 4 Keikutsertaan Afrika Selatan di Piala Dunia per 2026

Hasil 4 Keikutsertaan Afrika Selatan di Piala Dunia per 2026
ilustrasi pendukung Afrika Selatan (commons.wikimedia.org/Celso FLORES)
Share Article

Afrika Selatan untuk keempat kalinya tampil di putaran final Piala Dunia pada 2026 ini. Meski pada akhirnya gagal meraih gelar juara, mereka berhasil mengukir sejarah dengan lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya. Berikut hasil dari empat keikutsertaan pertama Afrika Selatan di Piala Dunia.

1. Dengan torehan dua poin, Afrika Selatan finis di peringkat ketiga fase grup di Piala Dunia pertama mereka pada 1998

Afrika Selatan untuk pertama kalinya tampil di Piala Dunia ketika diselenggarakan di Prancis pada 1998. Pada pertandingan pertama, mereka harus mengakui ketangguhan tuan rumah dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Bek tengah Afrika Selatan, Pierre Issa, mencetak gol bunuh diri pada menit 77, ditambah gol dari Christophe Dugarry dan Thierry Henry.

Afrika Selatan akhirnya berhasil meraih poin pertama mereka di ajang ini. Mereka menahan imbang Denmark 1-1 pada 18 Juni 1998. Mereka kembali mampu meraih poin usai menahan imbang Arab Saudi 2-2 pada laga ketiga. Sayangnya, torehan dua poin hanya membuat mereka finis di peringkat ketiga grup C, di bawah Prancis sebagai juara grup dan Denmark yang juga lolos ke babak 16 besar sebagai runner-up.

2. Meski mengukir sejarah dengan meraih kemenangan, Afrika Selatan gagal lolos dari fase grup pada 2002

Afrika Selatan kembali unjuk gigi di Piala Dunia pada 2002, saat diselenggarakan di Asia. Pada laga pertama, mereka meraih satu poin berkat hasil imbang 2-2 kontra Paraguay. Mereka lantas mengukir sejarah pada laga kedua dengan meraih kemenangan pertama di Piala Dunia dengan mengalahkan Slovenia 1-0. 

Afrika Selatan sempat memberikan perlawanan sengit kepada Spanyol pada laga ketiga. Namun, La Furia Roja masih terlalu tangguh hingga Afrika Selatan kalah tipis 2-3. Meski memiliki jumlah poin yang sama dengan Paraguay (4), Afrika Selatan harus puas finis di peringkat ketiga karena kalah unggul dari segi produktivitas gol. Sementara itu, Paraguay lolos sebagai runner-up, menemani Spanyol sebagai juara grup.

3. Afrika Selatan terhenti pada fase grup sebagai tuan rumah pada 2010

Afrika Selatan mengukir sejarah sebagai negara Afrika pertama yang menjadi tuan rumah Piala Dunia pada 2010. Lewat sebuah laga yang cukup menarik, mereka berhasil menahan imbang Meksiko 1-1 pada laga pertama. Gol Siphiwe Tshabalala sempat membuat sang tuan rumah unggul pada menit 55.

Afrika Selatan tak mampu berbuat banyak ketika bertemu Uruguay pada laga kedua. Mereka takluk dengan skor telak tiga gol tanpa balas. Pada laga ketiga, mereka berhasil mengalahkan tim kuat Prancis dengan skor 2-1. Sayangnya, mereka harus puas finis di peringkat ketiga dengan torehan empat poin, sementara Meksiko lolos ke fase gugur sebagai runner-up meski memiliki jumlah poin yang sama (4).

4. Pertama kalinya lolos dari fase grup, Afrika Selatan terhenti pada babak 32 besar edisi 2026

Setelah absen dalam tiga edisi, Afrika Selatan kembali ke putaran final Piala Dunia pada 2026. Menariknya, laga pembuka Piala Dunia 2010 kembali terjadi pada edisi kali ini. Mereka bertemu Meksiko yang kali ini bertindak sebagai tuan rumah. Namun, Afrika Selatan gagal meraih poin dengan kalah 0-2.

Afrika Selatan bangkit dalam dua laga berikutnya. Setelah menahan imbang Ceko pada laga kedua, mereka mengalahkan Korea Selatan pada laga ketiga. Torehan empat poin membuat mereka finis di peringkat kedua grup A sekaligus mencetak sejarah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya.

Langkah Afrika Selatan akhirnya hanya sampai babak 32 besar. Mereka kalah tipis 0-1 dari Kanada. Yang menyakitkan, satu-satunya gol tersebut tercipta pada injury time babak kedua lewat tendangan voli Stephen Eustaquio.

Prestasi Afrika Selatan selama bersaing di Piala Dunia meningkat pada 2026. Meski pada akhirnya terhenti pada babak 32 besar, mereka sukses mencatatkan sejarah dengan untuk pertama kalinya lolos dari fase grup setelah tiga keikutsertaan sebelumnya selalu berakhir pada fase grup. Pencapaian tersebut menjadi modal berharga bagi Bafana Bafana untuk menatap turnamen-turnamen besar berikutnya dengan optimisme yang lebih tinggi.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Atqo Sy
EditorAtqo Sy

Related Articles

See More

Kisah Legenda Jepang: Tinggalkan Negeri Sakura, Jadi Koboi di Brasil

29 Jun 2026, 15:02 WIBSport