Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
I.League Wajibkan Klub-klub Indonesia Punya Fanbase, Kenapa?
Suasana konvoi Bobotoh Bogor di Tugu Kujang Kota Bogor Sabtu (23/5/2026). IDN Times/Linna Susanti
  • I.League merancang aturan agar klub Super League dan Championship memiliki homebase serta fanbase, sebagai bagian dari visi pengembangan kompetisi dan persyaratan klub.
  • Aturan fanbase belum diterapkan pada musim 2026/27, meski sudah disiapkan; pemberlakuannya direncanakan dalam beberapa tahun mendatang.
  • Kebijakan ini ditujukan menyemarakkan liga dan menarik sponsor, terutama bagi klub beridentitas baru yang belum punya ikatan daerah maupun dukungan suporter kuat.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times - I.League tengah melakukan terobosan agar kompetisi sepak bola Indonesia makin meriah. Mereka bakal merancang aturan klub wajib punya fanbase.

"Pak Direktur Utama (I.League), Pak Ferry (Paulus), kemarin sudah menyampaikan ke depannya itu sudah punya visi klub-klub yang tergabung di Super League, Championship. Selain masalah lisensi, mereka juga harus memikirkan soal homebase-nya, bahkan termasuk fanbase-nya," kata Direktur Kompetisi I.League Asep Saputra dalam acara Water Break PSSI Pers, Senin (31/8/2026).

1. Diterapkan dalam beberapa tahun ke depan

The Jakmania semangati Persija di Sawangan. (Dok. Istimewa)

Asep menyebut, aturan soal fanbase tak langsung diterapkan pada musim 2026/27. Meski sudah ada aturannya, tetapi mungkin baru akan diberlakukan beberapa tahun ke depan.

"Mungkin yang terjadi nanti di tahun entah kapan, sebenarnya saya ngomong ini sudah ada tapi kita belum bisa ungkap secara gamblang secara eksplisit sekarang," kata Asep.

2. Menyemarakkan kompetisi dalam negeri

The Jakmania semangati Persija di Sawangan. (Dok. Istimewa)

Aturan fanbase ini bertujuan untuk membuat kompetisi di dalam negeri lebih semarak. Seiring dengan nilai kompetisi yang meningkat di mata sponsor, pengemasan juga akan dibuat semakin menarik.

Diharapkan kepastian kepemilikan basis suporter ini bisa menjadi penjamin keramaian laga-laga sepak bola Indonesia. Hal ini sekaligus untuk mengantisipasi beberapa klub yang belum memiliki kedekatan dengan kota tempat mereka bernaung.

3. Tak semua klub Indonesia punya fanbase

Bonek dan Bonita saat aksi di depan GBT Surabaya, Jumat (31/1/2025) malam. (Dok. Istimewa)

Kultur fanbase di sepak bola Indonesia biasanya hanya dimiliki klub-klub eks Perserikatan. Hanya beberapa klub bekas Liga Sepak Bola Utama (Galatama) saja yang punya suporter setia, misalnya Arema FC.

Sementara dalam beberapa musim terakhir muncul klub-klub dengan identitas baru yang tidak punya ikatan kedaerahan. Misalnya Dewa United dan Bhayangkara Presisi Lampung. Mereka sulit menggalang dukungan suporter.

Yang terbaru, ada juga Isenmulang FC dan Garudayaksa yang promosi ke Super League 2026/27. Ke depannya, klub-klub ini wajib memiliki fanbase dengan jumlah anggota yang akan ditentukan I.League.

Curated For You

Editorial Team

Related Article