Ibrahim Mbaye mencetak gol tunggal Senegal saat kalah 1-3 dari Prancis pada Selasa (16/6/2026). Torehannya memang hanya menjadi hiburan. Namun, itu tetaplah istimewa. Sebab, pemain berposisi winger ini menciptakannya dalam debutnya di Piala Dunia dan ke gawang negara yang merupakan tempat kelahirannya.
Ibrahim Mbaye, Bobol Gawang Negara Kelahiran saat Debut di Piala Dunia

1. Ibrahim Mbaye rutin membela Timnas Prancis sebelum memilih Senegal di level senior
Ibrahim Mbaye lahir pada 24 Januari 2008 di Trappes, sebuah wilayah di Paris, Prancis. Setelah sempat menghuni akademi ES Guyancourt dan FC Versailles 78, ia akhirnya bergabung dengan klub terbesar di negaranya, Paris Saint-Germain, pada 2018. Mbaye pun berkembang pesat berkat talenta spesialnya serta sumber daya berkualitas yang dimiliki PSG.
Penampilan menawan Mbaye mengantarkannya pula ke Timnas Prancis. Ia rutin membela Les Bleus, dari mulai level U-16, U-17, U-18, dan U-20. Namun, Mbaye membuat keputusan besar pada jeda internasional November 2025. Ia memilih membela Senegal di tingkat senior. Mbaye bisa melakukannya karena ayahnya yang memang berasal dari negara Afrika tersebut.
Langkah ini sangatlah mengejutkan mengingat usianya yang baru 17 tahun. Andai bersabar menunggu, Mbaye mungkin bisa membela tanah kelahirannya pada masa mendatang. Namun, ia tidak ragu menutup peluang itu. Dalam banyak kesempatan, Mbaye menegaskan, ketetapannya murni datang dari hati.
2. Ibrahim Mbaye membantu Senegal menjuarai Piala Afrika 2025 sebelum dicopot oleh legal
Ibrahim Mbaye mengukir debutnya bersama Senegal pada 15 November 2025. Ia tampil selama 15 menit terakhir dalam laga uji coba melawan Brasil yang berujung dengan kekalahan 0-2. Tiga hari berselang, pemuda yang mendapat nomor punggung 27 ini tampil sebagai starter kontra Kenya. Mereka menang telak 8-0. Mbaye bermain selama 63 menit dan menyumbang 1 gol serta 2 assist.
Sebulan kemudian, Mbaye berhasil menembus skuad The Lions of Teranga yang bertarung di Piala Afrika 2025. Mbaye membantu mereka terhindar dari kekalahan pada laga kedua fase grup versus Republik Demokratik Kongo. Rebound dari hasil sepakannya diselesaikan Sadio Mane yang membuat pertandingan berakhir 1-1. Pada laga babak grup pemungkas melawan Benin, ia menyebabkan timnya menerima hadiah penalti. Cherif Ndiaye mengonversinya dan Senegal menang 3-0.
Pada 16 besar, Mbaye berhasil mencatatkan namanya di papan skor. Ia memastikan kemenangan comeback 3-1 mereka atas Sudan. Mbaye kemudian tampil selama 15 menit terakhir kala Senegal mengalahkan Mali 1-0 pada perempat final. Ia lantas hanya duduk di bangku cadangan ketika mereka membekuk Mesir 1-0 pada semifinal. Mbaye dan Senegal akhirnya menjadi juara usai menang 1-0 atas tuan rumah, Maroko. Sayangnya, titel mereka dicopot oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika (CAF) akibat sempat walk out saat bertanding.
3. Ibrahim Mbaye mengukir rekor usai membobol gawang Prancis pada 16 Juni 2026
Setelah Piala Afrika 2025, Ibrahim Mbaye menambah 3 caps, 1 gol, dan 1 assist bersama Senegal. Penggawa setinggi 1,75 meter ini kemudian berada di dalam daftar pemain yang dibawa Pape Thiaw ke Piala Dunia 2026. Ia memakai nomor punggung 20. Mereka lantas memulai kompetisi dengan menghadapi Prancis di MetLife Stadium, Amerika Serikat, pada Selasa (16/6/2026). Sempat mampu menahan, Senegal akhirnya kecolongan gol Kylian Mbappe pada menit 66.
Thiaw langsung bereaksi dengan menarik keluar Ismaila Sarr dan memainkan Mbaye pada menit 75. Sayangnya, mereka kembali kebobolan oleh aksi Bradley Barcola pada menit 82. Momen harapan tersebut akhirnya datang pada menit 90+5. Mbaye melakukan aksi individu yang sampai membuat Theo Hernandez terjatuh. Ia lantas melepaskan tendangan kencang dari sudut sempit. Bola menembus gawang yang dijaga Mike Maignan.
Pertandingan tersisa sekitar 3 menit ketika gol Mbaye tercipta. Nahas, mimpi Senegal menyamakan kedudukan sirna akibat brace Mbappe semenit detik berselang. Meski kalah, penampilan ini jelas memberi Senegal motivasi untuk laga melawan Norwegia (22/6/2026) dan Irak (26/6/2026). Sementara, bagi Mbaye, gol ke gawang negara kelahirannya itu membuatnya mengukir rekor. Dengan usia 18 tahun 143 hari, ia kini tercatat sebagai pencetak gol termuda dari Afrika di Piala Dunia.
Ibrahim Mbaye menuntaskan debutnya di Piala Dunia dengan tidak biasa. Meski kalah, ia berhasil menasbihkan dirinya sebagai pencetak gol termuda dari Afrika di ajang ini. Menariknya, gol yang membuatnya merebut status tersebut tercipta ke gawang negara kelahirannya.