Comscore Tracker

Miftah Anwar Sani, dari Persita hingga Tembus Kompetisi Eropa

Miftah jadi pemain Indonesia pertama di Liga Bosnia

Jakarta, IDN Times - Satu lagi pemain Indonesia yang bakal berkarier di Eropa. Dia adalah Miftah Anwar Sani, pemain bertahan yang mulai berseragam Persita sejak Januari 2020. 

Miftah dipastikan bakal mengakhiri kerja sama dengan Persita. Ia bakal melanjutkan karier sepak bolanya di negara Bosnia, tepatnya di klub sepak bola FK Sloboda Tuzla, tim yang saat ini berlaga di kompetisi kasta tertinggi Bosnia Herzegovina.

Siapa sangka pemuda Salatiga, Jawa Tengah berusia 25 tahun ini bisa mentas di Benua Biru. Padahal namanya tak diperhitungkan bisa tampil di Liga Eropa. Maklum selama ini ia lebih banyak berkelindan di klub-klub semenjana.

 

1. Tak pernah berkarier di klub besar Indonesia

Miftah Anwar Sani, dari Persita hingga Tembus Kompetisi EropaMiftah Anwar Sani. (Dok. Persita).

Mengawal karier di Persema Malang, Miftah akhirnya ditarik PS TNI (saat ini Tira Persikabo) junior. Coba mengembangkan diri, Miftah beberapa kali dipinjamkan ke beberapa klub, mulai dari PPSM hingga Madura FC, hingga akhirnya kembali saat klub berganti nama jadi Tira Persikabo tiga tahun silam.

Lantaran bermain untuk Tira Persikabo, Miftah Anwar Sani masuk sebagai anggota TNI yang bertugas di Denma Divisi Infateri 1 Kostrad. Namun, karier sepak bola belum menunjukkan sesuatu yang spesial.

Kontraknya pada 2019 bahkan tak diperpanjang oleh Tira Persikabo. Walhasil, ia hengkang ke klub yang baru yang punya homebase di Lampung, yakni Perseru Badak Lampung.

Kedatangannya ke Lampung ternyata tak memberikan dampak besar pada tim. Ia tak bisa menyelamatkan Badak Lampung dari jurang degradasi. Saat itu mereka finish di posisi 16 dengan torehan 33 poin, terpaut sembilan poin dari klub terdahulunya Tira Persikabo.

2. Digaet Persita untuk tampil di Liga 1 2020

Miftah Anwar Sani, dari Persita hingga Tembus Kompetisi EropaMiftah Anwar Sani. (Dok. Persita).

Memasuki musim 2020, potensinya tercium Persita. Widodo Cahyono Putro, pelatih yang membawa klub itu promosi, mengambil Miftah Anwar Sani lantaran dianggap punya kemampuan bagus.

Hanya saja, rencana Widodo tak berjalan sempurna. Sebab, kompetisi Liga 1 yang baru berjalan tiga pekan, harus berhenti lantaran pandemik COVID-19 mulai melanda tanah air. Kompetisi pun pada akhirnya ditiadakan hingga memasuki tahun 2021.

Belum menunjukkan penampilan terbaiknya, nasib mujur kembali menghampiri Miftah. Tak disangka, ia malah dilirik FK Sloboda Tuzla. Namanya malah sudah diumumkan sebagai pemain klub Bosnia itu pada 16 Februari 2021 lalu.

3. Kaget bisa dikontrak FK Sloboda Tuzla

Miftah Anwar Sani, dari Persita hingga Tembus Kompetisi EropaMiftah Anwar Sani. (sportsport.ba).

Miftah tak menduga bisa dipilih FK Sloboda Tuzla. Hingga saat ini dia masih belum percaya bisa berkarier di Eropa.

“Dan jujur, saya tidak menyangka juga. Bahkan istilahnya, saya tahu diri, siapa saya? Tapi saya berpikir positif saja. Pasti ada tantangan dan peluang yang bisa saya memaksimalkan di sana nanti. Untuk izin dan lainnya semua difasilitasi pihak kedutaan besar Bosnia di Indonesia. Saya hanya tinggal mengikuti saja,” ujar Miftah dalam rilis resmi Persita.

Sebelumnya Miftah sendiri sempat membantah isu kepindahannya ke FK Sloboda Tuzla. Baru saat dikenalkan Kedutaan Bosnia ia akhirnya mau buka suara. 

Awalnya saya tidak menyangka dan tidak tahu juga kalau ada tawaran untuk main di FK Sloboda Tuzla. Tapi ternyata kemudian ada yang menghubungi Aggy, agen saya, untuk saya bisa bermain ke sana,” kata Miftah Anwar Sani.

Baca Juga: Brylian Aldama Segera Gabung Klub Kroasia HNK Rijeka

4. Masalah adaptasi jadi fokus Miftah Anwar Sani

Masalah adaptasi di negeri orang tentu akan menjadi pekerjaan rumah terbesar buat Miftah. Untungnya, ia masih intens berkomunikasi dengan salah satu mantan pemain asing di Pendekar Cisandane Eldar Hasanovic, yang memang bermukim dan kini berkarier di negara asalnya, Bosnia Herzegovina. 

“Saya sudah telepon Eldar juga dan dia kan memang teman baik saya. Ya saya bersyukur, dia banyak kasih saya masukan dan arahan tentang bagaimana kondisi sepak bola di sana,” ujarnya.

“Sekali lagi, saya lebih memaksimalkan peluang yang ada saja. Kebetulannya jalannya seperti ini, ya saya pribadi selagi semua masih memungkinkan dan sesuai prosedur, ya saya siap.” lanjut Miftah Anwar Sani.

 

5. Ikuti jejak pemain muda Indonesia yang tampil di Eropa

Tak lupa, Miftah mengungkapkan kepada seluruh rekan setimnya di Persita, pelatih, manajemen dan keluarga besar Persita terima kasih. Tak lupa Miftah menyampaikan pesan perpisahannya. 

“Saya sangat menyayangi Persita. Saya bangga pernah menjadi bagian dari Persita. Satu keinginan saya, pastinya saya ingin berseragam ungu lagi jika nanti sudah kembali ke Indonesia. Doakan semoga saya bisa main dengan baik di klub baru saya dan kemampuan saya bisa meningkat. Saya pasti akan bekerja keras untuk memperoleh hasil yang maksimal selama berkarier di sana,” beber Miftah.

Manajer Persita I Nyoman Suryanthara menyebut, salah satu pemainnya itu dipastikan hengkang ke FK Sloboda Tuzla. Nyoman pun berharap yang terbaik untuk karier sepak bola Miftah ke depannya. Ia ingin Miftah sukses di FK Sloboda Tuzla.

“Semoga Miftah di klub barunya bisa cepat beradaptasi juga. Semoga tetap ingat dengan rekan dan keluarga besar Persita di ini. Semoga Miftah juga bisa menginspirasi banyak orang yang ingin berkarier di luar negeri juga. Semoga sukses berkarier di Bosnia,” kata Nyoman.

Kini Miftah Anwar Sani bakal mengikuti jejak Bagus Kahfi (FC Utrecht), Elkan Baggott (Ipswich Town), Egy Maulana Vikr (Lechia Gdansk), Witan Sulaiman (FK Radnik Surdulica), Brylian Aldama (HNK Rijeka) yang tampil di kompetisi Eropa.

Baca Juga: Lechia Gdansk Juara, Egy Maulana Masuk Radar Manchester United

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya