Comscore Tracker

Mohamed Salah Kenang Trauma di Final Liga Champions 2017/18

Liverpool dikalahkan Madrid 1-3 di final

Jakarta, IDN Times - Mesin gol Liverpool, Mohamed Salah, kembali mengingat kenangan pahit saat timnya kalah dari Real Madrid di final Liga Champions 2018 silam. Dia menilai, hal itu jadi trauma yang dirasakan sepanjang berkarier di lapangan hijau.

Dalam perebutan trofi ‘Si Kuping Besar’ itu, The Reds harus menyerah dengan skor 3-1 dalam duel yang digelar di Kyiv, Ukraina. Menariknya, dalam laga ini Salah tak bisa melanjutkan pertandingan akibat cedera di tengah babak pertama. 

Kekecewaan itu masih dirasakan Salah sampai saat ini. Sebab, dia harus mengalami insiden buruk usai berbenturan keras dengan Sergio Ramos.

1. Salah kecewa karena tak tampil penuh saat Liverpool kalah dari Madrid

Mohamed Salah Kenang Trauma di Final Liga Champions 2017/18liverpoolecho.com

Dia tak menampik, hasil akhir dalam final Liga Champions itu begitu mengecewakan Salah. Sebab, dia tak bisa membantu tim hingga akhir pertandingan. Padahal, laga itu begitu ditunggu, karena jadi kali pertama baginya mentas di final ajang tersebut. 

Salah mengingat, kala itu dia baru tampil selama 30 menit, tapi cedera di tangan membuatnya harus menepi.

“Saya benar-benar merasa frustrasi. Sebab, saya sudah melalui musim terbaik saat itu dan tampil pertama kali di final Liga Champions. Namun, saya harus menyelesaikannya lebih cepat. Itu jadi pengalaman menyakitkan dalam karier sepak bola saya,” kata Salah dikutip Daily Mail.

Baca Juga: Panas, Benzema Sentil Salah Jelang Final Liga Champions

2. Salah tahu Liverpool kalah saat di rumah sakit

Mohamed Salah Kenang Trauma di Final Liga Champions 2017/18Mohamed Salah (goal.com)

Saat laga berjalan, Salah terpaksa dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan penanganan lebih serius. Hal itu membuat dia merasa sakit hati dan tak berguna, karena tahu Liverpool kalah saat dia meringkuk di sebuah kamar rumah sakit.

“Saya baru tahu hasil akhir [Liverpool kalah] saat di rumah sakit. Sebetulnya, saya tak terima tim kalah dengan cara itu. Ini menyakitkan sekali, karena saya tak pernah mengalami hal itu sepanjang karier saya,” ujar pemain asal Mesir itu.

Punya trauma yang cukup membekas, Salah tetap yakin bisa membalaskan dendamnya atas Madrid. Apalagi dia saat ini dalam kondisi fit dan siap memberikan segalanya untuk tim dalam duel nanti.

3. Salah dibantu sejarah bagus Liverpool di Paris

Mohamed Salah Kenang Trauma di Final Liga Champions 2017/18potret Mohamed Salah dan Sadio Mane (goal.com)

Duel Liverpool melawan Madrid dalam duel yang digelar di Stade de France, Paris pada Minggu (29/5/2022), bakal jadi pembuktian Salah apakah bisa melenyapkan trauma yang sebelumnya dirasakan sejak 2018 lalu. Sebab, dia masih merasakan kekecewaan mendalam setelah ditekuk Madrid kala itu.

Namun, kepercayaan dirinya juga disokong sejarah yang sangat baik di Paris. Liverpool sebelumnya pernah mengalahkan Madrid di final Liga Champions edisi 1981. Kala itu mereka menang dengan skor tipis 1-0.

Jika Liverpool bisa kembali mengulang kesuksesannya saat bersua Real Madrid pada 41 tahun silam, bukan hanya trauma saja yang dihilangkan Mohamed Salah. Tapi sejarah juga baginya sebagai pemain mesir pertama yang bisa mengoleksi dua trofi Liga Champions.

Baca Juga: Bukan Cuma Salah, Ada Pemain Liverpool Lain Usung Dendam ke Madrid

Topic:

  • Ilyas Listianto Mujib

Berita Terkini Lainnya