Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Inggris vs Argentina Tanpa Tembakan Tepat Sasaran pada Babak I
Penyerang Argentina bernomor punggung 10, Lionel Messi, bereaksi saat terjatuh ke lapangan di samping bek Inggris bernomor punggung 25, Djed Spence, selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 16 Juli 2026. (AFP/Jewel Samad)
  • Laga semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina berlangsung ketat di Atalanta Stadium, berakhir 0-0 hingga jeda babak pertama.
  • Argentina unggul dalam penguasaan bola namun kesulitan menembus pertahanan solid Inggris yang dikawal Marc Guehi dan rekan-rekannya.
  • Kedua tim gagal menciptakan tembakan tepat sasaran, dengan laga lebih banyak diwarnai pelanggaran—Inggris tujuh kali, Argentina dua belas kali.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Duel Inggris vs Argentina pada semifinal Piala Dunia 2026 berjalan alot pada Kamis (16/7/2026) dini hari WIB. Mereka gagal melepaskan tembakan tepat sasaran, yang membuat skor 0-0 bertahan hingga jeda babak.

Bentrokan di Atalanta Stadium, Atlanta, Georgia, Amerika Serikat, ini berjalan dengan tensi tinggi sejak wasit meniup peluit tanda kick-off. Jual beli serangan terjadi. Namun, skema permainan terbuka yang diperagakan kedua kubu jarang menghasilkan peluang berarti.

Argentina lebih mendominasi penguasaan bola. Hanya saja, mereka kesulitan membongkar pertahanan rapat yang digalakkan Marc Guehi dkk di lini belakang Inggris. Aksi individu Lionel Messi juga selalu mentok di sepertiga akhir lapangan.

Situasi serupa dialami The Three Lions. Pasukan Thomas Tuchel mendapat peluang lewat skema bola mati. Sayangnya, tandukan John Stones masih melebar saat menyambar eksekusi Declan Rice.

Tensi tinggi ini membuat pelanggaran lebih sering terjadi ketimbang peluang emas. Inggris melakukan tujuh pelanggaran. Sementara itu, Argentina telah melanggar jauh lebih banyak dengan 12 pelanggaran.

Kebuntuan kedua tim pada akhirnya tak terpecahkan hingga wasit meniup peluit tanda jeda. Mereka harus puas mengakhiri babak pertama dengan skor 0-0, bahkan tanpa tembakan tepat sasaran.

Curated For You

Editorial Team

Related Article