Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Iran Buka Suara soal Isu Diganti Italia di Piala Dunia 2026
Pemain timnas Italia merayakan gol (instagram.com/azzurri)
  • Iran menegaskan tidak akan mundur dari Piala Dunia 2026 dan memastikan kesiapan penuh tim nasional meski isu pencoretan terus mencuat.
  • FIFA belum mengubah keputusan terkait keikutsertaan Iran karena lolos secara resmi, sementara Italia tidak memenuhi syarat untuk menggantikan posisi tersebut.
  • Wacana pergantian Iran oleh Italia dipicu dinamika politik global, memperlihatkan bagaimana sepak bola kerap bersinggungan dengan kepentingan geopolitik internasional.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Isu pencoretan Timnas Iran dari Piala Dunia 2026 kian memanas. Wacana mengganti Iran dengan Italia mencuat di tengah tensi politik global, namun Teheran memastikan satu hal, mereka tidak akan mundur dari turnamen.

Polemik ini bermula dari usulan utusan khusus Presiden Amerika Serikat Donald Trump, Paolo Zampolli, yang menyarankan agar Italia dipertimbangkan sebagai pengganti jika Iran batal tampil. Usulan tersebut disampaikan langsung kepada Presiden FIFA Gianni Infantino.

Zampolli tidak menampik adanya kepentingan emosional dalam usulan itu. Sebagai pria kelahiran Italia, ia berharap Gli Azzurri kembali tampil di panggung terbesar sepak bola dunia.

“Ya, saya sempat memberikan pertimbangan kepada Trump dan presidan FIFA. Saya orang Italia asli, dan Impian saya adalah melihat Italia berlaga di Piala Dunia, apalagi salah satu tuan rumahnya adalah Amerika,” ujar Zampolli dikutip The Guardian dari FT.

1. Iran pastikan tetap tampil di Piala Dunia 2026

Di tengah derasnya isu “Iran dicoret dari Piala Dunia 2026”, pemerintah Iran langsung merespons tegas. Melalui juru bicara resminya, Fatemeh Mohejarani, Iran menegaskan kesiapan penuh tim nasional.

“Kementerian Pemuda dan Olahraga telah mengumumkan kesiapan penuh tim sepak bola nasional kami untuk hadir di Piala Dunia 2026 di AS, atas perintah menteri,” kata Mohejarani dalam pernyataannya di televisi pemerintah Iran.

Pernyataan ini sekaligus membantah spekulasi Iran akan mundur. Meski sempat muncul keberatan terkait lokasi pertandingan di Amerika Serikat, Iran tetap berkomitmen tampil.

2. FIFA belum ubah keputusan soal Iran

Secara regulasi, posisi Iran di Piala Dunia 2026 sangat kuat. Mereka lolos melalui jalur kualifikasi resmi, sehingga tidak ada dasar hukum bagi FIFA untuk mencoret mereka.

Sejauh ini, FIFA tetap memasukkan Iran sebagai peserta resmi turnamen yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Bahkan, Infantino disebut telah menawarkan solusi teknis untuk membantu Iran beradaptasi, termasuk opsi pemusatan latihan di luar wilayah Amerika Serikat.

Di sisi lain, Italia justru tak memiliki pijakan kuat untuk tampil. Mereka gagal lolos ke Piala Dunia 2026 setelah kalah di babak play-off, sehingga tidak memenuhi syarat.

Meski berstatus empat kali juara dunia, peluang Italia masuk sebagai pengganti tetap sangat kecil jika merujuk pada regulasi FIFA.

3. Isu politik bayangi Piala Dunia 2026

Munculnya wacana Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026 tidak bisa dilepaskan dari dinamika politik internasional. Hubungan Amerika Serikat dan Italia, termasuk perbedaan sikap antara Trump dan Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni, turut menjadi sorotan.

Situasi ini memperlihatkan bagaimana sepak bola kerap bersinggungan dengan kepentingan politik global, terutama dalam turnamen sebesar Piala Dunia.

Hingga kini, belum ada sinyal perubahan dari FIFA terkait status Iran. Semua indikator menunjukkan bahwa Timnas Iran tetap akan tampil di Piala Dunia 2026.

Namun, selama tensi geopolitik masih berlangsung, isu ini berpotensi terus bergulir dan memicu kontroversi baru. Piala Dunia 2026 pun bukan hanya soal sepak bola, tetapi juga panggung tarik-menarik kepentingan global.

Editorial Team