Comscore Tracker

Sudah Saatnya Stadion Manahan dan Mandala Krida Jadi Kandang Timnas!

Sudah terlalu sering Timnas Indonesia jamu lawannya di SUGBK

Jakarta, IDN Times - Kabar baik menghampiri sepakbola Indonesia. Baru-baru ini, dua stadion yang bisa dikategorikan punya sejarah mentereng, Stadion Mandala Krida di Kota Yogyakarta dan Stadion Manahan di Kota Solo, sudah selesai direnovasi dan siap pakai.

Khusus Manahan, pengerjaan renovasi sendiri sudah rampung sekitar 97 persen dan pada Jumat (6/9) mendatang, stadion kebanggaan masyarakat Solo ini akan diresmikan oleh putra daerah Solo sekaligus Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo.

Pertanyaannya kemudian, kapan Timnas Indonesia akan berlaga di dua stadion ini dan “meninggalkan” Jakarta untuk sejenak?

1. Mandala Krida sudah siap menjamu lawan-lawan Timnas Indonesia

Sudah Saatnya Stadion Manahan dan Mandala Krida Jadi Kandang Timnas!Twitter/@ririrahayu_

Diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada 10 Januari 2019 lalu, Mandala Krida kini sudah resmi digunakan oleh PSIM untuk menjamu lawan-lawannya di Liga 1 2019. Terhitung sejak 8 Agustus 2019 lalu, menjamu Martapura FC di kandang, Mandala Krida resmi dipakai lagi oleh PSIM sejak renovasi selesai.

Stadion yang terletak di pusat Kota Yogyakarta ini sendiri sebelumnya direnovasi sejak 2013 dan butuh sekitar 6 tahun lamanya untuk merampungkan markas PSIM ini.

Berkapasitas 35 ribu penonton dan hanya berjarak sekitar 7,7 kilometer saja dari Bandara Internasional Adisucipto, Yogyakarta, Mandala Krida sudah lebih dari layak untuk digunakan Timnas Indonesia untuk menjamu lawan-lawannya di laga internasional.

Baca Juga: Tampil Prima, Bintang-Bintang Ini Belum Mampu Tembus Timnas Indonesia

2. Wajah baru Stadion Manahan

Sudah Saatnya Stadion Manahan dan Mandala Krida Jadi Kandang Timnas!ANTARA FOTO/Mohammad Ayudha

Stadion Manahan, Solo, merupakan 1 dari 10 stadion yang sudah diajukan PSSI untuk menjadi calon tuan rumah Piala Dunia U-20 pada 2021 mendatang. 

Tak main-main memang kenapa kandang Persis Solo dijadikan kandidat. Usai menjalani renovasi yang akan rampung total pada pekan ini, Manahan bersolek menjadi semakin menawan.

Dengan kapasitas 20.000 kursi dan lampu penerangan stadion di angka 1.500 lux, Manahan sudah jauh lebih megah dari sebelumnya. Di stadion ini juga, layar besar dan papan skor elektronik sudah siap pakai.

Untuk laga internasional, Manahan juga sangat layak. Dari Bandara Adi Soemarmo, Solo, hanya perlu menempuh jarak sekitar 11 kilometer saja untuk mencapai stadion ini. Sudah siap dipakai secara resmi pada awal 2020 mendatang, Manahan dan Kota Solo sudah sangat layak menjadi tempat bagi skuat Garuda untuk melakoni laga-laga internasional.

3. Timnas Indonesia harus mencontoh timnas negara lain

Sudah Saatnya Stadion Manahan dan Mandala Krida Jadi Kandang Timnas!Dok. PSSI/Herka Yanis P

Memang harus diakui bahwa Timnas Indonesia cukup jarang sekali menjamu lawan-lawannya di luar ibu kota Jakarta. Terlepas dari posisi Jakarta yang strategis baik sebagai ibu kota atau juga karena kemegahan Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), sudah saatnya Andritany Ardhiyasa dan kolega main di luar Jakarta.

Hal ini sudah jamak dilakukan beberapa negara maju lain seperti  Inggris, misalnya. Di laga Kualifikasi Piala Eropa 2020 mendatang, Inggris akan menjamu dua lawannya di Wembley Stadium dan St. Mary Stadium, markas dari Southampton. Hal ini dilakukan, salah satunya, untuk membawa pemain-pemain terbaik kaliber tim nasional untuk main di daerah-daerah selain ibu kota.

Sederhananya, ini sebagai upaya mendekatkan timnas dengan masyarakat yang tak hanya berdomisili di ibu kota saja. Dan hal itu yang perlu ditiru oleh Timnas Indonesia. Terbukti, stadion dengan kemegahan yang ditawarkan oleh SUGBK juga bisa didapatkan di Yogyakarta dan Solo, dua kota di mana ada Stadion Mandala Krida dan Stadion Manahan.

Jadi, kapan skuat Merah-Putih akan menjamu lawannya di luar Jakarta, yang mungkin tak akan lagi jadi ibu kota negara?

Baca Juga: Catat! September 2019 Nanti, Stadion Manahan akan Diresmikan!

Topic:

  • Isidorus Rio Turangga Budi Satria

Just For You