Sepak bola dan politik sering kali bersinggungan dalam sejarah. Salah satu cerita paling dramatis sekaligus mencekam terjadi pada Piala Dunia 1938 di Prancis. Di balik keberhasilan Tim Nasional Italia mempertahankan gelar juara dunia, ada bayang-bayang teror psikologis yang dikirim langsung oleh sang diktator fasis, Benito Mussolini.
Jelang laga final melawan Hungaria, sebuah pesan singkat mendarat di ruang ganti Gli Azzurri. Pesan yang konon dikirim via telegram oleh Mussolini itu kabarnya berisi tiga kata yang mengerikan: "Vincere o morire!" yang berarti 'Menang atau mati!'. Sebuah instruksi yang mengubah lapangan hijau menjadi medan hidup dan mati untuk para penggawa Italia.
