Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia di Brasil pada 1983

Misteri Hilangnya Trofi Piala Dunia di Brasil pada 1983
ilustrasi stadion sepak bola (unsplash.com/Martin Aarflot)
Intinya Sih
  • Brasil menjadi pemilik abadi Trofi Jules Rimet setelah menjuarai Piala Dunia tiga kali, menjadikannya simbol kejayaan sepak bola nasional yang disimpan di kantor CBF Rio de Janeiro.
  • Pada Desember 1983, Trofi Jules Rimet dicuri dari kantor CBF oleh sekelompok pencuri bersenjata; meski beberapa tersangka ditangkap, trofi asli tak pernah ditemukan hingga kini.
  • FIFA mengganti trofi lama dengan desain baru karya Silvio Gazzaniga sejak 1974, menandai era modern Piala Dunia dengan simbol dua figur manusia mengangkat bumi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Piala Dunia tidak hanya menyimpan kisah tentang pertandingan dan gelar juara. Beberapa peristiwa unik juga melibatkan trofinya. Salah satu yang paling terkenal terjadi pada 1983, ketika Trofi Jules Rimet, penghargaan asli yang pernah diberikan kepada para juara dunia, menghilang dari Brasil.

Peristiwa tersebut mengejutkan publik sepak bola internasional karena trofi itu memiliki nilai sejarah yang sangat tinggi. Meski penyelidikan telah dilakukan dan sejumlah orang ditangkap, keberadaan Trofi Jules Rimet tidak pernah terungkap. Kasus ini kemudian menjadi salah satu pencurian paling terkenal dalam sejarah olahraga dunia.

1. Brasil menjadi pemilik abadi trofi Jules Rimet

Brasil mengukir sejarah sebagai negara pertama yang berhasil menjuarai Piala Dunia sebanyak tiga kali. Prestasi tersebut dipastikan setelah Selecao menjuarai edisi 1970 yang digelar di Meksiko. Atas pencapaian tersebut, FIFA memberikan hak kepada Brasil untuk menyimpan Trofi Jules Rimet secara permanen.

Trofi Jules Rimet kemudian dibawa ke Brasil dan menjadi simbol kejayaan sepak bola Negeri Samba. Kehadirannya disambut meriah oleh masyarakat yang bangga atas dominasi tim nasional mereka di pentas dunia. Trofi bersejarah itu pun ditempatkan sebagai salah satu aset paling berharga dalam sejarah olahraga Brasil.

Meski telah menemukan rumah permanennya, perjalanan Trofi Jules Rimet ternyata belum sepenuhnya bebas dari masalah. Saat perayaan kemenangan Piala Dunia 1970, salah satu bagian trofi sempat hilang dan berada di tangan seorang penonton. Beruntung, bagian tersebut berhasil ditemukan dan dikembalikan pada malam yang sama sehingga trofi tetap utuh.

2. Trofi Jules Rimet dicuri pada 1983

Setelah lebih dari 1 dekade berada di Brasil, Trofi Jules Rimet kembali menjadi sorotan karena sebuah peristiwa mengejutkan. Pada Desember 1983, sekelompok pencuri bersenjata membobol kantor Konfederasi Sepak Bola Brasil (CBF) di Rio de Janeiro. Aksi tersebut berujung pada hilangnya trofi asli yang sebelumnya diberikan FIFA kepada Brasil.

Saat itu, Trofi Jules Rimet dipajang di dalam kotak kaca antipeluru sebagai bagian dari koleksi bersejarah sepak bola Brasil. Namun, sistem pengamanan tersebut ternyata tak sepenuhnya aman. Ada celah yang dimanfaatkan para pelaku. Bagian belakang kotak pajangan terbuat dari kayu sehingga lebih mudah dibongkar dibandingkan kaca pelindung di bagian depan.

Kepolisian kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap sejumlah tersangka yang diduga terlibat dalam aksi kriminal tersebut. Meski demikian, trofi asli tidak pernah berhasil ditemukan kembali hingga sekarang. Sejumlah pihak meyakini trofi tersebut telah dilebur, tetapi teori itu masih diperdebatkan karena Jules Rimet sebenarnya terbuat dari perak berlapis emas, bukan emas murni.

3. FIFA memulai era baru dengan trofi Piala Dunia yang berbeda

Hilangnya Trofi Jules Rimet sebenarnya tidak memengaruhi penyelenggaraan Piala Dunia. Sejak Brasil memperoleh hak kepemilikan permanen atas trofi tersebut pada 1970, FIFA telah menyiapkan penggantinya untuk digunakan mulai edisi 1974. Organisasi sepak bola dunia itu pun mengadakan kompetisi guna mencari desain trofi baru yang dapat mewakili era modern Piala Dunia.

Dari 53 rancangan yang dikirim oleh peserta dari 7 negara, karya pematung Italia, Silvio Gazzaniga, terpilih sebagai pemenang. Desain tersebut kemudian diwujudkan bersama perusahaan pembuat trofi Bertoni dan resmi menjadi Trofi Piala Dunia FIFA yang dikenal hingga saat ini. Bentuknya menampilkan dua figur manusia yang mengangkat bumi sebagai simbol puncak pencapaian dalam sepak bola.

Trofi baru ini dibuat dari emas dan batu malasit serta memiliki tinggi sekitar 36,8 sentimeter. Menariknya, trofi tersebut dibuat berongga sehingga dapat diangkat dengan lebih mudah oleh para pemain saat perayaan juara. Jika dibuat dari emas murni secara penuh, beratnya diperkirakan bisa mencapai sekitar 70 kilogram dan akan sangat sulit untuk diangkat.

Meski telah berlalu lebih dari 4 dekade, misteri hilangnya Trofi Jules Rimet masih belum terpecahkan. Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa bahkan simbol paling berharga dalam sejarah sepak bola pun tidak luput dari ancaman pencurian dan kehilangan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Gagah N. Putra
EditorGagah N. Putra

Related Articles

See More