Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kegagalan Iran Lolos dari Fase Grup Piala Dunia dalam 7 Edisi per 2026
ilustrasi fans Timnas Iran (unsplash.com/Hadi Yazdi Aznaveh)

Tim Nasional Iran menjadi salah satu negara Asia yang kerap tampil di Piala Dunia. Sayangnya, hasil yang mereka dapat belum memuaskan. Dari total tujuh keikutsertaan, Team Melli belum pernah lolos dari fase grup. Itu termasuk ketika finis di peringkat ketiga fase grup pada 2026.

1. Timnas Iran menempati peringkat terakhir grup pada 1978

Timnas Iran pertama kali tampil di Piala Dunia pada 1978. Dari total 3 laga, mereka meraih 1 hasil imbang dan 2 lainnya kalah. Satu-satunya poin didapat ketika menahan imbang Skotlandia pada laga kedua. Torehan itu membuat mereka finis di peringkat terakhir grup 4, di bawah Peru sebagai juara grup, Belanda sebagai runner-up, serta Skotlandia di peringkat ketiga.

2. Timnas Iran finis di peringkat ketiga grup F pada 1998

Penampilan kedua Timnas Iran di Piala Dunia terjadi 2 dekade berikutnya, tepatnya pada 1998. Kali ini, mereka mencatatkan peningkatan prestasi dengan finis di peringkat ketiga grup F, mengungguli Amerika Serikat yang mereka kalahkan pada laga kedua. Sementara itu, dua peringkat teratas grup ditempati oleh Jerman (juara grup) dan Yugoslavia (runner-up). 

3. Timnas Iran menjadi juru kunci grup D pada 2006

Timnas Iran mengalami kekalahan pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2006. Mereka harus mengakui keunggulan Meksiko dengan skor 1-3. Pada laga kedua, Iran kembali gagal mendapat poin dengan kalah 0-2 dari Portugal. Mereka akhirnya berhasil mendapat poin berkat hasil imbang 1-1 menghadapi Angola pada laga ketiga. Namun, torehan satu poin membuat mereka finis di peringkat terbawah grup D. 

4. Dengan meraih satu poin, Timnas Iran finis sebagai juru kunci grup F pada 2014

Timnas Iran berhasil menahan imbang Nigeria dengan skor 0-0 pada laga pertama fase grup Piala Dunia 2014. Namun, ambisi untuk meraih tambahan poin gagal terpenuhi usai kalah 0-1 dari Argentina pada laga kedua. Mereka lantas dipastikan finis di peringkat terakhir grup F usai kalah 1-3 dari Bosnia-Herzegovina pada laga ketiga. 

5. Meski sempat menang, Timnas Iran gagal lolos dari fase grup pada 2018

Timnas Iran membuka perjalanan mereka di Piala Dunia 2018 dengan kemenangan. Mereka melibas Maroko dengan skor tipis 1-0 berkat gol bunuh diri pemain lawan pada injury time babak kedua. Performa apik Iran berlanjut pada laga kedua meski pada akhirnya kalah 0-1 dari Spanyol. Pada laga ketiga, mereka berhasil menahan imbang Portugal 1-1. Sayangnya, torehan empat poin hanya cukup untuk membuat mereka bertengger di peringkat ketiga klasemen akhir grup B, terpaut satu poin dengan Spanyol sebagai juara grup dan Portugal di peringkat kedua.

6. Dengan hanya satu kemenangan, Timnas Iran finis di peringkat ketiga pada 2022

Bersua Inggris pada laga pertama fase grup edisi 2022, Timnas Iran tak mampu berbuat banyak hingga kalah dengan skor telak 2-6. Namun, mereka berhasil bangkit hingga mengalahkan Wales 2-0 pada laga kedua. Duel penuh gengsi kontra Amerika Serikat berakhir dengan kekalahan tipis 0-1 bagi Iran. Torehan tiga poin lantas membuat Team Melli finis di peringkat ketiga dan gagal lolos dari fase grup.

7. Meski tak pernah kalah, Timnas Iran gagal lolos ke fase gugur pada 2026

Timnas Iran hampir mengukir sejarah lolos ke fase gugur untuk pertama kalinya pada 2026. Sayangnya, mimpi tersebut gagal terpenuhi lewat skema peringkat ketiga fase grup terbaik. Di antara 12 tim peringkat ketiga, mereka menempati peringkat kesembilan, di bawah Senegal yang layak tampil pada babak 32 besar. Dari 3 laga, Iran mengumpulkan 3 poin dari hasil 3 imbang melawan Selandia Baru, Belgia, dan Mesir.

Kegagalan Timnas Iran untuk lolos dari fase grup Piala Dunia menegaskan ketatnya persaingan di ajang ini. Meski dikenal sebagai salah satu kekuatan di Asia, mereka belum mampu berbicara banyak di panggung dunia. Setelah tujuh kegagalan di atas, menarik untuk dinanti apakah mereka mampu melakukan perubahan pada masa mendatang.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team

EditorAtqo Sy

Related Article