5 Kekalahan Inter Milan di Liga Champions 2025/2026, Rekor Terbanyak

- Inter Milan resmi tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 usai kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt di babak playoff fase knockout.
- Nerazzurri mencatat lima kekalahan sepanjang musim, menjadi rekor terburuk mereka di Liga Champions sejak musim 2010/2011.
- Kekalahan beruntun dari Atletico Madrid, Liverpool, Arsenal, dan dua kali dari Bodo/Glimt membuat performa Inter anjlok hingga gagal lolos ke 16 besar.
Inter Milan akhirnya tersingkir dari Liga Champions Eropa 2025/2026. Kegagalan Nerazzurri terkonfirmasi kekalahan 1-2 dari Bodo/Glimt pada leg kedua playoff fase knockout. Hasil itu membuat Inter Milan kalah agregat 2-5 dari sang wakil Norwegia. Pasalnya, mereka juga keok 1-3 pada pertemuan pertama.
Kekalahan kedua dari Bodo/Glimt membuat Inter Milan genap lima kali kalah di Liga Champions musim ini. Itu adalah rekor kekalahan terbanyak mereka dalam semusim Liga Champions, setara catatan pada 2010/2011. Inilah lima kekalahan yang diderita Inter Milan di Liga Champions 2025/2026.
1. Inter Milan kalah 1-2 dari Atletico Madrid pada matchday 5 fase liga
Inter Milan sebenarnya mengawali Liga Champions 2025/2026 dengan sempurna. Mereka menyapu bersih empat laga awal fase liga dengan kemenangan. Nerazzurri pun sempat bertengger di peringkat ketiga klasemen. Namun, kesempurnaan Inter Milan runtuh dengan tiga kekalahan beruntun, dimulai dari laga matchday 5 melawan Atletico Madrid.
Bermain di markas Atletico, Inter Milan keok 1-2. Gawang mereka sudah dibobol Julian Alvarez saat laga baru berjalan 9 menit. Inter Milan sempat membalas pada menit 54 via Piotr Zielinski. Skor 1-1 bertahan hingga laga hampir usai. Namun, satu poin pun akhirnya gagal dibawa pulang Inter Milan karena mereka kecolongan gol Jose Maria Gimenez pada menit 93.
2. Inter Milan dibekuk Liverpool di kandang sendiri karena gol penalti Dominik Szoboszlai
Kekalahan dari Atletico Madrid hanya menurunkan Inter Milan ke peringkat empat klasemen fase liga. Namun, posisi mereka melorot lagi setelah dibekuk Liverpool pada matchday 6. Inter Milan bermain di kandang sendiri tetapi lebih banyak terancam. Mereka sempat kebobolan pada babak pertama, tetapi batal tertinggal karena gol tim tamu dianulir.
Pada babak kedua, Liverpool tetap lebih banyak membuat serangan berbahaya. Upaya mereka akhirnya berbuah hasil pada menit 88. Hadiah penalti yang diberikan wasit dimanfaatkan dengan sempurna oleh Dominik Szoboszlai. Gol Szoboszlai cukup untuk membuat Inter Milan menelan kekalahan kedua dan turun lagi ke peringkat enam klasemen.
3. Inter Milan keluar dari delapan besar klasemen fase liga setelah dikalahkan Arsenal
Inter Milan akhirnya tergusur dari delapan besar klasemen akibat kekalahan ketiga pada matchday 7. Mereka kembali kalah di kandang sendiri dari wakil Inggris, kali itu Arsenal. Gabriel Jesus menjadi momok Inter Milan dengan dua golnya. Inter Milan sempat menyela dengan gol Petar Sucic, tetapi Arsenal memastikan kekalahan Nerazzuri lewat Viktor Gyokeres.
Kalah 1-3, Inter Milan langsung terjun ke peringkat 14 klasemen fase liga. Kemenangan 2-0 atas Borussia Dortmund pada matchday penutup pun tak banyak membantu. Nerazzurri finis di peringkat sepuluh hingga tetap harus melalui playoff untuk menuju babak 16 besar.
4. Inter Milan keok 1-3 pada leg pertama playoff di markas Bodo/Glimt
Undian fase playoff mempertemukan Inter Milan dengan wakil Norwegia, Bodo/Glimt. Karena finis di peringkat lebih tinggi, Inter Milan lebih dulu bertandang ke markas Bodo/Glimt pada leg pertama. Di atas kertas, hal itu menguntungkan bagi Nerazzurri. Namun, situasi jadi rumit karena mereka pulang dari Norwegia dengan kekalahan 1-3.
Inter Milan hanya bisa menahan Bodo/Glimt pada babak pertama. Mereka menyamakan skor via gol Pio Esposito setelah kebobolan lebih dulu. Namun, Bodo/Glimt lalu mencetak dua gol beruntun pada menit 60 dan 64. Meski lebih banyak menguasai bola dan membuat tembakan, Inter Milan tak mampu membalas lagi hingga laga berakhir.
5. Inter Milan juga kalah dari Bodo/Glimt saat gantian menjadi tuan rumah
Kekalahan 1-3 pada leg pertama membuat Inter Milan dibebani target berat pada leg kedua laga melawan Bodo/Glimt. Mereka wajib membekuk sang lawan dengan selisih minimal tiga gol. Misi itu pun akhirnya gagal dicapai Nerazzurri. Bukannya menang telak, Inter Milan justru kalah 1-2 dari Bodo/Glimt.
Ngegas sejak awal, Inter Milan tak mampu menembus pertahanan rapat Bodo/Glimt pada babak pertama. Mereka malah kecolongan dua kali pada menit 58 dan 72 hingga makin terjepit. Gol Alessandro Bastoni pada menit 76 pun hanya sekadar jadi hiburan bagi tuan rumah. Penguasaan bola 71 persen dan total 30 tembakan Nerazzurri akhirnya sia-sia.
Inter Milan melakoni total sepuluh pertandingan di Liga Champions 2025/2026. Hasilnya, mereka menang 5 kali dan kalah 5 kali pula. Statistik medioker itu menandakan bahwa Nerazzurri memang layak tersingkir lebih awal dari Liga Champions musim ini.




![[FOTO] Momen Atletico Madrid Bantai Club Brugge di Liga Champions](https://image.idntimes.com/post/20260225/upload_d2036ad96ca42ca5f0dc89e762fc7736_f62b5671-dc2e-4fcb-814a-f61fb9b84b36.jpg)

![[FOTO] Bodo/Glimt Singkirkan Inter Milan dari Liga Champions](https://image.idntimes.com/post/20260225/upload_7d4a1c753fb222823a9531bd75059cf0_27bb9fbf-deb6-49f5-8b38-193421c2ff13.jpg)










