Perbasi dan Campus League Tuntaskan Polemik Standar Lapangan

- Polemik muncul di Campus League 2026 Jakarta setelah insiden cedera pemain Perbanas memicu kritik terhadap standar keamanan lapangan milik Universitas Pelita Harapan.
- Perbasi meninjau langsung lapangan UPH dan mengadakan pertemuan dengan pihak kampus serta penyelenggara untuk membahas peningkatan standar tanpa saling menyalahkan.
- Campus League mengakui kekurangan, meminta maaf, serta berkomitmen memperkuat komunikasi dan tanggung jawab demi peningkatan kualitas kompetisi basket nasional.
Jakarta, IDN Times - Campus League 2026 Basketball Regional Jakarta yang tuntas pada Minggu (31/6/2026) sempat memicu polemik perihal standar lapangan. Arena milik Universitas Pelita Harapan (UPH) dinilai tidak cukup aman untuk menjaga keselamatan pemain.
Polemik itu mencuat saat terjadinya insiden di semifinal kategori putra, antara Institut Perbanas kontra Universitas Bina Nusantara (Binus), Sabtu (30/5/2026). Insiden itu membuat salah satu pemain Perbanas cedera, dan sang pelatih pun mengkritisi standarisasi lapangan.
1. Perwakilan Perbasi tinjau lapangan UPH

Menelusuri polemik dan klaim tersebut, sejumlah perwakilan Perbasi pun meninjau lapangan, sekaligus bertemu pihak UPH serta Campus League pada Senin (1/6/2026). Banyak pembahasan yang dibicarakan, salah satunya standar lapangan.
"Hari ini kami belajar banyak, termasuk saya juga belajar banyak. Saya turut meminta maaf atas kejadian ini," kata Wakil Ketua Umum Zona Jawa DPP Perbasi.
2. Tidak saling menyalahkan, jadi ajang pembelajaran semua pihak

Evi menyatakan pertemuan tersebut bukan untuk saling menyalahkan. Semua pihak justru saling belajar, khususnya dalam memperkuat komunikasi guna menyempurnakan jalannya perhelatan.
"Kita semua tidak langsung terlahir pintar, tetapi selalu belajar dari kesalahan. Hari ini basket kita belajar satu hal lagi. Jadi saya imbau kepada semuanya, masalah ini udah clear," ujar Evi.
3. Campus League evaluasi

CEO Campus League, Ryan Gozali, juga meminta maaf atas insiden tersebut. Ini menjadi bahan evaluasi besar bagi Campus League dalam memperkuat komunikasi. Di sisi lain, Campus League bertanggung jawab penuh dan memberikan penanganan yang maksimal atas cedera yang dialami salah satu pemain Perbanas.
"Yang pasti memang, kita kan semuanya punya satu misi, ingin membangun basket di Indonesia. Jadi semua instansi harus bergerak secara bersamaan, komunikasi harus ditingkatkan. Juga memang sebagai federasi kan ini bisa membantu kami untuk memverifikasi hal-hal yang memang layak untuk digunakan dalam sebuah kompetisi," kata Ryan Gozali.
"Jadi sudah pasti dari sisi Campus League kami akan selalu meningkatkan hal tersebut, ke depannya akan lebih baik lagi, Campus League semakin berkembang, semakin bisa menjangkau lebih banyak talenta-talenta baru," ujar Ryan Gozali.


















