4 Kekalahan Inter Milan pada Fase Gugur setelah Jadi Finalis UCL

- Inter Milan tersingkir dari Liga Champions 2025/2026 setelah kalah agregat 2-5 dari Bodo/Glimt di fase play-off, meski berstatus finalis musim sebelumnya.
- Kekalahan ini menambah daftar empat kali Inter Milan gugur di fase knockout Liga Champions setelah menjadi finalis, termasuk melawan Real Madrid, Schalke 04, dan Atletico Madrid.
- Tren kegagalan tersebut menunjukkan sulitnya Inter Milan mempertahankan performa puncak di musim berikutnya meski sempat tampil gemilang sebagai finalis Eropa.
Inter Milan harus pulang lebih cepat di Liga Champions Eropa 2025/2026. Kepastian tersebut didapat setelah La Beneamata takluk 2-5 secara agregat dari Bodo/Glimt pada fase play-off. Inter Milan dipermalukan dalam pertandingan tandang dan kandang oleh wakil Norwegia tersebut.
Status finalis musim sebelumnya tak membuat langkah Inter Milan berjalan mulus. Sebelum kalah dari Bodo/Glimt, Inter Milan juga pernah mengalami nasib serupa pada tiga edisi berbeda. Berikut empat kekalahan Inter Milan pada fase gugur Liga Champions setelah menjadi finalis pada musim sebelumnya per 25 Februari 2026.
1. Real Madrid membuat Inter Milan gagal meraih hattrick Piala Champions pada 1965/1966
Inter Milan mengincar hattrick juara Piala Champions pada 1965/1966. La Beneamata menjuarai dua edisi sebelumnya dengan mengalahkan Real Madrid dan Benfica di final. Namun, asa tersebut dihentikan oleh Real Madrid pada semifinal.
Pada leg pertama, Inter Milan kalah 0-1 di Santiago Bernabeu melalui gol tunggal Pirri. Inter Milan gagal lolos setelah pada leg kedua di Giuseppe Meazza hanya mampu bermain imbang 1-1. Gol Amancio dibalas oleh Giacinto Facchetti. Kekalahan 1-2 secara agregat membuat La Beneamata gagal menembus final.
2. Inter Milan dikalahkan Schalke 04 pada perempat final 2010/2011
Inter Milan menjuarai Liga Champions 2009/2010 setelah mengalahkan Bayern Munich di final. La Beneamata bahkan meraih treble winner karena juga menjuarai Serie A Italia dan Coppa Italia. Performa apik itu membuat Inter Milan diprediksi bisa melangkah jauh di Liga Champions 2010/2011.
Namun, La Benemata justru dikejutkan oleh Schalke 04 pada perempat final. Pada leg pertama di kandang sendiri, Inter Milan takluk 2-5. Brace Edu serta masing-masing satu gol dari Joel Matip, Raul Gonzalez, dan gol bunuh diri Andrea Ranocchia hanya mampu dibalas oleh Dejan Stankovic dan Diego Milito.
Inter Milan yang butuh kemenangan besar pada leg kedua kembali takluk di Gelsenkirchen. Gol pembuka Schalke yang dicetak Raul berhasil dibalas oleh Thiago Motta. Gol Benedikt Hoewedes membuat Inter Milan kalah 1-2 dan gagal melangkah ke semifinal.
3. Inter Milan kalah dari Atletico Madrid pada 16 besar 2023/2024
Inter Milan bertemu Atletico Madrid pada 16 besar Liga Champions 2023/2024. Pada leg pertama di Giuseppe Meazza, Inter Milan menang tipis 1-0. Gol Marko Arnautovic menjadi pembeda dalam pertandingan tersebut.
Pada leg kedua, Inter Milan unggul lebih dahulu melalui Federico Dimarco. Atletico Madrid mampu menyamakan kedudukan berkat aksi Antoine Griezmann. Gol Memphis Depay pada penghujung pertandingan memaksa kedua tim memasuki adu penalti.
Tiga eksekutor Inter Milan, Alexis Sanchez, Davy Klaasen, dan Lautaro Martinez gagal membobol jala Jan Oblak. Sementara, hanya Saul Niguez yang gagal dari sisi Atletico Madrid. Kekalahan tersebut membuat La Benemata gagal mengulangi prestasi pada musim sebelumnya dengan menjadi finalis.
4. Bodo/Glimt membuat Inter Milan gagal lolos ke 16 besar 2025/2026
Inter Milan dibuat tak berdaya oleh Bodo/Glimt dalam dua leg fase play-off Liga Champions 2025/2026. Pada leg pertama, Bodo/Glimt menang meyakinkan dengan skor 3-0. Tiga gol Bodo/Glimt masing-masing dicetak Sondre Fet, Jens Petter Hauge, dan Kasper Hogh.
Pada leg kedua, Inter Milan yang butuh gol justru kecolongan lebih dahulu. Kesalahan Manuel Akanji berhasil dimanfaatkan menjadi gol oleh Hauge. Bodo/Glimt semakin menjauh melalui gol Hakon Evjen. Inter Milan hanya bisa mencetak satu gol hiburan melalui Alessandro Bastoni.
Kekalahan tandang dan kandang dari Bodo/Glimt membuat Inter Milan kalah 5-2 secara agregat. Kegagalan menembus 16 besar membuat Inter Milan tak mampu mengobati luka pahit pada final 2024/2025. La Benemata saat itu kalah memalukan dengan skor 0-5 dari Paris Saint-Germain.
Menjadi finalis pada musim sebelumnya tak membuat langkah Inter Milan berjalan mudah di Liga Champions. Mereka justru kalah pada babak awal. Bahkan, dua di antaranya datang dari lawan yang sama sekali tak diunggulkan.



















