5 Penggawa Serie A yang Siap Jadi Pilar Belgia di Piala Dunia 2026

Pelatih Belgia, Rudi Garcia, telah resmi merilis 26 pemain untuk pergelaran Piala Dunia 2026. Menariknya, dari daftar nama tersebut, sang juru taktik asal Prancis tersebut turut memanggil lima pemain yang kini tengah merumput di kompetisi kasta tertinggi Italia, Serie A.
Kehadiran lima pemain ini diharapkan mampu membawa pengalaman berharga dari kompetisi taktis Italia demi membantu Belgia melangkah sejauh mungkin di panggung Piala Dunia 2026.
1. Romelu Lukaku tetap dipercaya menjadi ujung tombak utama Belgia
Nama pertama jelas tidak bisa ditepikan, yakni sang penyerang andalan Belgia, Romelu Lukaku. Pemain berjuluk Big Rom ini tetap menjadi ujung tombak andalan sekaligus pencetak gol terbanyak sepanjang masa untuk negaranya. Walaupun di level klub, musim 2025/2026 ini Lukaku hanya mencetak 1 gol dari 5 penampilannya bersama Napoli, namun ia tetap dipercaya oleh Rudi Garcia untuk menjadi ujung tombak Belgia.
Meski usianya sudah menginjak 33 tahun, fisik yang kokoh serta penyelesaian akhir yang mematikan membuat Lukaku diprediksi tetap menjadi ancaman nyata bagi pertahanan lawan. Ketajamannya di area kotak penalti lawan akan menjadi kunci utama Belgia untuk meruntuhkan pertahanan musuh. Selain insting mencetak gol, ketahanan tubuh serta kemampuannya menahan bola di area penalti akan membuka ruang bagi rekan-rekan setimnya untuk bisa mencetak gol.
2. Kevin De Bruyne masih dipercaya menjadi otak permainan timnas Belgia
Kevin De Bruyne yang mulai berseragam Napoli sejak musim 2025/2026 ini kembali dipercaya memegang peranan vital sebagai dirigen di lini tengah Belgia. Sang maestro lapangan tengah ini bertugas mengontrol ritme permainan sekaligus menjadi kreator utama dalam membangun skema serangan tim. Ketenangan serta akurasi operan yang luar biasa menjadikannya nyawa permainan yang tidak tergantikan di dalam skuad De Rode Duivels.
Meskipun usianya sudah tidak muda lagi, visi bermain yang dimiliki sang gelandang masih menjadi salah satu yang terbaik di dunia. Kehadirannya di atas lapangan diyakini mampu mempermudah tugas para penyerang sayap melalui umpan-umpan matangnya yang sangat akurat. Pengalaman De Bruyne baik di level klub maupun internasional diharapkan mampu membantu Belgia melangkah jauh di panggung Piala Dunia 2026 nanti.
3. Charles De Ketelaere menjadi senjata rahasia di lini tengah Belgia
Charles De Ketelaere menjelma menjadi salah satu pemain muda yang paling bersinar setelah tampil gemilang bersama klubnya, Atalanta. Di musim 2025/2026, pemain berusia 25 tahun ini telah mencetak 5 gol dan 7 assist. Hal ini membuktikan bahwa De Ketelaere memiliki kemampuan yang seimbang antara menyerang dan bertahan.
Rudi Garcia dapat memainkannya sebagai gelandang serang kreatif, pemain sayap, maupun penyerang bayangan tergantung kebutuhan strategi pertandingan. Kemampuan olah bola yang mumpuni dipadukan dengan pergerakan tanpa bola yang cerdas membuatnya sangat sulit untuk dikawal. Pergelaran Piala Dunia 2026 ini akan menjadi panggung pembuktian bagi dirinya sebagai penerus takhta generasi emas baru Belgia.
4. Alexis Saelemaekers akan memberikan keseimbangan dan etos kerja tinggi bagi skuad Belgia
Alexis Saelemaekers membawa energi yang tidak terbatas untuk mengisi area sektor sayap kanan dari tim nasional Belgia. Penggawa andalan AC Milan ini dikenal memiliki kedisiplinan taktik serta etos kerja yang sangat luar biasa. Karakteristik permainan yang kuat tersebut merupakan hasil tempaan selama lima musim berkompetisi di Serie A.
Kehadiran Saelemaekers akan memberikan keseimbangan transisi yang sangat dibutuhkan tim saat bertahan maupun ketika melancarkan serangan balik. Ia tidak hanya piawai dalam mengirimkan umpan silang, tetapi juga rajin turun membantu lini pertahanan tim. Kontribusi konsisten yang ditunjukkannya membuat Saelemaekers menjadi sosok pemain sayap modern yang perlu diwaspadai oleh lawan-lawannya.
5. Koni De Winter siap menjadi tembok kokoh Belgia lewat pengalamannya di AC Milan
Kehadiran Koni De Winter di dalam skuad Belgia menjadi bukti nyata dari proses regenerasi di sektor lini belakang Belgia. Bek tengah muda berbakat yang mulai musim 2025/2026 memperkuat AC Milan ini memiliki ketenangan yang sangat tinggi dalam menghalau serangan. Kemampuannya dalam membaca arah permainan lawan menjadikannya salah satu aset masa depan yang sangat menjanjikan bagi De Rode Duivels.
Ketangguhannya dalam melakukan duel-duel fisik satu lawan satu akan menjadi modal utama untuk mengamankan area kotak penalti. Selain tangguh bertahan, ia juga memiliki kemampuan dalam mendistribusikan bola dengan sangat baik dari lini belakang. Pengalaman berharga selama bermain di Serie A yang penuh taktik membuat dirinya sangat siap untuk menghadapi penyerang-penyerang kelas dunia di panggung Piala Dunia perdanya.
Kehadiran lima bintang Serie A ini tentu menjadi senjata segar yang sangat diandalkan oleh skuad Belgia. Menarik untuk dinantikan apakah kedisiplinan taktis dan kerasnya atmosfer kompetisi Serie A mampu mengantarkan De Rode Duivels melangkah jauh di Piala Dunia 2026 nanti!

















