Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
5 Kekalahan Lionel Messi Bareng Argentina di Final Turnamen Mayor
Kapten Argentina, Lionel Messi, meratapi kekalahan dari Spanyol di final Piala Dunia 2026. (AFP/Patricia de Melo Moreira)
  • Lionel Messi mengalami lima kekalahan di final turnamen besar bersama Argentina, termasuk Copa America 2007, 2015, 2016, serta Piala Dunia 2014 dan 2026.
  • Meski tampil gemilang dengan gol dan assist di berbagai turnamen, Messi kerap gagal membawa Argentina juara setelah kalah dari Brasil, Jerman, Chile, dan Spanyol.
  • Kegagalan di final Piala Dunia 2026 menutup perjalanan panjang Messi bersama timnas, namun pencapaian individu dan kontribusinya tetap mengukuhkannya sebagai legenda sepak bola dunia.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Lionel Messi telah mencatatkan sederet pencapaian gemilang bersama Tim Nasional Argentina sejak debut pada 17 Agustus 2005. Namun, perjalanannya tak selalu mulus. Di berbagai turnamen mayor, ia telah merasakan lima kekalahan pada laga final. Itu termasuk kegagalan menumbangkan Spanyol pada final Piala Dunia 2026.

1. Lionel Messi tak mencetak gol hingga Argentina kalah telak dari Brasil di Copa America 2007

Lionel Messi untuk pertama kalinya membawa Argentina ke final turnamen mayor pada 2007. Dalam perjalanan menuju partai puncak Copa America 2007, pemain kelahiran 24 Juni 1987 tersebut menyumbang 2 gol dan 1 assist dalam 5 laga. Menariknya, gol-gol itu berbuah kemenangan telak, 4-0 atas Peru pada perempat final dan 3-0 atas Meksiko pada semifinal.

Sayangnya, Messi gagal menyumbang gol yang berakhir dengan kekalahan telak 0-3 dari Brasil pada partai puncak. Kala itu, ia masih berusia 20 tahun dan berduet dengan Carlos Tevez di lini depan. Dirinya kesulitan menemukan celah untuk mencetak gol di antara pemain-pemain bertahan Brasil yang tampil disiplin.

2. Meski menjadi pemain terbaik, Lionel Messi gagal membawa Argentina juara Piala Dunia 2014

Lionel Messi memimpin Argentina dalam keberhasilan menembus final Piala Dunia 2014. Dalam 3 laga fase grup, ia selalu menyumbang gol dengan total 4 gol. Lalu, satu assist-nya berbuah kemenangan atas Swiss pada babak 16 besar. Messi juga menjadi salah satu eksekutor yang berhasil melakukan tugasnya dalam adu penalti saat menang atas Belanda pada semifinal.

Setelah melaju kencang dan tak terkalahkan, Argentina harus mengakui keunggulan Jerman 0-1 pada final. Gol penentu kemenangan tersebut dicetak Mario Goetze sebagai pemain pengganti pada menit 113. Messi bermain sejak menit pertama hingga penghujung babak tambahan waktu. Meski tak berakhir dengan gelar juara, ia menyabet gelar pemain terbaik.

3. Lionel Messi dan kolega takluk lewat adu penalti pada final Copa America 2015

Lionel Messi hanya mengemas sebuah gol pada waktu normal dalam perjalanan Argentina ke final Copa America 2015. Kontribusi tersebut ditambah dengan tiga assist yang seluruhnya mewarnai kemenangan telak 6-1 atas Paraguay pada semifinal. Sebagai kapten, Messi sukses mengeksekusi penalti dalam duel adu penalti kontra Kolombia pada perempat final.

Lionel Messi dan kolega lantas mendapat perlawanan ketat dari Chile hingga tak ada gol yang tercipta hingga akhir babak tambahan waktu pada final. Empat penendang Chile berhasil menjebol gawang Argentina pada adu penalti, termasuk Alexis Sanchez. Sedangkan di sisi Argentina, hanya Messi yang berhasil di antara tiga eksekutor.

4. Lionel Messi mengumumkan pensiun usai kalah di final Copa America Centenario 2016

Lionel Messi tampil gemilang sebagai mesin gol ketika Argentina berhasil mencapai final Copa America Centenario 2016. Selain mencetak hattrick ke gawang Panama, ia juga selalu mencetak 1 gol dan 2 assist dalam kemenangan atas Venezuela pada perempat final dan Amerika Serikat pada semifinal. Rentetan kemenangan tersebut akhirnya berhenti ketika bertemu Chile pada partai puncak.

Dalam hasil imbang tanpa gol kontra Chile hingga akhir babak tambahan waktu pada final, terdapat dua kartu merah yang keluar dari kantong wasit. Chile lantas menutup duel adu penalti dengan keunggulan 4-2. Messi gagal melaksanakan tugasnya sebagai eksekutor. Kegagalan ini juga membuat Messi sempat mengumumkan pensiun.

5. Lionel Messi gagal di final Piala Dunia 2026

Kekalahan pada final turnamen mayor kembali menghampiri Lionel Messi pada 2026. Kali ini, ia dan rekan setimnya harus mengakui keunggulan Spanyol dengan skor tipis 0-1 pada final Piala Dunia. Messi bermain selama 120 menit dan gagal memecah kebuntuan menghadapi lini tengah dan belakang sang juara yang tampil disiplin.

Kegagalan ini sekaligus menutup kontribusi gemilang sang kapten. Sejak laga pertama fase grup hingga semifinal, ia selalu mencetak gol atau assist. Itu termasuk hattrick yang berbuah kemenangan 3-0 atas Aljazair pada fase grup.

Lima kekalahan pada partai final menjadi bukti bahwa perjalanan Lionel Messi bersama Tim Nasional Argentina tak selalu dihiasi akhir yang manis. Meski demikian, berbagai pencapaian individu dan kolektif yang telah ia persembahkan tetap menempatkannya sebagai salah satu pemain terbesar dalam sejarah sepak bola. Kekalahan pada final Piala Dunia 2026 pun tak menghapus warisan luar biasa yang telah ia tinggalkan bersama La Albiceleste.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article