Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

6 Kekalahan Pertama Arsenal pada Final Kompetisi Eropa

6 Kekalahan Pertama Arsenal pada Final Kompetisi Eropa
ilustrasi stadion Arsenal, Emirates Stadium (unsplash.com/gurdain)
Intinya Sih
  • Arsenal akan menghadapi PSG di final Liga Champions 2026 di Puskas Arena, Hungaria, dengan status underdog karena rekor buruk mereka di final kompetisi Eropa.
  • Sejak berdiri pada 1886, Arsenal sudah delapan kali tampil di final Eropa dan enam di antaranya berakhir dengan kekalahan, termasuk dari Valencia, AC Milan, Real Zaragoza, Galatasaray, Barcelona, dan Chelsea.
  • Kekalahan terakhir Arsenal terjadi pada final Liga Europa 2018/2019 saat dibantai Chelsea 1-4 di Baku, menjadi catatan pahit sebelum mencoba merebut trofi UCL pertamanya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Arsenal berpeluang mengangkat trofi Liga Champions Eropa (UCL) untuk pertama kalinya di Puskas Arena, Hungaria, pada 30 Mei 2026. Syaratnya, mereka harus mengalahkan Paris Saint-Germain (PSG). Status PSG sebagai juara bertahan serta performanya yang begitu mengagumkan membuat Arsenal tidak diunggulkan pada final nanti.

Selain itu, setidaknya ada satu alasan lain mengapa Arsenal bakal bertindak sebagai underdog kala bertarung melawan PSG. Itu karena rekor buruk mereka pada final kompetisi Eropa. Sebelumnya, The Gunners delapan kali merasakannya sejak klub terbentuk pada 1886. Enam di antaranya berakhir dengan kekalahan.

1. Arsenal kalah adu penalti dari Valencia pada final UEFA Cup Winners' Cup 1979/1980

Kekalahan pertama Arsenal pada final kompetisi Eropa terjadi pada 1979/1980. Saat itu, mereka lolos ke partai puncak UEFA Cup Winners' Cup, pendahulu Liga Europa sebagai kompetisi antarklub Eropa kasta kedua. Tim asuhan Terry Neill pulang ke Inggris dari Koning Boudewijnstadion, Belgia, pada 14 Mei 1980 tanpa trofi akibat dibekuk Valencia lewat adu penalti. Keduanya sama-sama gagal mencetak gol selama 120 menit. Sebagai catatan, ini merupakan final kompetisi Eropa kedua Arsenal setelah menjuarai Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970 dengan mengalahkan Anderlecht dengan agregat 4-3.

2. Arsenal dibekuk AC Milan 0-2 pada UEFA Super Cup 1994/1995

Selain di Inter-Cities Fairs Cup 1969/1970, satu kemenangan lain Arsenal pada final kompetisi Eropa terjadi di UEFA Cup Winners' Cup 1993/1994. Mereka menang 1-0 atas Parma yang merupakan juara bertahan. Hasil ini membuat Arsenal berhak permain pada laga UEFA Super Cup 1994/1995. Mereka kemudian menghadapi kampiun Liga Champions Eropa (UCL), AC Milan. Arsenal seri tanpa gol ketika menjamu tim yang juga berasal dari Italia itu di Highbury pada 1 Februari 1995. Namun, mereka tidak berdaya saat melakoni leg kedua di San Siro, Italia, 7 hari berselang. Arsenal kalah 0-2 akibat gol dari Zvonimir Boban (41’) dan Daniele Massaro (67’).

3. Arsenal kalah dramatis dari Real Zaragoza pada final UEFA Cup Winners' Cup 1994/1995

Arsenal kembali bermain pada final UEFA Cup Winners' Cup pada 1994/1995. Namun, mereka gagal mempertahankan trofi akibat kalah dramatis dari Real Zaragoza. Kedua tim bertarung di Parc des Princes, Prancis, pada 10 Mei 1995. Zaragoza memecah kebuntuan lewat sepakan Juan Esnaider pada menit 68. Arsenal menyamakan kedudukan melalui John Hartson 9 menit berselang. Laga kemudian berlanjut ke babak tambahan. Arsenal akhirnya kalah dengan ironis. Nayim membobol gawang David Seaman beberapa saat sebelum pertandingan selesai.

4. Arsenal kalah dari Galatasaray lewat adu penalti pada final UEFA Cup 1999/2000

Setelah UEFA Cup Winners' Cup 1979/1980, Arsenal kembali kalah lewat adu penalti pada final kompetisi Eropa di UEFA Cup 1999/2000. Kali ini, Galatasaray yang menggagalkan mereka mengangkat trofi ajang yang kini disebut Liga Europa tersebut. Padahal, Arsenal sempat unggul jumlah pemain pada laga yang berlangsung di Parken, Denmark, pada 17 Mei 2000 itu. Bintang utama Galatasaray, Gheorghe Hagi, mendapat kartu merah pada menit 94.

5. Arsenal kalah comeback dari Barcelona pada final UCL 2005/2006

Sebelum 2025/2026, Arsenal pernah sekali mencicipi final Liga Champions. Itu terjadi pada 2005/2006. Mereka kalah 1-2 dari Barcelona. Arsenal harus bermain dengan sepuluh orang mulai menit 18 dalam laga yang berlangsung di Stade de France, Prancis, pada 17 Mei 2006 ini akibat Jens Lehmann yang mendapat kartu merah. Mereka sebetulnya sempat membuat kejutan dengan mencetak gol lewat Sol Campbell pada menit 37. Bek Inggris itu menanduk tendangan bebas Thierry Henry. Namun, pertahanan Arsenal akhirnya hancur jelang pertandingan usai. Samuel Eto’o menyamakan kedudukan pada menit 76 dan Juliano Belletti membalikkan keadaan 5 menit berselang.

6. Arsenal dibantai Chelsea pada final Liga Europa 2018/2019

Final kompetisi Eropa terakhir Arsenal sebelum Liga Champions 2025/2026 terjadi di Liga Europa 2018/2019. Namun, hasilnya sangat mengecewakan. Mereka dibantai Chelsea 1-4 di Baku Olympics Stadium, Azerbaijan, pada 29 Mei 2019. Chelsea berpesta melalui Olivier Giroud (49’), Pedro (60’), dan Eden Hazard (65’, 72’). Sementara, gol hiburan Arsenal dibuat Alex Iwobi (69’).

Enam kekalahan di atas jelas akan menjadi pelajaran bagi Arsenal jelang melawan Paris Saint-Germain pada 30 Mei 2026. Lantas, mampukah mereka memaksimalkannya dan meraih trofi Liga Champions pertamanya?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
savira Ivanka
Gagah N. Putra
savira Ivanka
Editorsavira Ivanka
Follow Us

Latest in Sport

See More