Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kekalahan Pertama AS Roma di Kompetisi Eropa meski Bisa Cetak 3 Gol
ilustrasi logo AS Roma (unsplash.com/pedrino5_official)
  • AS Roma kalah 3-4 dari Real Madrid di Olimpico pada matchday kedua Liga Champions 2026/2027, setelah keunggulan 3-1 buyar akibat tiga gol lawan dalam 10 menit terakhir.
  • Kekalahan tersebut menjadi kali ketiga Roma tumbang di kompetisi Eropa meski mencetak tiga gol, menyusul hasil 3-4 melawan Bologna pada Maret 2026 dan Grasshopper pada 1992.
  • Melawan Madrid, Donyell Malen mencetak dua gol, tetapi Carlos Espi, Endrick, dan Antonio Ruediger membalikkan keadaan; ketiganya dibantu kontribusi Arda Guler dari bangku cadangan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

AS Roma menyerah 3-4 dari Real Madrid pada matchday kedua fase liga Liga Champions Eropa (UCL) 2026/2027 (14/10/2026). Hasil ini sekaligus menambah sebuah rekor buruk dalam sejarah klub ibu kota Italia tersebut. Menurut Opta, itu merupakan kekalahan ketiga I Giallorossi di kompetisi Eropa dengan kondisi mampu mencetak tiga gol.

1. AS Roma kalah comeback 3-4 di kandang dari Real Madrid pada 14 Oktober 2026

Kekalahan 3-4 AS Roma dari Real Madrid pada matchday kedua fase liga Liga Champions 2026/2027 sangat menyakitkan. Sebab, selain karena bermain di kandang, Stadio Olimpico, mereka juga mengalaminya secara comeback. Tim asuhan Gian Piero Gasperini berhasil membuka papan skor melalui tendangan Marten de Roon dari luar kotak penalti pada menit 20. Kedudukan kemudian kembali imbang akibat gol Kylian Mbappe 5 menit berselang. Setelah menunggu lama, AS Roma akhirnya memimpin lagi lewat gol Donyell Malen pada menit 51. Striker asal Belanda tersebut lantas menorehkan brace pada menit 57. Video Assistant Referee (VAR) menyatakannya onside ketika menuntaskan umpan terobosan dari Matias Soule.

Sayangnya, AS Roma kehilangan tiga poin dalam periode 10 menit terakhir pertandingan. Carlos Espi memangkas ketertinggalan Real Madrid pada menit 83 setelah menyontek rebound di depan gawang yang berasal dari sundulan Endrick. Endrick kemudian mencatatkan namanya sendiri di papan skor 2 menit berselang. Striker asal Brasil itu membuat keadaan kembali imbang usai menanduk umpan sepak pojok dari Arda Guler. Nestapa AS Roma lantas lengkap pada menit 90. Mereka tumbang akibat gol yang dicetak Antonio Ruediger yang merupakan mantan pemainnya. Bek tengah asal Jerman tersebut mampu menyelesaikan umpan yang lagi-lagi dilepaskan Guler dari sepak pojok. Sebagai catatan, Espi, Endric, dan Guler tampil sebagai pengganti.

2. AS Roma dibungkam Bologna 3-4 pada 19 Maret 2026

AS Roma baru saja menelan kekalahan di kompetisi Eropa dengan kondisi mampu mencetak tiga gol sebelum 14 Oktober 2026. Itu juga terjadi di Stadio Olimpico. Ironisnya, mereka dibungkam sesama klub Italia, Bologna. Keduanya berjumpa pada 19 Maret 2026 untuk memainkan leg kedua 16 besar Liga Europa 2025/2026. AS Roma kalah 3-4 dan gagal lolos ke babak selanjutnya karena hanya imbang 1-1 pada leg pertama.

AS Roma kecolongan gol Jonathan Rowe pada menit 22, tapi mampu menyamakan kedudukan lewat Evan Ndicka 10 menit berselang. Mereka kemudian tertinggal 1-3 akibat gol Federico Bernardeschi pada menit 45+2 dan Santiago Castro pada menit 58. Namun, skor imbang lagi berkat gol Donyell Malen pada menit 69 dan Lorenzo Pellegrini pada menit 80. Naas, AS Roma akhirnya kalah gara-gara gol Nicolo Cambiaghi pada menit 111.

3. AS Roma dibungkam Grashopper 3-4 pada 3 November 1992

Laga pertama AS Roma di kompetisi Eropa ketika mampu mencetak tiga gol, tapi kalah terjadi pada 3 November 1992. Saat itu, mereka bermain tandang melawan Grasshopper di Hardturm Stadion untuk menjalani leg kedua ronde kedua UEFA Cup 1992/1993. AS Roma berhasil unggul 2-0 terlebih dahulu berkat sundulan Ruggiero Rizzitelli pada menit 7 dan aksi individu Claudio Caniggia di kotak penalti pada menit 30. Tim tuan rumah kemudian memangkas skor menjadi 1-2 sebelum babak pertama berakhir lewat tendangan penalti Nestor De Vicente pada menit 36.

Sayangnya, AS Roma kehilangan fokus pada awal babak kedua. Hasilnya, mereka kecolongan tiga gol yang dicetak Alain Sutter pada menit 49, Harald Gamperle pada menit 57, dan De Vicente pada menit 68. Ironisnya, ini terjadi dengan kondisi Grasshopper hanya bermain sepuluh orang usai sang kiper, Pascal Zuberbuhler, mendapat kartu merah pada menit 60. Pada menit 82, AS Roma mendapat hadiah penalti, tapi eksekusi Thomas Haessler bisa diamankan Martin Brunner. AS Roma akhirnya memperkecil kekalahan lewat gol kedua Rizzitelli pada menit 90.

AS Roma sudah bermain 89 kali di semua kompetisi Eropa yang pernah diikuti per 15 Oktober 2026. Naas, mereka menelan kekalahan dalam tiga pertandingan di atas meski mampu mencetak hingga tiga gol. Dua di antaranya terjadi Maret dan Oktober 2026 ini. Gian Piero Gasperini yang bertindak sebagai pelatih tentu harus memastikan agar hasil serupa tidak terjadi kembali.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article