Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
3 Kekalahan Tandang Terakhir Inter Milan dari Torino di Serie A
ilustrasi pendukung Inter Milan (unsplash.com/Zach Rowlandson)
  • Inter Milan memimpin klasemen Serie A 2025/2026 dengan 78 poin, unggul 12 poin dari AC Milan dan berpeluang mengunci gelar juara dalam lima laga tersisa.
  • Nerazzurri akan menghadapi Torino pada pekan ke-34 di markas lawan, dengan catatan tiga kekalahan tandang terakhir terjadi pada musim 1993/1994, 2017/2018, dan 2018/2019.
  • Meski pernah kesulitan di markas Torino, performa konsisten Inter Milan musim ini menjadi modal kuat untuk meraih kemenangan dan mendekatkan diri pada gelar juara Serie A.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Inter Milan memiliki peluang untuk segera mengunci gelar juara Serie A Italia 2025/2026. Hingga pekan 33, mereka berada di puncak klasemen dengan torehan 78 poin, unggul 12 poin dari AC Milan di peringkat 2 dengan 5 laga tersisa. Pada pekan berikutnya, Nerazzurri akan mendatangi markas Torino untuk berebut kemenangan yang bertepatan pada Minggu (26/4/2026) pukul 23:00 WIB.

Meski akan tampil di hadapan pendukung tim tamu, Inter Milan layak diunggulkan untuk merebut kemenangan dalam duel tersebut. Dalam sederet laga tandang terakhir, Nerazzurri meraih hasil yang memuaskan. Tiga kekalahan terakhir bahkan telah terjadi dalam kurun waktu yang cukup lama. Berikut detailnya.

1. Inter Milan takluk 0-1 pada 2018/2019

Kekalahan terakhir Inter Milan saat menjalani laga tandang di markas Torino dalam sebuah laga Serie A terjadi pada 2018/2019. Nerazzurri yang kala itu ditangani Luciano Spalletti harus mengakui keunggulan tipis tuan rumah dengan skor 0-1 pada pekan 21. Dalam pertemuan ini, Inter Milan harus bermain dengan sepuluh pemain sejak menit 85 lantaran Matteo Politano diusir ke luar lapangan oleh wasit.

Satu-satunya gol pada pertemuan kali ini dicetak oleh Armando Izzo, bek tengah berkebangsaan Italia. Ia melakukannya ketika memenangi duel udara dengan Danilo D’Ambrosio dan menyambut bola yang berasal dari sepak pojok dengan tandukan kepala. Bola masuk ke gawang melalui sudut pojok kanan hingga tak mampu diantisipasi Samir Handanovic. Sementara itu, tiga pergantian pemain Inter Milan tak membuahkan gol, termasuk hadirnya Radja Nainggolan untuk menggantikan Miranda sejak menit 54.

2. Inter Milan takluk 0-1 oleh gol tunggal mantan pemainnya pada 2017/2018

Inter Milan mendapat perlawanan sengit saat mendatangi markas Torino pada pekan 31 Serie A 2017/2018. Lini serang yang dipimpin Mauro Icardi gagal memecah kebuntuan lini pertahanan tuan rumah yang dikawal Nicolas N’Koulou, Nicolas Burdisso, dan Emiliano Moretti. Rafinha dan Yann Karamoh yang diturunkan sebagai pemain pengganti di lini serang Inter Milan pada babak kedua pun tak mampu mencetak gol. Di sisi lain, Torino sukses meraih poin penuh berkat gol tunggal Adam Ljajic yang merupakan mantan penggawa Inter Milan.

Gelandang serang berpaspor Serbia itu mencatatkan namanya di papan skor pada menit 36. Gol itu berawal dari umpan terobosan yang diterima Lorenzo De Silvestri di sisi kanan. Tanpa berpikir lama, ia langsung menyodorkan umpan mendatar ke tiang jauh yang disambut Ljajic dengan sontekan kaki kanan. Sementara itu, Samir Handanovic yang mengawal gawang Nerazzurri tak memiliki waktu yang cukup untuk menepis bola karena ia berdiri di sisi kiri gawang.

3. Inter Milan takluk 0-2 pada 1993/1994

Sebelum dua kekalahan di atas, Inter Milan tak terkalahkan di markas Torino dalam kurun waktu yang cukup lama. Itu terjadi ketika kedua tim saling berhadapan pada pekan 25 musim 1993/1994. Nerazzurri yang ditangani Gianpiero Marini pulang tanpa satu poin pun usai kalah dua gol tanpa balas. 

Selama babak pertama, Inter Milan menunjukkan perlawanan ketat. Sayangnya, mereka kecolongan oleh gol Paolo Poggi beberapa saat sebelum babak pertama berakhir, tepatnya pada menit 45. Sedangkan, gol penutup tuan rumah dicetak oleh Sandro Cois pada menit 56.

Dengan melihat rekam jejak pertemuan di markas Torino, Inter Milan memang pernah mengalami kesulitan. Tetapi, tren tersebut sudah lama berlalu dan tidak lagi mencerminkan kekuatan kedua tim pada 2025/2026 ini. Konsistensi performa Nerazzurri, baik di kandang maupun tandang, menjadi modal utama untuk mengamankan poin penuh. Jika mampu menjaga fokus dan efektivitas permainan, bukan tidak mungkin Inter Milan akan semakin dekat, bahkan memastikan diri sebagai juara Serie A Italia 2025/2026 dalam waktu dekat.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team