Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Kemenangan Telak Pertama Spanyol pada Fase Gugur Piala Dunia
Penyerang Spanyol, Mikel Oyarzabal, merayakan gol pertama timnya selama pertandingan sepak bola babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Spanyol dan Austria di Stadion Los Angeles di Inglewood pada 3 Juli 2026. (AFP/Etienne Laurent)
  • Spanyol mencatat kemenangan telak 3-0 atas Austria di babak 32 besar Piala Dunia 2026, menandai kebangkitan performa mereka di fase gugur setelah gagal pada tiga edisi sebelumnya.
  • Kemenangan ini menjadi yang ketiga kalinya Spanyol menang dengan selisih minimal tiga gol di fase gugur, setelah melibas Denmark 5-1 pada 1986 dan Swiss 3-0 pada 1994.
  • Mikel Oyarzabal tampil gemilang dengan dua gol ke gawang Austria, sementara Pedro Porro turut menyumbang satu gol yang memastikan langkah Spanyol ke babak 16 besar menghadapi Portugal.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Tim Nasional Spanyol melaju ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 dengan performa meyakinkan. Bertanding melawan Austria di SoFi Stadium pada 3 Juli 2026 WIB, La Furia Roja menutup laga dengan kemenangan tiga gol tanpa balas. Itu sekaligus menjadi kemenangan telak dengan minimal selisih tiga gol ketiga mereka pada fase gugur sejak pertama kali berpartisipasi pada 1934.

1. Spanyol melibas Denmark 5-1 pada babak 16 besar edisi 1986

Setelah lolos sebagai runner-up grup D Piala Dunia 1986, Spanyol tampil ganas pada babak 16 besar. Mereka melibas Denmark dengan skor telak 5-1 di Estadio La Corregidora pada 18 Juni 1986. Namun, langkah tim besutan Miguel Munoz akhirnya terhenti pada perempat final dengan kalah lewat adu penalti dari Belgia.

Dalam kemenangan telak atas Denmark, Spanyol kebobolan lebih dahulu. Eksekusi penalti Jesper Olsen membawa Denmark unggul 1-0 lebih dahulu pada menit 33. Namun, Spanyol memberi respons apik dengan mencetak gol balasan lewat Emilio Butragueno 10 menit berikutnya. 

Setelah imbang 1-1 pada babak pertama, Spanyol berbalik unggul pada menit 56 yang lagi-lagi dicetak Butragueno. Pada menit 69, Andoni Goikoetxea membawa Spanyol unggul lebih jauh dengan eksekusi sempurna dari titik putih. Butragueno menegaskan kualitas apiknya dengan mencetak dua gol tambahan pada menit 80 dan 90 yang sekaligus melengkapi quattrick-nya.

2. Spanyol membantai Swiss 3-0 pada babak 16 besar Piala Dunia 1994

Status sebagai runner-up klasemen akhir grup C Piala Dunia 1994 membuat Spanyol harus berhadapan dengan Swiss pada babak 16 besar. La Furia Roja tak menemui perlawanan berarti untuk lolos ke perempat final. Tim besutan Javier Clemente mengalahkan Swiss dengan skor tiga gol tanpa balas. Namun, langkah mereka terhenti pada perempat final dengan kalah tipis 1-2 dari Italia yang akhirnya melaju ke final.

Dalam laga melawan Swiss, Spanyol berhasil unggul 1-0 pada babak pertama. Gol tersebut hadir lewat sepakan kaki kanan Fernando Hierro pada menit 15. Hierro sendiri berada di lapangan hingga digantikan Jorge Otero pada menit 76.

Luis Enrique yang bermain sebagai ujung tombak sejak menit pertama berhasil menggandakan keunggulan La Furia Roja pada menit 74. Ia melakukannya dengan shooting kaki kiri berkat umpan Sergi Barjuan. Kemenangan Spanyol ditutup dengan gol Txiki Begiristain dari sepakan penalti pada menit 86.

3. Berjumpa Austria pada babak 32 besar Piala Dunia 2026, Spanyol menang 3-0

Spanyol berhasil memutus tren negatif pada fase gugur Piala Dunia sejak meraih gelar juara pada 2010. Setelah selalu gagal meraih kemenangan pada 2014, 2018, dan 2022, La Furia Roja berhasil meraih hasil positif pada babak 32 besar edisi 2026. Mereka mengalahkan Austria dengan skor 3-0 dan akan bertemu Portugal pada babak 16 besar.

Dalam duel kontra Austria yang ditonton lebih dari 70 ribu penonton, Spanyol berhasil unggul 1-0 selama babak pertama. Gol tersebut hadir lewat Mikel Oyarzabal pada menit 36. Sang bomber mencatatkan namanya di papan skor dengan sepakan kaki kiri berkat assist mendatar Marc Cucurella. 

Pedro Porro berhasil menggandakan keunggulan Spanyol pada menit 66. Ia menyambar umpan Alex Baena dari sisi kiri dengan sundulan kepala. Untuk kedua kalinya, Oyarzabal membobol gawang Austria yang sekaligus menutup pesta gol Spanyol pada menit 89. 

Kemenangan telak atas Austria menjadi modal berharga bagi Spanyol untuk menghadapi tantangan yang lebih berat pada babak 16 besar Piala Dunia 2026. Performa solid di lini belakang serta ketajaman Mikel Oyarzabal memberi sinyal bahwa La Furia Roja mulai menemukan permainan terbaiknya pada fase gugur.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article