Jadwal BWF World Tour pada Juli 2026, Ada Super 1000!

- Sepanjang Juli 2026, BWF World Tour hanya menghadirkan tiga turnamen di Asia dengan level tinggi, termasuk satu ajang bergengsi Super 1000 yang jadi incaran para pemain elite dunia.
- DAIHATSU Japan Open 2026 (Super 750) dan VICTOR China Open 2026 (Super 1000) menjadi dua turnamen utama yang diprediksi menyajikan persaingan ketat antar negara unggulan.
- YONEX Taipei Open 2026 (Super 300) menutup rangkaian Juli sebagai ajang penting bagi pemain pelapis memburu poin ranking, sementara Indonesia siap tampil dengan kombinasi skuad utama dan muda.
Setelah menjalani jadwal yang sangat padat sepanjang Juni 2026, para pebulu tangkis dunia kembali melanjutkan persaingan di BWF World Tour pada Juli 2026. Kali ini, rangkaian turnamen akan kembali digelar di kawasan Asia dengan jumlah turnamen yang lebih sedikit dibanding bulan sebelumnya. Meski demikian, setiap turnamen tetap memiliki nilai penting dalam perebutan poin ranking dunia.
Sepanjang Juli 2026 hanya ada tiga turnamen BWF World Tour yang masuk dalam kalender. Namun, ketiganya memiliki grade tinggi sehingga menjadi agenda wajib bagi banyak pebulu tangkis elite dunia, termasuk satu turnamen berlevel Super 1000. Lalu, turnamen apa saja yang akan digelar dalam rangkaian BWF World Tour sepanjang Juli 2026?
1. DAIHATSU Japan Open 2026 berlangsung pada 14-19 Juli 2026
DAIHATSU Japan Open 2026 akan menjadi turnamen pembuka BWF World Tour pada Juli 2026. Turnamen yang berlangsung pada 14–19 Juli 2026 ini berstatus BWF Super 750 sehingga menawarkan poin ranking dan hadiah yang cukup besar. Tak heran jika banyak pemain papan atas dunia dijadwalkan tampil, termasuk Indonesia yang dipastikan menurunkan skuad terbaiknya.
Persaingan di Japan Open diprediksi kembali berlangsung ketat mengingat kualitas peserta yang merata di setiap sektor. Pada edisi 2025 lalu, hanya ada dua negara yang berhasil membawa pulang gelar juara, yakni China dengan tiga gelar dan Korea Selatan dengan dua gelar. Menarik untuk dinantikan apakah dominasi kedua negara tersebut akan berlanjut atau justru lahir juara dari negara lain pada edisi 2026.
2. VICTOR China Open 2026 bergulir pada 21-26 Juli 2026
Setelah Japan Open, rangkaian BWF World Tour berlanjut ke VICTOR China Open 2026 yang digelar pada 21–26 Juli 2026. Turnamen yang berlangsung di Changzhou, China, ini merupakan salah satu ajang paling bergengsi karena berstatus BWF Super 1000. Dengan poin ranking yang sangat besar, China Open menjadi turnamen yang hampir selalu diikuti para pemain elite dunia.
Pada edisi 2025, Indonesia berhasil membawa pulang satu gelar juara dari sektor ganda putra. Sementara itu, empat gelar lainnya berhasil diamankan oleh tuan rumah China yang sekaligus keluar sebagai juara umum. Hasil tersebut membuat persaingan di China Open 2026 diprediksi kembali berlangsung sengit, terutama dengan ambisi negara-negara lain untuk menghentikan dominasi tuan rumah.
3. YONEX Taipei Open 2026 digelar pada 28 Juli-2 Agustus 2026
YONEX Taipei Open 2026 menjadi turnamen penutup rangkaian BWF World Tour sepanjang Juli 2026. Turnamen berstatus BWF Super 300 ini akan berlangsung pada 28 Juli–2 Agustus 2026. Berbeda dengan dua turnamen sebelumnya, Taipei Open umumnya lebih banyak diikuti oleh para pemain pelapis yang tengah memburu poin ranking, termasuk dari Indonesia.
Pada edisi 2025, Indonesia berhasil meraih satu gelar juara dari sektor ganda campuran. Sementara itu, tuan rumah Taiwan keluar sebagai juara umum setelah merebut dua gelar di sektor ganda, sedangkan dua gelar lainnya masing-masing menjadi milik Singapura dan Jepang di sektor tunggal. Meski levelnya berada di bawah Japan Open dan China Open, Taipei Open tetap menjadi ajang penting bagi banyak pemain untuk menunjukkan kualitas dan menambah koleksi poin ranking dunia.
Meski hanya diisi tiga turnamen, rangkaian BWF World Tour pada Juli 2026 tetap menyajikan persaingan yang menarik. Kehadiran satu turnamen Super 1000 dan satu Super 750 membuat para pebulu tangkis papan atas dunia dipastikan kembali bersaing demi mengamankan poin ranking dan gelar bergengsi. Sementara itu, Taipei Open juga menjadi kesempatan bagi banyak pemain pelapis untuk unjuk kemampuan di level internasional.
Indonesia pun berpeluang kembali bersaing di setiap turnamen dengan menurunkan kekuatan terbaik maupun pemain pelapis sesuai kebutuhan. Hasil positif pada edisi sebelumnya tentu bisa menjadi modal berharga untuk menghadapi persaingan yang tidak mudah di Asia. Menarik untuk dinantikan, mampukah wakil Indonesia menambah koleksi gelar sepanjang rangkaian BWF World Tour pada Juli 2026?






















