3 Pencetak Gol Republik Demokratik Kongo di Piala Dunia 2026

- RD Kongo tersingkir di 32 besar Piala Dunia 2026 usai kalah 1-2 dari Inggris, meski sempat unggul lewat gol Brian Cipenga pada menit ketujuh.
- Yoane Wissa tampil sebagai top skor RD Kongo dengan tiga gol, termasuk brace saat menang atas Uzbekistan dan satu gol penyeimbang kontra Portugal.
- Fiston Mayele dan Brian Cipenga masing-masing menyumbang satu gol, melengkapi total lima gol RD Kongo sepanjang turnamen yang berakhir di babak gugur.
Republik Demokratik Kongo (RD Kongo) kalah 1-2 dari Inggris pada 32 besar Piala Dunia 2026, Kamis (2/7/2026) dini hari WIB. RD Kongo sempat mencetak gol lebih dahulu melalui Brian Cipenga pada menit ketujuh. Namun, brace Harry Kane membuat tim berjuluk Leopards tersebut gagal melangkah ke 16 besar.
Meski kalah, perjalanan RD Kongo patut mendapat apresiasi. Mereka berhasil menyulitkan Inggris dan bahkan menahan imbang Portugal pada fase grup. RD Kongo mencetak total lima gol sepanjang turnamen. Berikut tiga pencetak gol RD Kongo di Piala Dunia 2026.
1. Yoane Wissa menjadi top skor RD Kongo dengan tiga gol
Yoane Wissa menjadi bintang utama RD Kongo di Piala Dunia 2026. Penyerang Newcastle United tersebut menjadi top skor tim dengan koleksi tiga gol. Ia bahkan tak pernah diganti dalam empat pertandingan RD Kongo dari fase grup hingga 32 besar.
Gol pertama Wissa tercipta pada pertandingan pertama fase grup ketika RD Kongo menahan imbang Portugal 1-1. RD Kongo yang tak diunggulkan tertinggal lebih dahulu pada menit keenam melalui tandukan Joao Neves. Wissa menyamakan kedudukan melalui cara serupa pada injury time babak pertama. Wissa mencatatkan namanya sebagai pemain RD Kongo pertama yang mencetak gol di Piala Dunia.
Wissa gagal menjaringkan gol pada pertandingan kedua ketika RD Kongo kalah 0-1 dari Kolombia. Keran golnya kembali terbuka pada pertandingan terakhir fase grup menghadapi Uzbekistan. Wissa mencetak brace membawa RD Kongo yang sempat kecolongan lebih dahulu menang 3-1.
Sayang, Wissa tak mampu mencetak gol pada 32 besar menghadapi Inggris. RD Kongo yang tampil lebih bertahan membuat Wissa tak banyak mendapat peluang. Alhasil, Leopards gagal melaju ke 16 besar setelah kalah 1-2.
2. Fiston Mayele mencetak satu gol ke gawang Uzbekistan
Fiston Mayele merupakan salah satu penyerang senior yang dibawa RD Kongo di Piala Dunia 2026. Pemain berusia 32 tahun tersebut sama sekali tak diturunkan pada dua pertandingan pertama RD Kongo menghadapi Portugal dan Kolombia. Pelatih Sebastian Desabre lebih memilih duet Yoane Wissa dan Cedric Bakambu dengan Simon Banza sebagai pelapis.
Debut Mayele tercipta pada pertandingan terakhir fase grup menghadapi Uzbekistan. Ia masuk pada menit ke-51 menggantikan Bakambu. Mayele menjawab kepercayaan tersebut dengan mencetak gol pada menit ke-78. Gol tersebut membuat RD Kongo berbalik unggul atas Uzbekistan.
Mayele kembali bermain pada 32 besar menghadapi Inggris. Ia masuk pada menit ke-88 ketika RD Kongo tengah tertinggal 1-2. Waktu bermain yang sedikit membuat Mayele tak mampu memberikan kontribusi berarti.
3. Brian Cipenga sempat membawa RD Kongo unggul atas Inggris
Brian Cipenga mencetak sejarah pada 32 besar Piala Dunia 2026 menghadapi Inggris. Winger milik Almeria tersebut tercatat sebagai pemain RD Kongo pertama yang mencetak gol pada fase gugur Piala Dunia. Tendangan kerasnya dari sisi kiri tak mampu ditepis Jordan Pickford. Itu merupakan gol pertama dari sepuluh penampilan bersama RD Kongo bagi pemain berusia 28 tahun tersebut.
Sayang, gol tersebut gagal membawa RD Kongo melaju ke 16 besar. Inggris tampil lebih agresif setelah gol Cipenga. The Three Lions akhirnya bisa mencetak dua gol balasan yang semuanya dicetak Harry Kane.
Cipenga awalnya bukan pilihan utama Sebastian Desabre di sisi kiri. Ia bahkan tak diturunkan pada dua pertandingan awal fase grup melawan Portugal dan Kolombia. Ia baru diturunkan pada pertandingan terakhir fase grup menghadapi Uzbekistan.
Tiga pemain di atas berhasil mencatatkan namanya di papan skor bagi RD Kongo sepanjang Piala Dunia 2026. Meski perjalanan Leopards terhenti pada 32 besar, performa mereka patut mendapat apresiasi.













