Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Kena Efek Perang, Irak Desak FIFA Tunda Play-off Piala Dunia 2026
Potret duel Timnas Irak vs Timnas Indonesa di putaran keempat Kualifikasi Piala Dunia 2026, pada 12 Oktober 2025. (Dok. PSSI).
  • Irak mendesak FIFA menunda play-off Piala Dunia 2026 karena eskalasi perang di Timur Tengah membuat wilayah udaranya ditutup hingga awal April 2026.
  • Pelatih Graham Arnold menyebut pemain domestik Irak terjebak dan visa ke Meksiko sulit diterbitkan, sehingga rencana pemusatan latihan di Amerika Serikat dibatalkan.
  • Arnold mengusulkan penundaan hingga sepekan sebelum Piala Dunia dimulai agar Irak bisa tampil dengan skuad terbaik sambil menunggu kepastian nasib Iran.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Irak mendesak FIFA untuk menunda jadwal play-off interkontinental Piala Dunia 2026. Desakan itu menyusul eskalasi perang di Timur Tengah yang terus meningkat, melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.

Singa Mesopotamia dijadwalkan menghadapi pemenang antara Suriname atau Bolivia di Monterrey, Meksiko, pada 31 Maret 2026. Masalahnya, wilayah udara Irak ditutup hingga 1 April 2026 akibat perang Iran vs Amerika Serikat-Israel.

1. Skuad terjebak dan visa tak kunjung terbit

Desakan penundaan laga itu dilontarkan sang pelatih, Graham Arnold. Pemain Irak yang merumput di liga domestik tidak bisa keluar. Situasi ini diperparah dengan tutupnya kedutaan asing di kawasan tersebut, yang membuat proses pengurusan visa ke Meksiko lumpuh.

Arnold bahkan masih terjebak di Uni Emirat Arab (UEA) akibat gangguan penerbangan di wilayah Timur Tengah. Krisis logistik ini juga memaksa Irak untuk membatalkan rencana pemusatan latihan (TC) yang seharusnya digelar di Houston, Amerika Serikat, dalam waktu dekat.

2. Laga bersejarah, tolak kirim tim seadanya!

Sebenarnya ada opsi untuk menurunkan semua pemain yang berkarier di luar negeri, khususnya Eropa. Namun, karena memperebutkan tiket Piala Dunia, juru taktik berpaspor Australia tersebut menolak bertanding dengan skuad darurat.

Apalagi, Irak dalam ambisi yang menggunung untuk mengakhiri penantian panjangnya. Mereka bertekad lolos ke Piala Dunia 2026, setelah terakhir kali tampil di putaran final pada edisi 1986 silam.

"Itu bukan tim terbaik, padahal kami butuh tim terbaik yang tersedia untuk pertandingan terbesar negara ini dalam 40 tahun terakhir," kata Arnold, dikutip dari Goal International.

3. Usulkan penundaan dan tunggu nasib Iran

Arnold menyarankan FIFA untuk mengundur jadwal play-off final ini hingga sepekan sebelum kick-off Piala Dunia 2026. Penundaan ini tidak hanya memberi waktu persiapan yang ideal untuk Irak, tetapi juga memberi ruang bagi FIFA menunggu nasib keikutsertaan Iran.

"Jika Iran mundur, kami bisa langsung masuk ke Piala Dunia, dan memberi UEA, tim yang kami kalahkan di kualifikasi kesempatan bertarung melawan Bolivia atau Suriname," ujar Arnold.

Editorial Team