Spanyol menjuarai Piala Dunia 2026 setelah menampilkan performa impresif sepanjang turnamen. Namun, para pemain mereka ternyata tidak diperbolehkan membawa pulang trofi asli untuk disimpan secara permanen. Aturan ini ada sejak 1974 saat Trofi Jules Rimet diganti Trofi Piala Dunia.
Kenapa Spanyol Tak Diizinkan Bawa Pulang Trofi Asli Piala Dunia?

1. Trofi asli tetap milik FIFA, bukan juara Piala Dunia
Trofi Piala Dunia merupakan aset resmi FIFA. Negara yang menjadi juara hanya menerima hak untuk mengangkat dan merayakan trofi tersebut selama upacara penyerahan hadiah serta dalam beberapa kegiatan resmi setelah turnamen berakhir. Saat seluruh rangkaian perayaan selesai, trofi asli dikembalikan kepada FIFA. Kebijakan tersebut berlaku untuk seluruh juara Piala Dunia tanpa pengecualian.
2. Juara menerima replika resmi
Sebagai pengganti trofi asli, FIFA memberikan replika resmi kepada negara yang menjadi juara. Replika tersebut memiliki bentuk yang sangat mirip, tetapi dibuat menggunakan material yang berbeda ,sehingga tidak sama persis dengan trofi asli. Replika inilah yang kemudian dipajang di museum federasi sepak bola negara juara atau digunakan dalam berbagai acara resmi. Berkat cara ini, trofi asli terjaga keamanannya.
3. Nilai sejarahnya sangat tinggi
Trofi Piala Dunia saat ini mulai digunakan di Piala Dunia 1974 Jerman setelah Trofi Jules Rimet tidak lagi dipakai karena diberikan kepada Brasil untuk selamanya. Desainnya dibuat seniman Italia, Silvio Gazzaniga. Memiliki desain berupa bola dunia yang ditopang atlet, trofi ini menjadi salah satu simbol olahraga paling terkenal di dunia. Karena nilai sejarah dan materialnya yang sangat tinggi, FIFA menerapkan prosedur keamanan ketat. Risiko kehilangan maupun kerusakan menjadi salah satu alasan utama trofi asli tidak diserahkan secara utuh kepada negara juara.
4. Belajar dari pengalaman masa lalu
Sebelum trofi yang sekarang digunakan, Piala Dunia memakai Trofi Jules Rimet. Trofi tersebut sempat dicuri di Inggris pada 1966 sebelum akhirnya ditemukan kembali seekor anjing bernama Pickles. Beberapa tahun kemudian, Trofi Jules Rimet yang disimpan di Brasil kembali dicuri dan hingga kini tidak pernah ditemukan. Pengalaman tersebut menjadi pelajaran penting bagi FIFA dalam menjaga trofi Piala Dunia.
5. Tradisi yang berlaku untuk semua juara
Spanyol menerima perlakuan yang sama pada 2026 seperti Argentina, Prancis, Jerman, Brasil, Italia, maupun negara lain yang pernah menjadi juara dunia. Tidak ada satu pun negara yang diperbolehkan menyimpan trofi asli secara permanen. Aturan tersebut menjaga status trofi sebagai simbol tertinggi sepak bola dunia yang berada di bawah pengelolaan FIFA. Artinya, tiap juara memperoleh penghormatan yang sama tanpa mengubah kepemilikan trofi.
Selain trofi asli, FIFA juga memberikan medali emas kepada pemain, pelatih, dan ofisial tim juara sebagai penghargaan atas keberhasilan mereka. Tradisi menyerahkan replika kepada juara sekaligus menyimpan trofi asli di bawah pengawasan FIFA diperkirakan akan dipertahankan pada edisi-edisi Piala Dunia berikutnya.