Kegagalan Brasil pada semifinal Piala Dunia 1938 Prancis masih menyisakan misteri. Striker andalan mereka saat itu, Leonidas, menghilang dalam laga penting. Ternyata, ada skandal antarnegara yang menghalangi sang mesin gol bertanding.
Kesialan Beruntun Leonidas dan Timnas Brasil di Piala Dunia 1938

1. Leonidas menjadi sasaran pelanggaran yang menjurus kasar sejak babak 16 besar
Sebelum semifinal melawan Italia, Leonidas adalah top scorer Piala Dunia 1938 Prancis dengan torehan lima gol. Ia memborong tiga gol dalam kemenangan Brasil atas Polandia dengan skor tipis 6-5 pada babak 16 besar yang saat itu masih memakai sistem gugur hasil undian. Leonidas, 24 tahun, mencetak satu gol ketika seri 1-1 pada perempat final melawan Cekoslowakia pada 12 Juni 1934. Ia kembali menyumbang sebiji gol dalam kemenangan 2-1 pada laga ulangan pada 14 Juni 1934. Sebagai catatan, adu penalti baru diterapkan pada Piala Dunia 1978.
Dilansir Tribuna, tampil atraktif di atas lapangan justru membuat Leonidas jadi sasaran pelanggaran brutal sejak Brasil bertemu Polandia. Apesnya, aturan turnamen saat itu belum mengizinkan pergantian pemain sehingga Leonidas harus terus bermain. Akibatnya, kondisi pionir bicycle kick itu menurun drastis sebab duel versus Cekoslowakia berlangsung sebanyak dua kali dengan masa jeda sangat singkat.
2. Skandal yang melibatkan pemain cadangan, Niginho, membuat situasi makin rumit
Brasil menghadapi dilema saat mencari pengganti Leonidas jelang melawan Italia. Biang keroknya adalah seorang pemain cadangan bernama Niginho. Penyerang yang sempat berpaspor Italia tersebut dilarang tampil oleh FIFA setelah Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) melaporkan kasus sengketanya terkait kontrak dengan Lazio.
Dilansir Calcio England, pemilik nama lengkap Leonidio Fantoni III tersebut ternyata kabur meninggalkan Italia pada 1936 untuk menghindari wajib militer. Ancaman sanksi FIFA membuat staf pelatih Brasil urung memainkan Niginho. Sementara, Leonidas tidak mungkin kembali bermain sebab kondisinya memburuk usai pertandingan ulangan kontra Cekoslowakia.
3. Leonidas tak bermain melawan Italia pada semifinal, sehingga Brasil kalah dengan skor 1-2
Hari semifinal pun datang, tepatnya pada 16 Juni 1938 dan berlangsung di Stade Velodrome, Marseille. Leonidas tinggal di hotel untuk pemulihan cedera dan digantikan Romeu, penyerang Fluminense. Absennya sang mesin gol menjadi pukulan telak. Brasil harus mengakui keunggulan Gli Azzuri dengan kekalahan tipis 1-2.
Dilansir The Guardian, pelatih Brasil saat itu, Adhemar Pimenta, menjadi sasaran kritik atas kekalahan tersebut. Suporter menganggap Pimenta terlalu angkuh dengan menyimpan pemain bintangnya lantaran sudah yakin lolos ke final. Padahal, keputusan tersebut murni diambil sebab kondisi Leonidas yang sudah tidak memungkinkan untuk bermain.
4. Leonidas menulis surat untuk meredam spekulasi, tetapi rumor sudah tersebar luas
Banyak suporter yang tidak tahu akan cedera Leonidas. Rumor sang pemain sengaja diistirahatkan pun menyebar. Untuk meredam itu, pemain Flamengo tersebut tak tinggal diam. Leonidas menulis surat yang dimuat di majalah Sport Ilustrado sehari sebelum laga semifinal melawan Italia.
"Aku bermain dalam pertandingan ini (melawan Cekoslowakia) karena situasi yang melibatkan Niginho begitu kacau. Namun, aku kurang beruntung, aku cedera dan tidak bisa bermain besok melawan Italia," demikian isi surat Leonidas seperti dikutip kembali di majalah Placar saat mengulas Piala Dunia 1938 Prancis. Namun, anggapan suporter tentang sikap angkuh Pimenta kadung tersebar luas.
5. Mencetak total tujuh gol, Leonidas berhasil menjadi top scorer Piala Dunia 1938 Prancis
Setelah absen pada semifinal, Leonidas akhirnya pulih dan tampil di duel perebutan peringkat ketiga melawan Swedia. Ia membuktikan kualitasnya dengan mencetak dua gol tambahan sekaligus memastikan kemenangan 4-2. Lebih jauh, Leonidas menjadi top scorer dengan total tujuh gol.
Status peringkat ketiga menjadi pelipur lara Brasil yang sempat kecewa setelah gagal ke final. Namun, Leonidas pulang dengan kepala tegak sebagai pemain tersubur di Piala Dunia 1938 Prancis. Ia melanjutkan performa gemilang di level klub. Dilansir Scielo, pemain berjuluk Black Diamond (Mutiara Hitam) tersebut mengantar Sao Paulo menjadi kampiun Campeonato Paulista sebanyak lima kali sepanjang dekade 1940-an.
Leonidas sendiri adalah pemain Brasil pertama yang menjadi top scorer Piala Dunia. Setelahnya, ada Ademir (1950, 9 Gol), Garrincha dan Vava (1962, masing-masing 4 gol), serta Ronaldo (2002, 8 gol). Akankah ada penggawa Selecao lain yang menjadi mesin gol di Piala Dunia mendatang?