Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Inggris vs Prancis: Tuchel Sebut Duel Ini Tak Diinginkan

Inggris vs Prancis: Tuchel Sebut Duel Ini Tak Diinginkan
Bek Argentina bernomor punggung 26, Nahuel Molina, dan penyerang Inggris bernomor punggung 18, Anthony Gordon, berebut bola selama pertandingan semifinal Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Argentina di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 15 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
Intinya Sih
  • Thomas Tuchel menyebut laga perebutan tempat ketiga Inggris vs Prancis di Piala Dunia 2026 terasa hambar, namun menegaskan timnya tetap tampil profesional demi kehormatan negara.
  • Tuchel mengakui kekecewaan mendalam akibat gagal ke final, tetapi menilai capaian semifinal sudah menjadi prestasi besar mengingat banyak tim kuat tersingkir lebih awal.
  • Ia memahami rasa kecewa suporter karena ekspektasi tinggi terhadap tim, dan menyebut standar besar yang mereka tetapkan sendiri membuat hasil ini terasa pahit.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Jakarta, IDN Times - Thomas Tuchel blak-blakan menyebut duel perebutan tempat ketiga Piala Dunia 2026 kontra Prancis sebagai laga yang hambar. Kendati demikian, juru taktik The Three Lions itu menggaransi anak asuhnya bakal tetap tampil profesional dan habis-habisan demi kehormatan negara.

Duel Prancis vs Inggris dalam laga perebutan juara tiga dijadwalkan berlangsung di Miami Stadium, Minggu (19/7/2026) dini hari WIB.

Laga hiburan ini kerap dianggap sebagai beban bagi tim yang baru saja patah hati di semifinal. Tuchel pun tidak menutupi rasa enggan yang menyelimuti ruang ganti timnya saat ini.

"Tak ada satu pun penggawa kami maupun Prancis yang mendambakan laga ini. Ambisi semua orang adalah partai puncak," kata Tuchel seperti dilansir Goal International.

1. Kegagalan Inggris ke final meninggalkan luka bagi pemain

Tuchel menambahkan, kegagalan melangkah ke final meninggalkan kekecewaan yang sangat mendalam bagi seluruh skuad. Terlebih, mereka merasa sudah mengorbankan segalanya sepanjang turnamen.

"Kami telah memeras seluruh keringat demi target itu. Semua kontestan datang ke Piala Dunia untuk mengangkat trofi, tapi realitasnya berbeda. Kami juga minus satu hari masa rehat dibanding Prancis, namun tugas ini akan kami tuntaskan secara profesional," ujar eks pelatih Chelsea tersebut.

Di sisi lain, ia meminta publik melihat rapor armada Inggris secara jernih. Menurutnya, menembus babak empat besar adalah torehan impresif yang tidak mudah diraih.

2. Tuchel menilai kekalahan di semifinal tetap jadi prestasi

Tuchel mengingatkan, panggung sebesar Piala Dunia selalu memakan korban tim-tim bertabur bintang. Banyak raksasa sepak bola dunia yang justru sudah rontok dan pulang lebih awal sebelum fase krusial ini.

"Kami mesti menanti empat tahun lagi demi panggung Piala Dunia berikutnya. Berada di semifinal sejatinya sebuah prestasi, mengingat banyak tim elite yang gugur sebelum fase ini," tutur nakhoda asal Jerman itu.

3. Ekpektasi tinggi jungkalkan Inggris

Walau begitu, ia sadar betul pencapaian ini belum bisa mengobati luka para suporter. Tuchel menutup pernyataannya dengan mengakui, standar tinggi yang mereka tetapkan sendiri yang membuat raihan ini terasa menyakitkan.

"Namun, saat ini tak ada yang sudi mendengarnya, termasuk saya. Sebab, kami selalu memasang standar dan ekspektasi yang sangat tinggi pada diri sendiri," beber Tuchel.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More