Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Ketika 2 Negara Terkecil Paksa Skor 0-0 di Piala Dunia 2026
Kapten Spanyol, Rodri, tampak kecewa gagal memanfaatkan peluang di depan gawang Cape Verde (AFP / Roberto Schmidt)
  • Piala Dunia 2026 mencetak rekor 100 gol tercepat dalam sejarah, hanya dalam 33 pertandingan dengan rata-rata 3,09 gol per laga.
  • Dua laga berakhir tanpa gol melibatkan negara terkecil peserta turnamen, yakni Cape Verde dan Curacao, yang sukses menahan Spanyol serta Ekuador.
  • Curacao dan Cape Verde menunjukkan pertahanan solid meski berasal dari negara kecil; Curacao bahkan sempat menjebol gawang Jerman sebelum akhirnya kalah 1-7.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Jakarta, IDN Times - Piala Dunia 2026 dikenal sebagai edisi tercepat yang mencatatkan rekor 100 gol dalam 68 tahun terakhir. Hanya dalam 33 pertandingan, rekor itu pecah, dengan rataan 3,09 gol yang tercipta di setiap laga.

Torehan itu muncul ketika Cody Gakpo menjebol gawang Swedia di menit 47. Hingga akhirnya, rekor terus berjalan dan hingga kemenangan Jerman atas Pantai Gading, jumlah gol di Piala Dunia 2026 mencapai 106.

Tapi, dari seluruh pertandingan yang menyajikan gol, ada dua berujung pada hasil kacamata. Adalah laga Spanyol versus Cape Verde serta Curacao kontra Ekuador.

Menariknya, Cape Verde dan Curacao merupakan dua negara terkecil yang mentas di Piala Dunia 2026. Curacao adalah negara paling kecil di Piala Dunia 2026, dengan luas wilayah cuma 444 kilometer persegi, dihuni 185 ribu penduduk.

Jika dibandingkan luas Jakarta di area daratan saja, Curacao kalah. Sebab, luas daratan Jakarta mencapai 662,33 kilometer persegi.

Jumlah penduduk Curacao juga jauh lebih sedikit dari Jakarta. Dengan luas daratan 662,33 kilometer, Jakarta dihuni oleh 10,6 juta jiwa. Sementara, Curacao cuma memiliki 185 ribu penduduk dengan luas wilayah 444 kilometer persegi.

Dilansir World O Meter, kepadatan penduduk Curacao cuma 418 jiwa per kilometer persegi. Bisa dikatakan, jumlah penduduk Curacao jika dipindahkan ke Jakarta, bisa membentuk satu kecamatan sendiri. Sebab, data dari Badan Pusat Statistik pada 2023 menunjukkan jumlah penduduk Kecamatan Tambora, yang dikenal sebagai wilayah terpadat di Jakarta, mencapai setengah dari penduduk Curaçao secara keseluruhan.

Sementara, Cape Verde merupakan negara dengan luas wilayah hanya sekitar 4.000 kilometer persegi. Dibandingkan dengan Kabupaten Sukabumi, Cape Verde terasa lebih sempit. Luas Kabupaten Sukabumi, bahkan mencapai 4.164,15 km persegi.

Selain itu, penduduk Cape Verde gak lebih banyak dari Depok. Berdasarkan data World Bank per 2024, penduduk Cape Verde hanya 524.877 jiwa.

Kedua tim ini bermain dengan skema yang sama, low block. Mereka mampu membuat Spanyol dan Ekuador keteteran, bingung membongkar pertahanannya. Bahkan, Curacao sempat mengejutkan Jerman.

Mereka bisa menjebol gawang Manuel Neuer lewat aksi Livano Comenencia lewat tembakannya, usai memanfaatkan kesalahan Nico Schlotterbeck. Meski pada akhirnya kalah dengan skor 1-7, Curacao memperbaiki performanya di pertandingan kedua hingga menahan Ekuador tanpa gol.

Sementara, Cape Verde masih dinanti aksinya. Setelah mengimbangi Spanyol, mereka harus membuktikan diri saat melawan Uruguay, Senin (22/6/2026).

Editorial Team

Related Article