Piala Dunia 2026 membawa sejumlah perubahan dibanding edisi-edisi sebelumnya. Selain penambahan jumlah peserta menjadi 48 negara, FIFA juga melakukan penyesuaian pada sejumlah regulasi turnamen.
Kenapa Fase Grup Piala Dunia 2026 Pakai Head to Head?

FIFA mengubah aturan fase grup Piala Dunia 2026 dengan mengutamakan sistem head to head untuk menentukan peringkat tim yang memiliki poin sama.
Sebelum perubahan ini, sejak 1970 FIFA menggunakan selisih gol sebagai pembeda klasemen.
Penerapan aturan baru membuat hasil klasemen bisa ditentukan lebih cepat. Beberapa tim dapat lolos atau tersingkir bahkan sebelum laga terakhir karena hasil pertemuan langsung.
Salah satu perubahan yang cukup menarik berkaitan dengan aturan penentuan peringkat pada fase grup. Jika sebelumnya selisih gol bisa menjadi penentu ketika ada dua tim yang memiliki jumlah poin sama, aturan di Piala Dunia 2026 lebih mengutamakan hasil pertemuan langsung alias head to head.
Lantas, kenapa fase grup Piala Dunia 2026 pakai head to head? Berikut ini penjelasannya yang bisa disimak mulai dari penerapan hingga dampaknya ke tim yang bertanding. Simak sampai akhir, ya.
Table of Content
1. Kenapa fase grup Piala Dunia 2026 pakai head to head?
Pada gelaran Piala Dunia 2026, FIFA menerapkan aturan baru dalam menentukan posisi tim di babak grup. Jika ada dua tim atau lebih yang punya poin sama, akan diutamakan regulasi head to head untuk menentukan tim mana yang berhak berada di peringkat lebih tinggi. Aturan ini berbeda dari edisi-edisi sebelumnya yang biasanya memakai selisih gol untuk menentukan posisi tim dengan poin sama di klasemen.
Regulasi tersebut sebenarnya telah menuai pro dan kontra. Di sisi yang mendukung, mereka beranggapan bahwa sistem head to head dirasa lebih adil dibanding hanya melihat selisih gol yang bisa dipengaruhi hasil pertandingan melawan tim lainnya.
Sementara di kubu kontra, mereka menganggap selisih gol tetap menjadi kriteria paling komprehensif untuk mengukur performa tim di seluruh pertandingan, bukan cuma dari satu laga saja. Terlepas dari perdebatan yang muncul itu, FIFA telah menentukan bahwa fase grup Piala Dunia 2026 akan lebih mengutamakan head to head daripada selisih gol.
2. Sejak 1970 pakai selisih gol
Sebelum adanya perubahan di Piala Dunia 2026, selisih gol dijadikan penentu utama peringkat di fase grup Piala Dunia. Melihat ke belakang, FIFA setidaknya sudah mulai menggunakan sistem selisih gol sebagai pembeda klasemen sejak edisi 1970. Sejak saat itu, tim yang memiliki jumlah poin sama akan diurutkan lagi berdasarkan selisih gol yang mereka miliki.
Dalam penerapannya, sistem selisih gol juga banyak memunculkan momen menarik selama dipakai. Beberapa tim tercatat pernah lolos karena unggul produktivitas gol. Sementara tim lain harus tersingkir meski memiliki jumlah poin yang sama dengan pesaingnya.
Nah, aturan tersebut akhirnya berubah di Piala Dunia 2026. Bukan lagi menggunakan selisih gol, penentu posisi di klasemen jika poinnya sama adalah memakai head to head. Sebelum Piala Dunia 2026 ini, FIFA sempat menerapkannya pada ajang Piala Dunia Antarklub 2025 lalu.
3. Aturan penentuan peringkat di fase grup Piala Dunia 2026
Apabila terdapat dua atau lebih tim yang memiliki jumlah poin sama di klasemen grup, FIFA akan menggunakan beberapa kriteria untuk menentukan peringkat akhir. Berikut ini urutannya:
- Head to head atau hasil pertandingan kedua tim yang poinnya sama
- Jika head to head juga imbang, barulah digunakan selisih gol antar tim yang memiliki poin sama
- Apabila selisih golnya masih sama juga, maka dipakai kriteria jumlah gol yang dicetak dalam seluruh pertandingan di grup
- Jika masih sama lagi, akan dilihat catatan fair play (jumlah kartu kuning dan kartu merah), baik untuk pemain maupun ofisial tim
- Terakhir, apabila masih belum bisa ditentukan, dipakai regulasi berdasarkan ranking FIFA. Negara dengan peringkat FIFA lebih tinggi akan lolos.
4. Bagaimana untuk penentuan peringkat tiga terbaik?
Pada Piala Dunia 2026, dua tim teratas dari masing-masing grup akan otomatis lolos ke babak 32 besar. Selain itu, ada juga delapan tim peringkat ketiga terbaik yang bakal ikut menyusul.
Secara regulasi, karena tim-tim peringkat ketiga berasal dari grup yang berbeda-beda, sistem head to head tidak akan dipakai untuk menentukannya. Sebagai gantinya, FIFA akan menggunakan kriteria dengan urutan sebagai berikut:
- Jumlah poin
- Selisih gol
- Jumlah gol yang dicetak
- Catatan fair play
- Peringkat FIFA
5. Dampak penerapan aturan head to head di fase grup Piala Dunia 2026
Salah satu dampak utama yang muncul dari penerapan aturan head to head di babak grup Piala Dunia 2026 adalah penonton bisa tahu lebih cepat tim mana saja yang lolos ke 32 besar. Contohnya seperti Meksiko yang sudah langsung memastikan diri lolos setelah matchday kedua. Mereka juga dipastikan menjadi juara Grup A meski secara hitung-hitungan poinnya masih bisa disamai Korea Selatan.
Sebaliknya, sistem head to head juga membuat beberapa tim tersingkir lebih cepat dari turnamen. Contohnya seperti Turki yang sudah dipastikan angkat koper meski masih menyisakan satu pertandingan sisa. Pasalnya, jika mereka nantinya menang di laga terakhir, posisinya tetap berada di juru kunci karena kalah head to head dari Paraguay dan Australia.
Demikianlah tadi ulasan mengenai kenapa fase grup Piala Dunia 2026 pakai head to head. Bagaimana pendapatmu dengan aturan ini?
Untuk informasi Piala Dunia 2026 selengkapnya, bisa cek pada laman Soccertime IDN Times di bawah ini, ya.
FAQ seputar kenapa fase grup Piala Dunia 2026 pakai head to head
| Apakah fase grup Piala Dunia 2026 pakai sistem head to head? | Ya, babak grup Piala Dunia 2026 menggunakan sistem head to head. Jadi, jika ada dua tim atau lebih yang punya poin sama, penentuan posisi di klasemen akan diutamakan dengan head to head keduanya. |
| Bagaimana aturan penentuan peringkat di fase grup Piala Dunia 2026? | Pertama jelas lewat poin. Jika poinnya sama, akan dipakai kriteria dengan urutan head to head, selisih gol, jumlah gol, catatan fair play, dan terakhir ranking FIFA. |
| Berapa tim yang lolos dari fase grup Piala Dunia 2026? | Dua tim teratas dipastikan otomatis lolos ke 32 besar. Sementara untuk peringkat ketiga harus bersaing lagi dengan grup lain untuk lolos lewat jalur peringkat tiga terbaik. |
| Berapa tim di Piala Dunia 2026? | Piala Dunia 2026 diikuti total 48 tim yang terbagi menjadi 12 grup. |


















