Bazunu menjelaskan aksinya tersebut murni karena prinsip dan kemanusiaan. Bazunu tidak membenci warga Israel, tetapi menentang keras genosida yang dilakukan rezim Israel terhadap Palestina.
Kiper berusia 24 tahun itu juga menegaskan keputusannya ini sulit untuk diambil. Dis sangat bangga membela tim nasionalnya, laga ini juga merupakan momen untuk membela sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar sepak bola.
"Saya adalah seseorang yang memiliki keyakinan kuat dan selalu berusaha menjadi pribadi berkarakter serta berpegang pada prinsip. Karena itu, saya merasa tidak tepat untuk tampil dalam pertandingan mendatang melawan Israel. Keputusan saya sepenuhnya didasarkan pada keyakinan pribadi bahwa membunuh orang yang tidak bersalah adalah salah. Penting untuk ditegaskan, sikap saya bukan ditujukan kepada masyarakat Israel maupun komunitas Yahudi, melainkan menentang kekejaman yang terjadi di wilayah tersebut," tulis Bazunu di Instagram pribadinya, Minggu (27/9/2026).