Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kiper Irlandia Boikot Laga Kontra Israel, Demi Prinsip dan Kemanusiaan

2 min read
Kiper Irlandia Boikot Laga Kontra Israel, Demi Prinsip dan Kemanusiaan
ilustrasi israel (unsplash.com/Taylor Brandon)
  • Gavin Bazunu menolak tampil melawan Israel karena keyakinan pribadi dan alasan kemanusiaan terkait Palestina.

  • Skuad Irlandia melakukan voting setelah sejumlah pemain mempertimbangkan untuk mengikuti aksi boikot Bazunu.

  • Mayoritas 14 pemain memilih pertandingan tetap dimainkan, sehingga FAI memutuskan laga berlanjut.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Menurutmu, bagaimana sikap Bazunu?
Share Article

Jakarta, IDN Times - Irlandia dijadwalkan menantang Israel pada matchday kedua UEFA Nations League musim 2026/27, Senin (28/9/2026) dini hari WIB. Sang kiper, Gavin Bazunu, memboikot laga di Nagyerdei Stadium, Hungaria, tersebut.

Bazunu menolak bertanding. Keputusannya itu membuat internal Irlandia menggelar pertemuan resmi pada Jumat (25/9/2026) waktu setempat, demi memusyawarahkan apakah laga tersebut harus dilanjutkan atau tidak.

  1. 1. Alasan Bazunu boikot laga kontra Israel

    Bazunu menjelaskan aksinya tersebut murni karena prinsip dan kemanusiaan. Bazunu tidak membenci warga Israel, tetapi menentang keras genosida yang dilakukan rezim Israel terhadap Palestina.

    Kiper berusia 24 tahun itu juga menegaskan keputusannya ini sulit untuk diambil. Dis sangat bangga membela tim nasionalnya, laga ini juga merupakan momen untuk membela sesuatu yang jauh lebih besar dari sekadar sepak bola.

    "Saya adalah seseorang yang memiliki keyakinan kuat dan selalu berusaha menjadi pribadi berkarakter serta berpegang pada prinsip. Karena itu, saya merasa tidak tepat untuk tampil dalam pertandingan mendatang melawan Israel. Keputusan saya sepenuhnya didasarkan pada keyakinan pribadi bahwa membunuh orang yang tidak bersalah adalah salah. Penting untuk ditegaskan, sikap saya bukan ditujukan kepada masyarakat Israel maupun komunitas Yahudi, melainkan menentang kekejaman yang terjadi di wilayah tersebut," tulis Bazunu di Instagram pribadinya, Minggu (27/9/2026).

  2. 2. Skuad Irlandia sempat terbelah, lakukan voting

    Sikap Bazunu ternyata sempat memicu keraguan di internal skuad jelang laga pembuka yang digelar di Debrecen. Beberapa rekannya juga mempertimbangkan untuk ikut memboikot.

    The Independent melansir, kondisi tersebut sampai menunda sesi latihan dan konferensi pers tim yang dijadwalkan pada Sabtu (26/9/2026) waktu setempat. Pemungutan suara pada akhirnya menjadi jalan tengah.

    Pemungutan suara itu dimenangkan oleh mereka yang ingin pertandingan tetap dimainkan. Suaranya berjumlah 14 pemain, sedangkan yang mengikuti prinsip Bazunu hanya delapan.

  3. 3. Federasi hormati keputusan pemain

    Berdasarkan suara mayoritas, Federasi Sepak Bola Irlandia (FAI) memutuskan untuk melanjutkan pertandingan tersebut. FAI menegaskan menghormati semua pandangan, yang berarti akan ikut memboikot laga tersebut jika suara penolakan lebih banyak. Namun, Bazunu tetap menolak bertanding.

    "Football Association of Ireland mengonfirmasi pertandingan UEFA Nations League 2026/27 melawan Israel tetap dimainkan. Asosiasi mengambil keputusan ini setelah berkonsultasi dengan para pemain Republik Irlandia yang memiliki pandangan berbeda. Mayoritas pemain menyatakan pertandingan harus tetap dimainkan. Asosiasi menghormati pandangan seluruh pemain yang terlibat dan memahami tingkat sensitivitas terkait pertandingan-pertandingan tersebut," bunyi keterangan FAI, dikutip dari The Independent.

Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More