Marcelo Bielsa menjadi salah satu pelatih dengan jam terbang tinggi di panggung global. Di ajang Piala Dunia, ia telah mengawal tiga negara berbeda per 2026. Namun, kualitasnya dalam meramu taktik belum berbuah manis. Pada 2026 ini, dirinya gagal membawa Timnas Uruguay lolos dari fase grup.
Kiprah Piala Dunia Marcelo Bielsa Bersama 3 Negara Berbeda per 2026

1. Bersama Marcelo Bielsa, Argentina tak lolos dari fase grup pada 2002
Marcelo Bielsa pertama kali bersaing sebagai pelatih di Piala Dunia pada 2002. Kala itu, ia menjalani tahun keempat sebagai juru taktik Timnas Argentina. Sayangnya, usahanya untuk membawa La Albiceleste melangkah jauh tak terpenuhi. Hernan Crespo dan kolega terhenti pada fase grup dengan finis di peringkat ketiga grup F.
Argentina tak meraih poin pertama dengan mudah. Pada laga pertama, mereka hanya menang tipis 1-0 atas Nigeria. Gol tunggal dalam duel di Kashima Soccer Stadium itu dicetak Gabriel Batistuta lewat sundulan yang berawal dari sepak pojok Juan Sebastian Veron pada menit 63.
Anak asuh Bielsa gagal meraih poin dengan takluk 0-1 dari Inggris pada laga kedua. Kiprah Argentina lantas ditutup dengan hasil imbang 1-1 dengan Swedia. Dengan empat poin, La Albiceleste hanya finis di peringkat ketiga, di bawah Swedia dan Inggris yang sama-sama mengoleksi lima poin.
2. Marcelo Bielsa dan Chile terhenti pada babak 16 besar edisi 2010
Marcelo Bielsa kembali ke Piala Dunia pada 2010. Kali ini, ia mengawal tim yang telah ia tangani sejak 2007, Chile. Perjalanannya bersama Arturo Vidal dan kolega hanya sampai babak 16 besar.
Berjumpa Honduras pada laga pertama fase grup, pasukan Bielsa berhasil menang tipis 1-0. Satu-satunya gol tersebut dicetak Jean Beausejour pada menit 34. Kemenangan dengan skor yang sama kembali terjadi saat bertemu Swiss pada laga kedua. Tim besutan Bielsa lantas memastikan satu tempat pada babak 16 besar meski kalah 1-2 dari Spanyol pada laga ketiga.
Sebagai runner-up grup H, Chile harus berhadapan dengan Brasil pada babak 16 besar. Skuad besutan Bielsa tak mampu berbuat banyak hingga kalah telak 0-3. Setelah tertinggal 0-2 oleh gol Juan dan Luis Fabiano pada babak pertama, mereka kebobolan satu gol lewat aksi Robinho pada babak kedua.
3. Marcelo Bielsa gagal membawa Uruguay lolos ke fase gugur pada 2026
Setelah mengarungi petualangan bersama beberapa klub di liga top Eropa, Marcelo Bielsa dipilih sebagai juru taktik Uruguay pada Mei 2023. Setelah melalui fase kualifikasi yang cukup ketat, sang juru taktik berhasil membawa timnya lolos ke putaran final Piala Dunia 2026. Sayangnya, Uruguay yang dihuni sejumlah pemain berpengalaman gagal lolos ke fase gugur.
Uruguay hanya bermain imbang 1-1 saat bertemu Arab Saudi pada laga pertama. Mereka bahkan sempat tertinggal lebih dahulu pada menit 41 sebelum menyamakan kedudukan lewat Maxi Araujo pada menit 80. Pada laga kedua, pasukan Bielsa kembali meraih satu poin usai ditahan imbang Cape Verde 2-2.
Laga melawan Spanyol lantas menjadi penentu nasib Uruguay. Bermain di Estadio Akron, Uruguay takluk oleh gol tunggal Alex Baena pada menit 42. Pasukan Bielsa lantas finis di peringkat ketiga grup H dengan hanya meraih dua poin. Torehan tersebut juga membuat mereka menjadi tim peringkat ketiga terburuk.
Kegagalan Uruguay lolos dari fase grup pada Piala Dunia 2026 menambah daftar hasil yang belum memuaskan dalam perjalanan Marcelo Bielsa di turnamen tersebut. Dari 3 edisi bersama 3 negara berbeda, pencapaian terbaiknya sejauh ini masih membawa Chile menembus babak 16 besar pada 2010. Meski dikenal sebagai pelatih dengan filosofi permainan menyerang yang berpengaruh, Bielsa masih harus menunggu kesempatan berikutnya untuk mencatat prestasi yang lebih baik di panggung Piala Dunia.