Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

4 Pemain Senegal Pertama yang Cetak Brace di Piala Dunia

4 Pemain Senegal Pertama yang Cetak Brace di Piala Dunia
ilustrasi pemain (unsplash.com/jaenix)
  • Empat pemain Senegal pernah mencetak dua gol dalam satu laga Piala Dunia: Papa Bouba Diop, Henri Camara, Ismaila Sarr, dan Pape Gueye.
  • Diop dan Camara mencatat brace bersejarah pada edisi 2002, sementara Sarr dan Gueye melanjutkan tradisi itu di Piala Dunia 2026.
  • Hanya brace milik Camara dan Gueye yang membawa kemenangan bagi Senegal, sedangkan Diop meraih hasil imbang dan Sarr mengalami kekalahan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Senegal sudah mencetak 24 gol dari 15 pertandingan Piala Dunia yang mereka jalani per 27 Juni 2026. Jumlah tersebut berasal dari 16 pemain serta 1 bunuh diri. Terdapat empat orang yang mampu mengukir brace dari seluruh penggawa The Lions of Teranga yang berhasil mencatatkan namanya di papan skor di ajang terbesar ini.

  1. 1. Papa Bouba Diop dua kali membobol gawang Uruguay pada 11 Juni 2002

    Papa Bouba Diop merupakan pemain yang mencetak gol debut Senegal di Piala Dunia. Mereka berhadapan dengan Prancis pada laga fase grup perdana Piala Dunia 2002. Senegal membuat kejutan dengan menumbangkan juara bertahan tersebut berkat gol tunggal Diop pada menit 30. Senegal lantas imbang 1-1 dengan Denmark pada matchay kedua dengan satu golnya berasal dari Salif Alassane Diao (52’).

    Senegal lantas imbang 3-3 dengan Uruguay pada pertandingan fase grup terakhir. Tim yang saat itu dilatih Bruno Metsu tersebut sebetulnya unggul dulu 3-0 pada babak pertama. Khalilou Fadiga mencetak gol pembuka pada menit 20 setelah mengeksekusi hadiah penalti yang berasal dari pelanggaran Fabian Carini kepada El-Hadji Diouf. Diop lantas menggandakan keunggulan 6 menit berselang. Ia berlari dari lini kedua untuk menghajar umpan tarik dari Henri Camara.

    Diop kemudian mengantongi brace pada menit 38. Ia kembali mencetak gol berkat assist dari Camara. Diop menyontek crossing dari Camara dengan kaki kiri. Sayangnya, Senegal tidak mampu membendung kebangkitan Uruguay pada babak kedua. Mereka kecolongan gol yang dicetak Richard Morales (46’), Diego Forlan (69’), dan Alvaro Recoba (88’). Meski begitu, Senegal berhasil lolos ke 16 besar sebagai runner-up grup A di bawah Denmark.

  2. 2. Dua gol Henri Camara membuat Senegal menang 2-1 atas Swedia pada 16 besar Piala Dunia 2002

    Dengan status sebagai runner-up grup A, Senegal pun bertemu Swedia pada 16 besar Piala Dunia 2002. Swedia sendiri merupakan juara grup F yang diisi Inggris, Argentina, dan Nigeria. Oleh karenanya, wajar jika mereka lebih diunggulkan. Itu kemudian terbukti ketika Henrik Larsson mencetak gol pada menit 11 dengan menanduk umpan sepak pojok dari Anders Svensson. Namun, Senegal berhasil menolak prediksi publik.

    Mereka menyamakan kedudukan pada menit 37. Henri Camara mengontrol sundulan dari El-Hadji Diouf dengan dadanya di depan kotak penalti. Ia kemudian mengelak dari dua pemain lawan sebelum melepaskan tendangan. Bola melaju deras mendatar ke gawang Magnus Hedman. Kedua tim gagal menambah gol sampi waktu normal habis. Camara lantas keluar sebagai pahlawan Senegal pada menit 104. Ia membuat mereka menang berkat golden goal.

    Camara mendapat umpan backheel dari Pape Thiaw di sepertiga terakhir lapangan. Ia kemudian melewati deretan pemain Swedia sebelum melepaskan tendangan kaki kiri. Sayangnya, kejutan Senegal terhenti pada perempat final. Mereka kalah 0-1 dari Turki, juga akibat golden goal. Ilhan Mansiz membuatnya pada menit 94. Sementara itu, bagi Camara, torehan ke gawang Swedia merupakan dua gol sepanjang kariernya yang ia ciptakan di Piala Dunia.

  3. 3. Brace Ismaila Sarr gagal membuat Senegal terhindar dari kekalahan atas Norwegia pada 22 Juni 2026

    Setelah 2002, Senegal baru bermain lagi di Piala Dunia pada 2018. Mereka lantas hadir kembali di Qatar pada 2022. Namun, baru pada 2026 di Amerika Serikat. Meksiko, dan Kanada ini terdapat pemain yang mampu mengikuti jejak Papa Bouba Diop dan Henri Camara dalam mencetak brace. Dia adalah Ismaila Sarr.

    Sarr mengukirnya pada Senin (22/6/2026) ke gawang Norwegia. Ia mencatatkan namanya di papan skor pada menit 53 setelah melepaskan tendangan di dalam kotak penalti sambil terjatuh. Pemain asal Crystal Palace tersebut lantas menyelesaikan umpan dari Nicolas Jackson pada menit 90+3.

    Sayangnya, Senegal kalah 2-3 akibat gol Marcus Pedersen (43’) dan dwigol Erling Haaland (48’, 58’). Bagi Sarr, brace tersebut membuatnya menyamai tiga gol Piala Dunia milik Diop. Sebelumnya, ia mencetak satu gol melalui tendangan penalti yang membantu menang 2-1 atas Ekuador pada edisi 2018 silam.

  4. 4. Pape Gueye menyumbang dua gol saat Senegal membantai Irak 5-0 pada 26 Juni 2026

    Senegal menjalani partai hidup mati saat berhadapan dengan Irak pada Jumat (26/6/2026). Hanya kemenangan telak yang bisa membawa mereka lolos ke 32 besar Piala Dunia 2026. Mereka berhasil memenuhi tugas tersebut dengan mencetak lima gol dan tidak kebobolan.

    Habib Diarra mencetak gol pembuka pada menit keempat setelah bola hasil sundulan Abdoulaye Seck mengenai kakinya. Senegal makin berada di atas angin usai Rebin Sulaka menerima kartu merah pada menit 13 akibat pelanggaran kepada Sadio Mane. Namun, Senegal baru menggandakan keunggulan melalui Ismaila Sarr pada menit 56.

    Setelahnya, Pape Gueye muncul sebagai bintang. Gelandang asal Villarreal itu menggantikan Diarra pada menit 57. Ia berhasil mencatatkan namanya di papan skor 2 menit berselang. Gueye kemudian mengemas brace pada menit 71. Senegal akhirnya menutup papan skor lewat Iliman Ndiaye pada menit 82. Mereka lolos ke 32 besar sebagai salah satu peringkat ketiga terbaik.

    Hanya brace Pape Gueye dan Henri Camara yang menghasilkan kemenangan untuk Senegal di Piala Dunia. Papa Bouba Diop cuma merasakan keimbangan ketika membuat torehan tersebut dan Ismaila Sarr harus rela menelan kekalahan.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Related Articles

See More