Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kisah Osasuna, Klub Laliga yang Nyaris Punah

Kisah Osasuna, Klub Laliga yang Nyaris Punah
Stadion CA Osasuna, stadion El Sadar (IDN Times/Margith Damanik)
Intinya sih...
  • Kisah kelam CA Osasuna pada awal 2010-an, terjerat utang dan degradasi ke Segunda Division.
  • Osasuna terpaksa kehilangan stadion El Sadar pada 2014 karena krisis finansial besar.
  • Restrukturisasi besar-besaran dan dukungan suporter memungkinkan Osasuna bangkit, kembali ke Laliga, dan tampil kompetitif.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Pamplona, IDN Times - Tidak banyak klub yang mampu bangkit dari ambang kehancuran total. Namun, Club Atlético Osasuna atau CA Osasuna adalah pengecualian yang menggetarkan hati. Klub merah dari Pamplona ini pernah berdiri di tepi jurang, nyaris lenyap dari panggung sepak bola Spanyol. 

Namun, dari ragam masalah dan kesulitan finansial hingga prestasi yang terpuruk, Osasuna justru menulis salah satu kisah comeback paling inspiratif dalam sejarah Laliga. Dari menggadaikan stadion hingga bangkit dan jadi salah satu klub yang aman dari zona degradasi, Osasuna berdiri kokoh dihiasi pahit-manisnya perjuangan.

1. Kisah kelam yang cukup panjang

Kisah Osasuna, Klub Laliga yang Nyaris Punah
Suasana jelang laga Osasuna vs Villarreal di stadion El Sadar (IDN Times/Margith Damanik)

Kisah kelam CA Osasuna bermula pada awal 2010-an. Kala itu, Osasuna terjerat utang yang mencekik. Menurut cerita penanggung jawab komunikasi internasional CA, Osasuna, Hector Castelltort, manajemen lama membuat serangkaian keputusan buruk. Sementara performa tim di lapangan pun terus merosot. 

Ini membuat pandapatan klub menyusut, sponsor kabur, dan pihak berwenang menekan klub terkait kewajiban pajak yang tak terbayarkan. Krisis semakin parah ketika Osasuna terdegradasi ke Segunda Division. Di luar lapangan, penyelidikan mengenai dugaan manipulasi pertandingan ikut memperburuk citra klub. 

Pada titik ini, banyak pihak percaya kisah Osasuna akan berakhir sebagai catatan tragis dalam buku sejarah sepak bola Spanyol.

2. Harus kehilangan El Sadar

Kisah Osasuna, Klub Laliga yang Nyaris Punah
Suasana jelang laga Osasuna vs Villarreal di stadion El Sadar (IDN Times/Margith Damanik)

Osasuna sempat terpaksa kehilangan stadionnya, El Sadar. Meskipun kehilangan yang dimaksud tidak benar-benar kehilangan stadionnya secara permanen.

Ini terjadi  pada puncakkrisis finansial besar pada 2014. Kala itu, klub terpaksa mentransfer kepemilikan Stadion El Sadar kepada Pemerintah Regional Navarra untuk membantu membayar utang besar yang mengancam eksistensi klub.  

Meskipun pergantian kepemilikan ini terjadi, Osasuna tetap memiliki hak pakai stadion sebagai markas mereka. Pada November 2014, karena tekanan utang yang sangat berat, parlemen regional setuju untuk membeli El Sadar dari Osasuna sehingga klub bisa mendapatkan suntikan dana dan menstabilkan keuangan. 

3. Perlahan membaik dan bangkit

Kisah Osasuna, Klub Laliga yang Nyaris Punah
Suasana laga Osasuna vs Villarreal di stadion El Sadar (IDN Times/Margith Damanik)

Namun, justru di masa paling gelap itulah cahaya baru muncul. Para pemilik klub sekaligus suporter fanatik memutuskan Osasuna tidak boleh mati. Restrukturisasi besar-besaran dan memilih manajemen baru yang jauh lebih transparan dan berorientasi masa depan dilakukan.

“Tak ada belanja pemain berlebihan. Osasuna mengupayakan untuk bisa kembali mendapatkan semua yang seharusnya menjadi milik mereka. Termasuk stadion,” kata Hector.

Langkah penyelamatan itu bukan sekadar formalitas. Para suporter membeli tiket musiman meski kondisi sulit, menghadiri pertandingan dalam jumlah masif, dan bahkan berpartisipasi dalam kampanye penggalangan dana yang viral. 

Stadion El Sadar yang selalu bergemuruh menjadi simbol perlawanan terhadap kehancuran. Perubahan positif pun mulai terlihat. 

Osasuna tidak hanya kembali ke Laliga, tetapi juga tampil kompetitif melawan klub-klub yang jauh lebih kaya. Mereka bahkan menembus final Copa del Rey pada 2023. 

Hari ini, Osasuna bukan sekadar peserta Laliga. Osasuna adalah simbol keteguhan hati dan perjuangan bersama. 

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Rochmanudin Wijaya
EditorRochmanudin Wijaya
Follow Us

Latest in Sport

See More

Keluhan Pembalap Haas terhadap Mobil Generasi Baru Formula 1 2026

06 Feb 2026, 19:18 WIBSport