Kiper Cape Verde, Vozinha, saat menyelamatkan gawangnya dari tandukan Mikel Oyarzabal di laga kontra Spanyol (AFP / Roberto Schmidt)
Lucunya, sejak kecil Josimar tak pernah menjadi panggilannya. Vozinha justru lebih lekat dengannya karena alasan memilukan. Ketika kecil, Vozinha selalu menjadi korban perundungan dari anak-anak yang lebih besar dan selalu mengadu kepada kakek-nenek yang mengasuhnya, karena ayah serta ibunya sibuk bekerja.
Dari sinilah, julukan Vozinha muncul karena suaranya begitu kecil ketika mengadu kepada kakek-neneknya. Awalnya, Vozinha kesal dipanggil dengan nama tersebut.
"Semua karena kakek-nenek. Saya tak pernah tinggal bareng orang tua. Ketika lahir, ayah saya di militer. Ibu selalu bekerja serabutan. Jadi, saya tumbuh bersama kakek-nenek. Di lingkungan saya tinggal, anak-anaknya lebih tua. Saya selalu main di jalanan dan dirundung. Sampai akhirnya saya jago dengan kaki ini, kompetitif, dan kejam. Saya tak suka kalah," kata Vozinha, dilansir situs resmi FIFA.
"Saya sering menerima pukulan. Ketika tak bisa membalas dendam, saya ke rumah dengan rasa marah, muka murung, dan mereka selalu mengejek. Bilang pada akhirnya saya mengadu ke kakek-nenek," lanjutnya.