Sevilla menjual Akor Adams ke Venezia seharga Rp278 miliar pada bursa transfer musim panas 2026. Ini masuk daftar penjualan termahal Sevilla ke klub Italia. Selain penyerang asal Nigeria tersebut, sudah ada beberapa pemain yang terlebih dahulu hijrah ke Italia dengan banderol mahal. Mereka bermain untuk klub yang berbeda. Selain itu, mayoritas di antaranya berposisi sebagai pemain depan.
5 Penjualan Termahal Sevilla ke Klub Italia per Juli 2026

- Sevilla menjual Akor Adams ke Venezia seharga Rp278 miliar pada 22 Juli 2026, dengan kontrak hingga 2030; ia menjadi pembelian termahal Venezia pada bursa musim panas itu.
- Carlos Bacca menjadi penjualan termahal Sevilla ke klub Italia senilai Rp578 miliar ke AC Milan pada 2015, disusul Steven Nzonzi ke AS Roma seharga Rp463 miliar pada 2018.
- Luis Muriel dijual ke Atalanta seharga Rp368 miliar dan mencetak 68 gol serta trofi Liga Europa, sementara Joaquin Correa ke Lazio Rp310 miliar dengan 30 gol dan 18 assist.
1. Carlos Bacca (Rp578 miliar) bermain produktif bersama AC Milan
Carlos Bacca berpisah dengan Sevilla pada 3 Juli 2015. Ia saat itu memilih cabut dari Ramon Sanchez-Pizjuan untuk menerima pinangan dari AC Milan. Dana yang harus dikeluarkan oleh I Rossoneri untuk membawanya ke San Siro sangat mahal, yaitu mencapai angka Rp578 miliar.
Biaya ini sebanding dengan performa impresif yang diperlihatkan pada dua musim awalnya di AC Milan. Carlos Bacca membuktikan kapasitasnya sebagai striker yang tajam dengan dapat mengemas 34 gol. Namun, ia setelah itu justru dipinjamkan hingga akhirnya dijual pada 2018.
2. Steven Nzonzi (Rp463 miliar) menjadi andalan pada musim debut
Steven Nzonzi bergabung ke AS Roma pada musim panas 2018. Sevilla setuju menjualnya usai menerima uang penjualan senilai Rp463 miliar. Kepindahan ini sangat menguntungkan, sebab jauh lebih mahal daripada nominal saat menggaetnya dari Stoke City yang hanya Rp139 miliar.
Menariknya, harga mahal ini tidak terlepas dari kesuksesannya bersama Timnas Prancis dalam menjuarai Piala Dunia 2018. Ini kesempatan besar untuk mematok tinggi biaya penjualannya. Sayangnya, Steven Nzonzi hanya menjadi pemain andalan pada musim debutnya di AS Roma.
3. Luis Muriel (Rp368 miliar) sukses mempersembahkan trofi Liga Europa
Luis Muriel berlabuh di Atalanta pada 1 Juli 2019. Ia direkrut dari Sevilla dengan nilai transfer Rp368 miliar dan menjalin kerja sama selama 4 musim. Ini menandai kepulangannya ke Italia karena sebelumnya pernah berkarier di sana dengan menjadi bagian Sampdoria, Udinese, dll.
Pengalaman ini membuatnya cepat beradaptasi dengan permainan Atalanta. Luis Muriel saat itu konsisten menjadi tumpuan untuk membobol gawang lawan. Ia memiliki insting baik yang terlihat dari koleksi 68 gol dengan prestasi terbaik saat mempersembahkan trofi Liga Europa.
4. Joaquin Correa (Rp310 miliar) tidak menjadi pembelian yang gagal
Joaquin Correa hanya bertahan selama dua musim bersama Sevilla. Ia mengakhiri perjalanan di Ramon Sanchez-Pizjuan usai memutuskan untuk pindah ke Lazio pada musim panas 2018. Biancocelesti saat itu rela menguras tabungan untuk dapat menebusnya seharga Rp310 miliar.
Ini bukanlah pembelian yang gagal dan mengecewakan. Pasalnya, Joaquin Correa tampil apik dengan memberikan kontribusi nyata selama di Lazio. Ia mencetak 30 gol dan 18 asis dari 117 pertandingan di semua kompetisi, termasuk di Serie A Italia dan Liga Champions Eropa (UCL).
5. Akor Adams (Rp278 miliar) menjadi alternatif terbaru posisi penyerang
Akor Adams resmi diumumkan sebagai rekrutan baru Venezia pada 22 Juli 2026. Ia diboyong dari Sevilla dengan mahar Rp278 miliar dan akan terikat kontrak hingga 2030. Ini membuatnya menjadi pembelian paling mahal I Arancioneroverdi pada bursa transfer musim panas 2026.
Akor Adams akan memperkuat Venezia yang berstatus tim promosi di Serie A 2026/2027. Oleh karena itu, ia adalah bagian dari usaha tim untuk memperkuat lini serang. Ia diharapkan dapat tampil bagus di barisan depan dan membantu tim bertahan di kasta tertinggi sepak bola Italia.
Sevilla mendapatkan dana segar dari hasil penjualan Akor Adams ke Venezia. Ini menambah panjang para pemain Los Nervionenses yang dijual mahal ke klub Italia. Langkah ini menjadi bukti bahwa mereka dapat menciptakan para pemain berkualitas dengan nilai tinggi.






















