Pemain PSIS saat berfoto sebelum laga di lapangan. (instagram.com/wallacecostab)
PSIS pada awal musim tampil sangat menawan meskipun banyak diisi pemain muda. Namun, ketika terjadi pergantian pelatih pada pertengahan musim, klub asal Semarang ini tampil inkonsisten dan banyak menelan hasil imbang dan kalah. Itu memaksa mereka harus keluar dari peringkat lima besar.
Keunggulan PSIS Semarang musim ini adalah memiliki gaya permainan yang cepat dan pemain mudanya yang tampi apik. Selain itu, lini pertahan mereka juga susah ditembus lawan.
Wallace Costa, Alfeandra Dewangga, Pratama Arhan, dan Jandia Eka menjadi tembok kokoh selama pergelaran Liga 1 musim ini. Hal itu membuat PSIS Semarang hanya kebobolan 34 gol dari 34 pertandingan.
Pertahanan yang kokoh tentu akan berdampak baik bagi sebuah klub untuk meraih kemenangan. Karena keunggulan atau gol yang dicetak tidak akan mudah untuk dibalas lawan. Kualitas pemain bertahan dan kiper tentu menjadi faktor penting agar pertahanan aman dari gol lawan.