Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
3 Klub yang Pernah Dilatih Eddie Howe per 26 Oktober 2026
Newcastle United (commons.wikimedia.org/Ardfern)
  • Eddie Howe kembali disorot sebagai kandidat Manchester United jika Michael Carrick dipecat; per 26 Oktober 2026, ia berstatus tanpa klub.
  • Howe menangani Bournemouth dalam dua periode, membawa klub dari League Two hingga Premier League dan menjuarai EFL Championship 2014/2015, sebelum berpisah pada 2020.
  • Di Newcastle United, Howe meraih Carabao Cup 2024/2025 dan membawa tim ke Liga Champions 2023/2024; sebelumnya, masa kerjanya di Burnley berakhir pada Oktober 2012.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Nama Eddie Howe kembali menjadi sorotan menjelang akhir Oktober 2026. Pelatih yang kini berstatus tanpa klub tersebut disebut-sebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menangani Manchester United (MU) jika Michael Carrick dipecat, seperti dilansir Sky Sports. Howe bukan sosok asing di sepak bola Inggris karena telah menangani sejumlah klub selama berkarier sebagai pelatih. Pengalamannya di level klub membuat namanya masuk dalam perbincangan mengenai calon juru taktik baru Setan Merah. Lantas, klub mana saja yang pernah dilatih Eddie Howe sepanjang kariernya hingga 26 Oktober 2026?

1. Eddie Howe menangani Bournemouth dalam 2 periode berbeda

Eddie Howe untuk pertama kalinya menangani skuad senior pada Desember 2008, ketika baru berusia 31 tahun. Ia ditunjuk sebagai pelatih utama Bournemouth setelah menghabiskan 2 tahun menangani skuad junior. Tanggung jawab tersebut ia emban hingga Januari 2011, ketika Burnley merekrutnya untuk berkompetisi di EFL Championship. Kepindahan ini menjadi langkah penting dalam karier Howe setelah berhasil membawa Bournemouth berkembang dari League Two hingga bersaing di papan atas League One.

Selama periode tersebut, Howe mengawal The Cherries dalam 102 laga berbeda dengan pencapaian 51 menang, 17 imbang, serta 34 kalah. Salah satu periode terbaiknya terjadi pada Agustus–September 2009. Dalam 6 laga beruntun di 2 ajang berbeda, ia selalu membawa anak asuhnya meraih kemenangan. 

Pada November 2012, Howe kembali ke Bournemouth setelah mengundurkan diri dari Burnley. Keputusan tersebut tidak lepas dari alasan pribadi dan keinginannya untuk lebih dekat dengan keluarga di Dorset. Selain memiliki ikatan emosional yang kuat dengan The Cherries, ia juga pernah membantu klub tersebut melewati masa sulit sebelum akhirnya menerima tawaran untuk kembali menangani mereka.

Periode kedua Howe bersama Bournemouth berlangsung hingga Agustus 2020, ketika ia berpisah dengan klub atas kesepakatan bersama setelah The Cherries terdegradasi dari English Premier League. Selama periode kedua bersama Howe, Bournemouth mencatatkan 355 laga dengan torehan 144 menang, 75 imbang, serta 136 kalah. Meski kesulitan membawa pasukannya bersaing di Premier League, Howe sempat mempersembahkan trofi EFL Championship pada 2014/2015.

2. Eddie Howe gagal mengangkat performa Burnley pada 2011–2012

Eddie Howe ditunjuk sebagai juru taktik Burnley pada Januari 2011 setelah menerima tawaran untuk menangani klub yang berkompetisi di Championship tersebut. Ia memandang kesempatan ini sebagai langkah penting untuk mengembangkan karier kepelatihannya ke level yang lebih tinggi setelah menunjukkan performa menjanjikan bersama Bournemouth. Selain itu, Howe tertarik dengan ambisi Burnley untuk kembali bersaing di Premier League usai terdegradasi pada musim sebelumnya. 

Sayangnya, pencapaian Burnley bersama Howe tak terlalu mentereng. Pada musim pertama (2010/2011), The Clarets menduduki peringkat kedelapan Championship dengan torehan 18 menang, 14 imbang, serta 14 kalah. Pada musim berikutnya, Burnley kembali gagal meraih tiket promosi dan justru terlempar dari peringkat sepuluh besar Championship, finis di peringkat ke-13 dengan raihan 17 menang, 11 imbang, serta 18 kalah.

Oktober 2012 lantas menjadi titik akhir dari kebersamaan Howe dengan The Clarets. Sebelum berpisah, ia gagal membawa Burnley tampil apik pada awal musim 2012/2013, hanya mencatatkan 5 kemenangan, 2 keimbangan, dan 6 sisanya berakhir dengan kekalahan. Howe meninggalkan kursi pelatih Burnley pada 12 Oktober 2012.

3. Bersama Newcastle United, Eddie Howe berhasil meraih satu trofi dan membawa tim tampil di Liga Champions

Tiga bulan setelah berpisah dengan Bournemouth, tepatnya pada November 2021, Eddie Howe menerima tawaran untuk menangani Newcastle United. Penunjukannya dilakukan setelah klub memasuki era baru menyusul pengambilalihan oleh konsorsium yang dipimpin Public Investment Fund (PIF) Arab Saudi pada Oktober 2021. Manajemen Newcastle menilai Howe sebagai sosok yang tepat untuk memimpin proyek jangka panjang klub.

Kebersamaan Howe dengan The Magpies bertahan hingga musim panas 2026. Pada Juli 2026, ia memutuskan mundur setelah hampir 5 tahun menangani tim. Keputusan tersebut dilatarbelakangi kelelahan fisik dan mental serta kendala finansial dan transfer yang membatasi pengembangan skuad. Howe juga merasa telah mencapai batas kemampuannya dalam membawa klub berkembang sehingga Newcastle membutuhkan energi dan arah baru untuk melangkah lebih jauh.

Selama menangani Newcastle, Howe berhasil mencatatkan beberapa pencapaian membanggakan. Ia berhasil mengakhiri puasa trofi klub dengan membawa timnya menjuarai Carabao Cup 2024/2025. Dirinya juga sukses membawa Newcastle kembali tampil di Liga Champions Eropa pada 2023/2024 usai absen selama 2 dekade, berkat keberhasilan finis di peringkat keempat Premier League 2022/2023. Dari total 231 pertandingan yang dilewati bersama Howe, The Magpies mencatatkan 116 kemenangan, 43 keimbangan, dan 72 kekalahan.

Perjalanan Eddie Howe bersama tiga klub tersebut menunjukkan dinamika karier kepelatihannya di sepak bola Inggris. Bournemouth menjadi klub yang paling lama ia tangani dan tempat namanya mulai dikenal luas, sedangkan Newcastle United menjadi tim yang ia bawa meraih trofi Carabao Cup serta kembali tampil di Liga Champions Eropa. Dengan pengalaman tersebut, Howe berpotensi menjadi pilihan menarik bagi klub yang membutuhkan pelatih berpengalaman, termasuk Manchester United jika rumor ketertarikan mereka benar-benar berlanjut.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article