Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Emosionalnya Kane Usai Raih Ballon d'Or 2026, Cerita Perjuangan

3 min read
Emosionalnya Kane Usai Raih Ballon d'Or 2026, Cerita Perjuangan
Penyerang Inggris, Harry Kane (tengah), merayakan gol kedua timnya bersama rekan setimnya, Ezri Konsa (kiri) dan Eberechi Eze (kanan), selama pertandingan babak 32 besar Piala Dunia 2026 antara Inggris dan Republik Demokratik Kongo di Stadion Atlanta, Atlanta, pada 2 Juli 2026. (AFP/Odd Andersen)
  • Harry Kane memenangkan Ballon d'Or 2026 di London setelah mengungguli sembilan finalis, termasuk Ousmane Dembele, Erling Haaland, Kylian Mbappe, Lionel Messi, dan Lamine Yamal.

  • Kane menyebut penghargaan ini sebagai bukti perjuangan panjangnya, dari berkembang di Tottenham tanpa gelar hingga meraih trofi bersama Bayern Munich setelah melewati masa sulit awal karier.

  • Pada usia 33 tahun, Kane menegaskan Ballon d'Or dan catatan gol bukan akhir perjalanan; ia tetap bertekad meningkatkan kemampuan melalui kesabaran, kerja keras, dan kepercayaan diri.

This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Jakarta, IDN Times – Harry Kane mengaku tak menyangka bisa meraih trofi Ballon d'Or 2026. Dia menilai pencapaian tersebut menjadi bukti dari perjalanan kariernya yang penuh perjuangan, termasuk melewati berbagai masa sulit sebelum mencapai level tertinggi.

Malam penganugerahan Ballon d'Or 2026 berlangsung di London Palladium Theatre, London, Inggris, pada Selasa (27/10/2026) dini hari WIB. Ini menjadi kali pertama sejak 2019 seremoni penghargaan tersebut tidak digelar di Theatre du Chatelet, Paris, Prancis.

Kane berhasil memenangkan Ballon d'Or 2026 setelah mengungguli sembilan pemain lain yang masuk daftar 10 besar nominasi. Mereka adalah Ousmane Dembele, Erling Haaland, Kylian Mbappe, Khvicha Kvaratskhelia, Lionel Messi, Michael Olise, Lamine Yamal, Fabian Ruiz, dan Rodri.

Kane pun mengakui bahwa dirinya tidak pernah benar-benar membayangkan bisa mencapai titik tersebut dalam kariernya.

"Tidak banyak orang yang menyangka dan mungkin bahkan saya sendiri tidak menyangka akan sejauh ini," kata Kane, dilansir DAZN.

  1. 1. Kane melewati masa sulit sebelum menjadi striker tajam

    Kane mengawali perjalanan kariernya bersama Tottenham Hotspur. Di klub tersebut, ia berkembang secara bertahap hingga menjadi striker yang dikenal tajam dan produktif di depan gawang.

    Meski mampu mencetak banyak gol, Kane belum berhasil mempersembahkan gelar juara bagi Tottenham. Ia kemudian memutuskan pindah ke Bayern Munich di Jerman. Bersama klub berjuluk Die Roten itu, ketajamannya berlanjut hingga akhirnya ia berhasil meraih trofi.

    Namun, perjalanan Kane menuju kesuksesan tidak selalu berjalan mulus. Ia mengaku harus melewati berbagai tantangan, terutama pada awal kariernya, ketika dirinya belum dipandang sebagai calon superstar sepak bola.

    "Saya harus melewati banyak suka duka, terutama di awal karier saya. Saya bukanlah orang yang dianggap akan menjadi superstar seperti beberapa pemain sekarang," ungkap Kane.

    Menurutnya, kesabaran dan kerja keras menjadi faktor penting yang membantunya melewati masa-masa sulit. Ia juga harus berjuang melawan keraguan dalam dirinya sendiri agar tetap mampu berkembang sebagai pemain.

  2. 2. Ballon d'Or jadi bukti kerja keras dan tekad Kane

    Kane menegaskan bahwa kepercayaan diri dan tekad membantunya bertahan ketika menghadapi berbagai tantangan. Baginya, mencapai level tertinggi bukanlah alasan untuk berhenti berkembang.

    Ia justru berusaha terus meningkatkan kemampuan, terlepas dari pencapaian yang sudah diraih sepanjang kariernya.

    "Saya harus bersabar dan bekerja keras. Sering kali saya harus melawan pikiran sendiri dan saya harus melewatinya. Saya harus menunjukkan kepercayaan diri dan tekad. Saya pikir itu yang membuat saya tetap teguh. Bahkan ketika saya sudah mencapai level tertinggi, saya terus meningkatkan diri dan menjadi lebih baik," ujar Kane.

  3. 3. Bukan akhir bagi seorang Kane

    Pemain berusia 33 tahun itu juga menegaskan bahwa pencapaian individu, termasuk memenangkan Ballon d'Or dan mencetak banyak gol, bukanlah akhir dari perjalanannya sebagai pesepak bola.

    Baginya, keinginan untuk terus berkembang tetap menjadi hal utama. Trofi Ballon d'Or 2026 menjadi bukti dari proses panjang yang telah ia jalani untuk mencapai level permainan terbaiknya.

    "Tidak peduli apa yang saya raih, berapa banyak gol yang saya cetak, memenangkan Ballon d'Or 2026, intinya selalu tentang menjadi lebih baik. Ini adalah bukti dari hal itu," tegas Kane.

Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More