Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Performa Indonesia dalam 4 Turnamen BWF World Tour Super 1000 2026

4 min read
Performa Indonesia dalam 4 Turnamen BWF World Tour Super 1000 2026
ilustrasi bulu tangkis (unsplash.com/Saif71.com)
  • Indonesia gagal meraih gelar dan final di Malaysia Open serta All England 2026; pencapaian terbaiknya adalah semifinal Jonatan Christie, Fajar/Fikri, dan Raymond/Joaquin.
  • Di Indonesia Open 2026, Jonatan Christie serta Raymond Indra/Nikolaus Joaquin mencapai final, tetapi keduanya menjadi runner-up sehingga Indonesia kembali nirgelar.
  • Kebuntuan berakhir di China Open 2026 saat Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri juara; Indonesia menutup empat Super 1000 dengan satu gelar dari 20 yang diperebutkan.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.

Rangkaian BWF World Tour 2026 menyisakan beberapa turnamen lagi sebelum musim 2026 berakhir. Salah satu level turnamen World Tour yang sudah rampung digelar adalah level Super 1000 yang resmi berakhir sejak selesainya China Open 2026 pada akhir Juli lalu.

China Open 2026 sendiri termasuk World Tour Super 1000 keempat sekaligus terakhir yang digelar musim ini. Sebelumnya, ada Malaysia Open 2026, All England 2026, dan Indonesia Open 2026 yang sudah lebih dulu selesai diselenggarakan. Dari empat turnamen tersebut, Indonesia selalu mengirimkan pebulu tangkis terbaiknya. Lalu, seperti apa performa Indonesia dalam empat turnamen World Tour Super 1000 tersebut?

  1. 1. Gagal meraih gelar juara di Malaysia Open 2026

    Perjalanan bulu tangkis Indonesia di turnamen World Tour Super 1000 dimulai dari Malaysia Open 2026. Di turnamen bergengsi yang berlangsung pada awal 2026 ini, Indonesia gagal membawa pulang gelar juara. Bahkan, tidak ada pebulu tangkis Merah Putih yang mampu menembus final.

    Pebulu tangkis Indonesia yang melaju terjauh di turnamen ini adalah Jonatan Christie dari sektor tunggal putra dan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri dari sektor ganda putra. Keduanya sama-sama mencapai semifinal. Menariknya, keduanya juga sama-sama kalah dari unggulan kedua.

    Langkah Jonatan untuk ke final digagalkan Kunlavut Vitidsarn asal Thailand yang akhirnya keluar sebagai juara. Ia kalah dari unggulan kedua tersebut 2 game langsung dengan skor 16-21 dan 16-21 dalam waktu 63 menit. Sementara itu, Fajar/Fikri kalah tipis 2 game dari Aaron Chia/Soh Wooi Yik asal Malaysia dengan skor 21-23 dan 18-21 dalam waktu 51 menit.

  2. 2. Nirgelar di All Engalnd 2026

    Indonesia juga nirgelar di All England 2026. Sama seperti di Malaysia Open 2026, tidak ada pebulu tangkis Indonesia yang mampu menembus final di turnamen bulu tangkis tertua di dunia ini. Wakil Merah Putih banyak berguguran sebelum semifinal. Hanya ada satu yang berhasil menembus empat besar, yakni Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari sektor ganda putra.

    Harapan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin untuk menjadi satu-satunya wakil Indonesia di partai final sirna setelah kalah dari ganda putra unggulan pertam asal Korea Selatan pada semifinal. Pasangan muda itu kalah dari Kim Won Ho/Seo Seung Jae yang akhirnya keluar sebagai juara. Mereka kalah 2 game langsung dalam pertandingan yang berlangsung selama 48 menit dengan skor 19-21 dan 13-21.

  3. 3. Kembali gigit jari di Indonesia Open 2026

    Tampil di hadapan publik sendiri, Indonesia kembali gigit jari di Indonesia Open 2026. Ini menjadi turnamen World Tour Super 1000 ketiga secara beruntun yang berakhir tanpa gelar juara bagi Indonesia. Meski begitu, hasil wakil Merah Putih di turnamen ini tidak seburuk dua turnamen sebelumnya.

    Indonesia masih sempat meloloskan wakilnya ke final Indonesia Open 2026. Ada dua pebulu tangkis Indonesia yang melaju hingga partai puncak, yakni Jonatan Christie dari sektor tunggal putra dan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin dari sektor ganda putra. Sayangnya, keduanya sama-sama berakhir sebagai runner-up.

    Jonatan secara mengejutkan kalah dari tunggal putra nonunggulan Kanada, Victor Lai. Ia kalah 2 game langsung dengan skor 19-21 dan 8-21 dalam waktu 39 menit. Di sisi lain, Raymond/Joaquin takluk di hadapan ganda putra Malaysia, Goh Sze Fei/Nur Izzuddin. Mereka kalah 3 game dari unggulan ketujuh itu dengan skor 21-13, 18-21, dan 10-21 dalam waktu 49 menit.

  4. 4. Mengamankan satu gelar juara di China Open 2026

    Kebuntuan Indonesia di turnamen World Tour Super 1000 2026 akhirnya terhenti di China Open 2026. Di turnamen ini, Indonesia sukses membawa pulang satu gelar juara. Gelar juara tersebut hadir lewat duet andalan dari sektor ganda putra, yakni Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri.

    Fajar/Fikri mengunci gelar juara setelah memenangkan duel final kontra unggulan pertama asal Korea Selatan, Kim Won Ho/Seo Seung Jae. Mereka menang lewat duel 3 game super sengit yang berlangsung selama 71 menit dengan skor 16-21, 21-19, dan 21-19. Kemenangan itu memastikan gelar juara pertama dan satu-satunya yang diraih Indonesia di turnamen World Tour Super 1000 2026.

    Secara keseluruhan, dari 20 gelar juara yang diperebutkan Indonesia hanya mampu mencuri 1 gelar juara. Hasil ini sama seperti tahun sebelumnya saat Indonesia hanya mengamankan satu gelar juara di turnamen World Tour Super 1000. Menariknya, gelar juara tersebut berasal dari pemain, sektor, dan turnamen yang sama. Pada musim 2025, pasangan Fajar Alfian/Muhammad Shohibul Fikri keluar sebagai juara di China Open 2025.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share Article
Editorial Team

Kisah Koperasi Perempuan di Tepi Rel

Related Articles

See More