Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

5 Klub Promosi Terakhir yang Finis 10 Besar EPL sebelum 2025/2026

ilustrasi Premier League
ilustrasi Premier League (pixabay.com/KelvinStuttard)
Intinya sih...
  • Newcastle United finis di peringkat sepuluh EPL 2017/2018
  • Wolverhampton Wanderers stabil di papan tengah EPL 2018/2019 dan finis di peringkat sepuluh
  • Sheffield United tampil apik di EPL 2019/2020 meski 12 tahun absen
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Sunderland masih konsisten tampil memukau di English Premier League (EPL) 2025/2026. Berstatus tim promosi, The Black Cats nyaman di peringkat delapan klasemen hingga pekan 24. Peluang bertahan di EPL terbuka lebar bagi Sunderland. Bahkan, tak berlebihan untuk meramalkan mereka bakal menutup musim di sepuluh besar.

Sejarah EPL sendiri memang pernah diwarnai penampilan hebat sejumlah klub promosi. Mereka yang naik dari EFL Championship tak melulu jadi bulan-bulanan di kasta teratas. Beberapa terbilang sukses bersaing hingga finis di sepuluh besar klasemen. Inilah lima klub terakhir yang mampu melakukannya sebelum 2025/2026.

1. Newcastle United finis di peringkat sepuluh EPL 2017/2018

Selama 4 musim beruntun dari 2017/2018 hingga 2020/2021, selalu ada satu klub promosi EPL yang finis di sepuluh besar klasemen. Pada 2017/2018, yang berhasil melakukannya adalah Newcastle United. The Magpies baru kembali ke EPL setelah menghabiskan 1 musim di Championship. Hasilnya, mereka langsung nangkring di peringkat sepuluh.

Dipimpin Rafael Benitez, raihan Newcastle di EPL musim itu naik turun. Mereka sempat melejit ke empat besar, tetapi sempat pula masuk zona degradasi. Namun, Newcastle akhirnya stabil di peringkat sepuluh sejak pekan 32 hingga akhir. Mereka menutup musim dengan 44 poin, unggul sebelas angka dari zona degradasi.

2. Wolverhampton Wanderers stabil di papan tengah EPL 2018/2019 dan finis di peringkat sepuluh

Wolverhampton Wanderers alias Wolves malah mampu finis di peringkat tujuh EPL pada 2018/2019. Padahal, Wolves saat itu baru kembali ke kasta teratas setelah 6 tahun absen. Pelatih mereka, Nuno Espirito Santo, pun baru pertama kali berkiprah di EPL. Namun, itu semua tak menghalangi Wolves untuk tampil luar biasa.

Wolves stabil di papan tengah klasemen EPL sepanjang 2018/2019. Posisi terburuk mereka hanyalah peringkat 14 pada pekan 2−3. Sejumlah tim besar pun sempat dikalahkan Wolves, yaitu Chelsea, Manchester United, dan Arsenal. Finis di peringkat tujuh juga meloloskan Wolves ke Liga Europa 2019/2020, alias kompetisi Eropa pertama bagi mereka sejak 1981.

3. Sheffield United tampil apik di EPL 2019/2020 meski 12 tahun absen

Berikutnya, ada Sheffield United, yang berkompetisi di EPL 2019/2020 sebagai tim promosi. Itu adalah penampilan pertama mereka di kasta teratas sejak 2006/2007 alias setelah 12 tahun absen. Namun, Sheffield langsung mengejutkan. Dalam 10 pekan pertama saja mereka sukses menahan imbang Chelsea di Stamford Bridge dan mengalahkan Arsenal.

Beberapa kali, Sheffield sempat merangsek ke lima besar klasemen EPL musim tersebut. Sheffield juga masih nangkring di peringkat tujuh hingga pekan 35. Sayangnya, mereka lalu kalah tiga kali beruntun hingga berakhir di peringkat sembilan. Meski demikian, itu tetap menjadi raihan terbaik Sheffield United di divisi utama Liga Inggris sejak 1991/1992.

4. Leeds United menutup EPL 2020/2021 dengan jarak hanya tiga poin di bawah zona Eropa

Leeds United mengikuti jejak Sheffield United dengan finis di peringkat sembilan EPL 2020/2021. Leeds saat itu juga baru kembali ke EPL setelah 16 tahun absen. The Whites terakhir kali berlaga di EPL pada 2003/2004 dan terdegradasi akibat kesulitan finansial yang membuat mereka harus menjual banyak pemain kunci.

Sekian lama menghilang dari EPL, Leeds ternyata masih punya taji untuk bersaing pada 2020/2021. Mereka tak sekali pun masuk zona degradasi dan akhirnya finis di peringkat sembilan. Mengoleksi 59 poin, Leeds hanya berjarak 3 angka dari zona Eropa. Striker mereka, Patrick Bamford, pun menjadi top skor keempat EPL musim tersebut dengan 17 gol.

5. Fulham menghabiskan sebagian besar EPL 2022/2023 di sepuluh besar klasemen

Terakhir, ada Fulham, tim promosi yang finis di peringkat sepuluh EPL 2022/2023. The Cottagers meraih tiket promosi ke EPL musim tersebut dengan gaya. Mereka menjuarai EFL Championship 2021/2022 sembari membuat rekor 106 gol. Fulham pun diunggulkan bisa bersaing di EPL 2022/2023, dan ternyata ramalan itu terbukti.

Sepanjang musim tersebut, peringkat terendah yang sempat dihuni Fulham adalah 13. Selebihnya, mereka menghabiskan sebagian besar waktu di sepuluh besar. Fulham pun finis di peringkat sepuluh dengan 52 poin. Itu adalah salah satu koleksi poin tertinggi mereka pada era Premier League.

Pada 2023/2024 dan 2024/2025, seluruh tim promosi di EPL tak selamat dari degradasi. Sunderland berpeluang besar bertahan di EPL pada akhir 2025/2026 sekaligus memutus rentetan buruk tersebut. Bisakah mereka melengkapinya dengan finis di sepuluh besar klasemen?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More

Osasuna dan Kedekatannya dengan Sepak Bola Indonesia, Kok Bisa?

06 Feb 2026, 17:30 WIBSport