Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Konflik Timur Tengah Berimbas ke Klub Liga 2, Persikad Atur Siasat

Konflik Timur Tengah Berimbas ke Klub Liga 2, Persikad Atur Siasat
Selebrasi pemain Persikad. (Dok. Persikad).
Intinya Sih
  • Konflik di Timur Tengah membuat harga minyak dan avtur melonjak, berdampak langsung pada biaya operasional klub Liga 2 seperti Persikad Depok.
  • Manajemen Persikad menerapkan disiplin ketat dalam pengelolaan keuangan untuk menjaga stabilitas kas dan performa tim selama kompetisi berlangsung.
  • Persikad mencari sumber pendapatan alternatif melalui kemitraan strategis, penjualan merchandise, dan optimalisasi pemasaran tiket agar keuangan klub tetap sehat.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Jakarta, IDN Times - Konflik geopolitik yang kian memanas di Timur Tengah rupanya tak hanya berdampak pada ekonomi makro global. Klub sepak bola Indonesia juga mulai merasakan getarannya.

Melonjaknya harga minyak dunia akibat perang berimbas langsung pada meroketnya harga avtur. Kondisi ini menjadi ancaman serius bagi operasional klub-klub Championship (Liga 2), yang rentan terhadap masalah finansial.

Salah satu kontestan Championship, Persikad Depok, ternyata punya cara tersendiri dalam menyikapi ancaman tersebut. Ada siasat yang sedang mereka kelola, apa itu?

1. Tetap waspada tanpa harus panik

-
Selebrasi pemain Persikad. (Dok. Persikad).

Bagi Persikad, pembengkakan biaya transportasi udara adalah skenario buruk yang harus dihindari. Setiap pengeluaran tambahan bisa berdampak langsung pada keseimbangan kas klub selama musim kompetisi.

Manajemen tim berjuluk Serigala Margonda mewaspadai ancaman tersebut. Namun, mereka memilih untuk menghadapi situasinya dengan kepala dingin.

"Kami berusaha untuk tidak panik, tapi juga tetap waspada dengan potensi tersebut," ujar Manajer Persikad, Diego Tobing, kepada IDN Times.

2. Disiplin ketat manajemen keuangan jadi kunci

-
Potret latihan Persikad. (Dok. Persikad).

Langkah pertama yang diambil manajemen adalah mengetatkan ikat pinggang di sektor pengeluaran klub. Diego menekankan kedisiplinan tingkat tinggi dalam menyusun anggaran adalah harga mati untuk menjaga stabilitas finansial.

Persikad berusaha keras agar neraca keuangan klub tidak terganggu. Sebab, masalah tersebut akan memengaruhi performa tim asuhan Achmad Zulkifli di atas lapangan.

"Itu menjadi prinsip kami guna menutup celah untuk hal-hal yang dapat mengganggu performa tim di lapangan," ujar Diego Tobing.

3. Putar otak cari sumber pendapatan alternatif

ilustrasi pendapatan
ilustrasi pendapatan (IDN Times/Aditya Pratama)

Ancaman kenaikan biaya operasional ini juga secara tidak langsung memaksa manajemen Persikad untuk lebih kreatif memutar otak. Mereka dituntut untuk segera mencari sumber pemasukan tambahan agar kas klub tetap sehat.

Salah satu siasat cerdik yang sedang diupayakan adalah menjalin kemitraan strategis dengan pihak ketiga. Mereka membuka peluang untuk berkolaborasi dengan maskapai penerbangan domestik.

"Misalnya dengan memaksimalkan kemitraan strategis, penjualan merchandise klub yang lebih masif, dan strategi pemasaran tiket pertandingan yang lebih optimal," ucap Diego Tobing.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Ilyas Listianto Mujib
EditorIlyas Listianto Mujib
Follow Us

Latest in Sport

See More