Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
It helps you see more of our articles when you search on Google
Kutukan Tuan Rumah Gugur Berjamaah di Piala Dunia 2026
bola resmi Piala Dunia 2026 Trionda dipamerkan di pusat relawan FIFA di Toronto, Kanada (commons.wikimedia.org/OhanaUnited)
  • Piala Dunia 2026 mencatat sejarah dengan tiga tuan rumah—Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko—yang semuanya gagal melaju ke perempat final meski mendapat dukungan besar dari publik sendiri.
  • Kanada, Meksiko, dan Amerika Serikat sama-sama tersingkir di babak 16 besar setelah kalah dari Maroko, Inggris, dan Belgia, menandai berakhirnya harapan kawasan CONCACAF di turnamen ini.
  • Babak perempat final didominasi enam negara Eropa disertai Argentina dan Maroko, sementara fenomena ‘kutukan tuan rumah’ menjadi sorotan utama Piala Dunia 2026.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Piala Dunia 2026 mencatat sejarah sebagai edisi pertama yang diselenggarakan oleh tiga negara sekaligus, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Status sebagai tuan rumah membuat ketiganya datang dengan ekspektasi tinggi, terlebih turnamen kali ini juga menjadi momentum penting bagi perkembangan sepak bola di kawasan Amerika Utara. Dukungan suporter, keuntungan bermain di kandang, dan infrastruktur kelas dunia sempat dianggap sebagai modal besar untuk melaju jauh di kompetisi. Namun, perjalanan ketiga negara tersebut ternyata tidak berjalan sesuai harapan.

Ketiga tuan rumah memang berhasil lolos dari fase grup dan melaju ke babak gugur. Akan tetapi, langkah mereka terhenti secara beruntun di babak 16 besar sehingga tidak ada satu pun wakil tuan rumah yang berhasil menembus perempat final. Kondisi ini membuat Piala Dunia 2026 melahirkan sebuah fenomena yang bisa disebut sebagai "kutukan tuan rumah", ketika seluruh penyelenggara justru gagal memanfaatkan keuntungan bermain di depan publik sendiri. Situasi tersebut sekaligus mengakhiri harapan kawasan CONCACAF (Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Karibia) untuk memiliki wakil di delapan besar turnamen.

1. Kanada jadi tuan rumah pertama yang tumbang

Kanada menjadi negara tuan rumah pertama yang harus mengakhiri perjalanan di Piala Dunia 2026. Tim asuhan Jesse Marsch tersingkir setelah kalah 0-3 dari Maroko pada babak 16 besar yang berlangsung di Houston Stadium, Amerika Serikat, pada (5/7/2026) dini hari WIB. Hasil tersebut mengakhiri laju impresif Kanada yang sebelumnya berhasil menembus fase gugur untuk pertama kalinya dalam sejarah keikutsertaan mereka di Piala Dunia. Meski demikian, efektivitas permainan Maroko membuat langkah The Canucks harus terhenti lebih cepat.

Di sisi lain, perjalanan Kanada tetap menjadi salah satu cerita menarik di turnamen kali ini. Mereka menunjukkan perkembangan signifikan dibandingkan edisi-edisi sebelumnya dan berhasil mencatat pencapaian terbaik sepanjang sejarah partisipasi mereka di Piala Dunia. Mengutip Nigeria Sport, kegagalan Kanada lebih dipengaruhi oleh minimnya pengalaman di fase knockout dan kematangan permainan Maroko. Karena itu, tersingkirnya Kanada tidak serta-merta menghapus capaian positif yang telah mereka ukir sepanjang turnamen.

2. Meksiko gagal manfaatkan dukungan Stadion Azteca

Setelah Kanada, giliran Meksiko yang harus menerima kenyataan pahit. El Tri tumbang 2-3 dari Inggris pada pertandingan sengit di Stadion Azteca, Senin (6/7/2026). Kekalahan tersebut terasa menyakitkan karena Meksiko datang ke babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi setelah menyapu bersih seluruh pertandingan fase grup. Dukungan puluhan ribu suporter di kandang sendiri pun belum cukup untuk mengantarkan mereka melangkah ke perempat final.

Kekalahan itu sekaligus membuat Meksiko kembali gagal menyamai pencapaian terbaik mereka di Piala Dunia, yakni mencapai perempat final seperti pada edisi 1970 dan 1986. Padahal, El Tri hanya membutuhkan satu kemenangan lagi untuk mengulang sejarah tersebut. Sepanjang pertandingan, Meksiko beberapa kali mampu memperkecil ketertinggalan dan memberikan tekanan kepada Inggris yang sempat bermain dengan 10 orang. Namun, mereka kesulitan memanfaatkan momentum dan gagal menciptakan peluang bersih yang cukup untuk membongkar pertahanan The Three Lions hingga peluit panjang berbunyi.

3. Amerika Serikat jadi wakil terakhir yang ikut tersingkir

Harapan terakhir tuan rumah kemudian bertumpu pada Amerika Serikat. Tim asuhan Mauricio Pochettino menjadi satu-satunya wakil CONCACAF yang masih bertahan setelah Kanada dan Meksiko tersingkir lebih dulu. Namun, langkah mereka juga terhenti di babak 16 besar setelah dikalahkan Belgia dengan skor telak 1-4 di Stadion Seattle, Washington pada Selasa, (7/7/2026). Hasil tersebut sekaligus memastikan tidak ada satu pun negara tuan rumah yang berhasil mencapai perempat final Piala Dunia 2026.

Kegagalan Amerika Serikat cukup mengejutkan karena mereka sebelumnya dipandang sebagai tim dengan kedalaman skuad dan pengalaman internasional yang lebih baik dibanding dua tuan rumah lainnya. Selain itu, dukungan publik dan keuntungan bermain di kandang sendiri sempat membuat The Stars and Stripes diprediksi mampu melangkah lebih jauh. Namun, Belgia tampil lebih efektif dan berhasil memanfaatkan setiap peluang yang dimiliki. Kekalahan tersebut pun menutup perjalanan kawasan CONCACAF di turnamen edisi kali ini.

4. Tuan rumah kompak gugur berjamaah dan delapan besar berhasil dikuasai Eropa

Kegagalan tiga negara tuan rumah memberikan dampak besar terhadap peta persaingan di Piala Dunia 2026. Babak perempat final kini didominasi oleh enam negara Eropa, yakni Prancis, Spanyol, Belgia, Norwegia, Inggris, dan Swiss. Sementara dua slot lainnya diisi Argentina dan Maroko yang menjadi wakil dari Amerika Selatan dan Afrika. Tidak adanya wakil CONCACAF di delapan besar menjadi salah satu kejutan terbesar di turnamen ini.

Dominasi negara-negara Eropa di perempat final juga memunculkan diskusi mengenai kesenjangan kualitas antar-konfederasi di Piala Dunia 2026. Di sisi lain, keberhasilan Maroko dan Norwegia menunjukkan bahwa tim nonunggulan tetap memiliki peluang untuk menciptakan kejutan. Situasi tersebut membuat persaingan menuju gelar juara dunia semakin terbuka dan sulit diprediksi. Tersingkirnya seluruh tuan rumah di gelaran Piala Dunia 2026 kini telah memasuki fase baru yang sepenuhnya dikuasai tim-tim yang mampu menjaga konsistensi permainan.

Piala Dunia 2026 memang tetap menjadi momen bersejarah bagi Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko dari sisi penyelenggaraan. Ketiga negara berhasil menghadirkan atmosfer kompetisi yang meriah dan menunjukkan kapasitas mereka sebagai tuan rumah ajang olahraga terbesar di dunia. Selain itu, turnamen ini juga diperkirakan akan memberikan dampak positif bagi perkembangan sepak bola dan industri olahraga di kawasan Amerika Utara dalam jangka panjang.

Meski demikian, edisi kali ini akan dikenang sebagai turnamen ketika tiga negara tuan rumah kompak tersingkir sebelum mencapai perempat final. Keuntungan bermain di kandang sendiri yang selama ini dianggap sebagai salah satu faktor penting di Piala Dunia ternyata tidak mampu dimanfaatkan secara maksimal. Fenomena tersebut melahirkan narasi mengenai "kutukan tuan rumah" di Piala Dunia 2026 dan menjadi pengingat bahwa status sebagai penyelenggara tidak selalu menjamin kesuksesan di lapangan hijau. Bahkan, tekanan besar dari ekspektasi publik justru dapat menjadi tantangan tersendiri bagi tim tuan rumah.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Curated For You

Editorial Team

Related Article