Kiprah Roberto Martinez di 3 Piala Dunia per 2026, Tanpa Trofi

- Roberto Martinez membawa Belgia finis di posisi ketiga Piala Dunia 2018, pencapaian terbaik sepanjang sejarah tim tersebut dengan performa impresif sejak fase grup hingga perebutan tempat ketiga.
- Pada Piala Dunia 2022, Belgia gagal lolos dari fase grup setelah hanya meraih empat poin dari tiga laga, menandai penurunan tajam performa di bawah asuhan Martinez.
- Menangani Portugal di Piala Dunia 2026, Martinez kembali gagal meraih trofi setelah timnya tersingkir di babak 16 besar usai kalah tipis 0-1 dari Spanyol.
Roberto Martinez kembali hadir di Piala Dunia pada 2026. Kali ini, ia mendapat kepercayaan untuk menangani Tim Nasional Portugal. Sayangnya, langkah tim besutannya terhenti pada babak 16 besar usai kalah tipis 0-1 dari negara asal sang juru taktik, Spanyol. Dengan ini, pelatih berusia 52 tahun tersebut telah mengalami kegagalan di Piala Dunia dalam tiga edisi berbeda.
1. Bersama Roberto Martinez pada 2018, Belgia menempati peringkat ketiga
Roberto Martinez pertama kali menangani sebuah tim di Piala Dunia saat turnamen berlangsung di Rusia pada 2018. Bersama Belgia, ia mengukir prestasi apik dengan menempati peringkat ketiga. Hingga sebelum 2026, hasil itu menjadi pencapain terbaik sepanjang sejarah Belgia.
Pada fase grup, Belgia tampil begitu dominan dengan mencatatkan kemenangan telak dalam dua laga pertama. Usai melibas Panama 3-0, pasukan Martinez membungkan Tunisia 5-2. Kemenangan 1-0 atas Inggris lantas menempatkan mereka sebagai juara grup G.
Melalui duel sengit, Belgia berhasil melewati perlawanan Jepang dengan keunggulan 3-2 pada babak 16 besar. Kevin De Bruyne dan kolega lantas melaju ke semifinal dengan mengalahkan Brasil 2-1. Namun, Belgia gagal melaju ke final karena takluk 0-1 dari Prancis. Pada penentuan peringkat ketiga, mereka mengalahkan Inggris dengan skor yang lebih besar dibanding pertemuan pada fase grup, 2-0.
2. Roberto Martinez gagal membawa Belgia lolos dari fase grup pada 2022
Petualangan Roberto Martinez bersama Belgia berlanjut hingga Piala Dunia 2022. Sayangnya, pencapaian mereka kali ini lebih buruk. Romelu Lukaku dan kolega tak mampu menembus fase gugur dengan penampilan yang jauh di bawah ekspektasi.
Pada laga pertama fase grup, Belgia berhasil meraih tiga poin dengan keunggulan tipis 1-0 atas Kanada. Michy Batshuayi menjadi penentu kemenangan lewat golnya pada menit 44. Sayangnya, laga di Ahmad bin Ali Stadium tersebut menjadi satu-satunya kemenangan tim besutan Martinez.
Pada laga berikutnya, Belgia harus mengakui keunggulan Maroko 0-2. Mereka kembali gagal meraih poin pada laga ketiga dengan hasil imbang 0-0 dengan Kroasia. Dengan hanya meraih 4 poin, Belgia finis di peringkat ketiga, di bawah Maroko dengan 7 poin dan Kroasia dengan 5 poin.
3. Roberto Martinez dan Portugal terhenti pada babak 16 besar edisi 2026
Tak lama setelah berpisah dengan Belgia pada akhir Desember 2022, Roberto Martinez ditunjuk sebagai juru taktik baru Portugal. Keberhasilan membawa tim juara UEFA Nations League lantas membuatnya dipercaya menangani tim hingga Piala Dunia 2026. Sayangnya, sang juru taktik gagal mempersembahkan gelar juara.
Portugal lolos ke babak 32 besar sebagai pemuncak klasemen akhir grup G. Mereka meraih lima poin dari hasil kemenangan 5-0 atas Uzbekistan dan keimbangan dengan Kongo serta Kolombia. Lewat laga yang berjalan sengit, pasukan Martinez berhasil menyingkirkan Kroasia pada babak 32 besar.
Portugal akhirnya harus pulang lebih cepat karena kalah 0-1 dari Spanyol pada babak 16 besar. Gol tunggal dalam duel tersebut dicetak Mikel Merino pada menit 90+1. Kegagalan ini juga berpotensi menjadi akhir dari kiprah sang kapten, Cristiano Ronaldo, di turnamen terbesar di dunia.
Roberto Martinez telah gagal untuk ketiga kalinya di Piala Dunia. Dengan skuad yang disebut generasi emas, Belgia hanya mampu menempati peringkat ketiga pada 2018. Lalu, skuad Portugal yang diisi pemain-pemain berkualitas juga tak mampu merengkuh gelar juara pada 2026.




















