Iklan - Scroll untuk Melanjutkan
Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
4 Laga Berat Fiorentina dalam 10 Laga Sisa Serie A 2025/2026
ilustrasi duel pemain (pixabay.com/planet_fox)
  • Fiorentina terancam degradasi di Serie A 2025/2026 setelah hanya mengumpulkan 25 poin hingga giornata ke-28, terpaut satu angka dari zona merah yang ditempati Cremonese.
  • Dari sepuluh laga tersisa, empat pertandingan melawan Cremonese, Inter Milan, AS Roma, dan Juventus menjadi ujian berat bagi skuad Paolo Vanoli untuk bertahan di kasta tertinggi.
  • Catatan pertemuan menunjukkan Fiorentina kerap kesulitan menghadapi tim-tim besar seperti Inter, Roma, dan Juventus, sehingga fokus dan konsistensi jadi kunci untuk menghindari degradasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)

Fiorentina berada dalam ancaman terdegradasi di Serie A Italia 2025/2026. Bagaimana tidak, hingga giornata 28, mereka hanya mengumpulkan 25 poin. Capaian tersebut hanya terpaut satu angka dari Cremonese yang menghuni peringkat 18. Jika tak mampu meraih hasil maksimal dalam sepuluh laga tersisa, skuad asuhan Paolo Vanoli harus rela turun kasta ke Serie B musim depan.

Meski bertekad untuk bertahan di kasta tertinggi kompetisi domestik, La Viola dihadapkan pada sejumlah tantangan berat. Empat dari sepuluh tim yang akan mereka hadapi berpotensi menjadi batu sandungan dalam upaya mengamankan poin. Empat tim terberat mana saja yang akan dihadapi Fiorentina?

1. Cremonese bersaing dengan Fiorentina untuk menghindari degradasi

Cremonese menjadi lawan yang bakal menyulitkan Fiorentina pada giornata 29 Serie A 2025/2026. Bukan karena mereka penghuni papan atas, melainkan karena kedua tim sama-sama berada di papan bawah klasemen. Saat ini, Cremonese hanya terpaut satu tingkat di bawah La Viola dengan selisih satu poin. 

Secara historis, Fiorentina lebih diunggulkan ketimbang Cremonese. Dari tiga pertemuan terakhir di Serie A, La Viola berhasil menyapu bersih kemenangan. Ini menjadi modal positif bagi Fiorentina untuk bisa memperpanjang tren positif tersebut dan menjauhi ancaman degradasi. Meski begitu, laga ini tetap berpotensi berjalan sengit karena kedua tim sama-sama berupaya menjauh dari zona degradasi. Cremonese pastinya punya motivasi lebih, terlebih klub yang dibela kiper Timnas Indonesia, Emil Audero, bermain di Stadio Giovanni Zini dan berupaya memutus tren tanpa kemenangan dalam lima laga terakhir.

2. Inter Milan tercatat lebih unggul dalam lima pertemuan terakhir di Serie A

Fiorentina dihadapkan pada tantangan berat pada giornata 30 2025/2026. Inter Milan bakal bertandang ke Artemio Franchi untuk menantang La Viola. Meski kedua tim sama-sama mengincar poin penuh, misi yang ditargetkan tentu berbeda. Raihan tiga poin di kandang sendiri bakal menjauhkan Fiorentina dari ancaman degradasi. Sementara itu, Inter Milan juga menargetkan kemenangan atas La Viola demi memperbesar peluang meraih gelar juara Serie A.

Sejak 2010/2011 di Serie A, kedua tim sudah bertemu dalam 31 pertandingan. Fiorentina hanya mencatatkan 8 kemenangan, 6 keimbangan, dan 17 kekalahan dari Inter Milan. Bahkan, La Viola hanya mampu sekali menang dari lima laga terakhirnya saat bersua I Nerazzurri. Dalam dua pertemuan terakhir, Fiorentina bahkan harus menelan kekalahan. Catatan tersebut perlu diwaspadai David De Gea dan kawan-kawan agar tetap tampil fokus dan mampu mengamankan poin di Florence.

3. Fiorentina dihantui tren negatif di Stadio Olimpico kontra AS Roma

AS Roma bakal menjadi batu sandungan Fiorentina di Serie A 2025/2026 untuk memuluskan misi mereka terhindar dari zona degradasi. Giallorossi saat ini menempati peringkat lima dengan 51 poin. Klub asal ibu kota Italia tersebut masih bersaing ketat dalam perebutan tiket Liga Champions Eropa musim depan. Oleh karena itu, AS Roma dipastikan berupaya meraih poin maksimal dalam setiap laga tersisa demi menembus empat besar Serie A pada akhir musim.

Situasi tersebut membuat laga kedua tim pada giornata 35 berpotensi berlangsung sengit bagi La Viola. Selain menghadapi tim papan atas, Fiorentina juga harus bermain di Stadio Olimpico yang dikenal kerap menyulitkan bagi tim tamu. Catatan pertemuan kedua tim pun tidak berpihak kepada Fiorentina. Sejak April 2018, La Viola tercatat tidak pernah sekalipun meraih kemenangan dari tujuh pertandingan. 

4. Juventus menjadi ancaman Fiorentina jelang penghujung musim

Satu lagi laga Serie A 2025/2026 yang bakal menjadi hambatan Fiorentina adalah saat bertandang ke markas Juventus pada giornata 37. Sama seperti AS Roma, Bianconeri punya misi penting untuk mengamankan slot Liga Champions musim depan. Untuk mencapai hal tersebut, skuad asuhan Luciano Spalletti bakal menargetkan poin pada setiap laga, termasuk saat kontra La Viola.

Bagi skuad asuhan Paolo Vanoli, laga ini digelar menjelang penghujung musim 2025/2026 ketika tekanan bagi tim papan bawah biasanya semakin besar. Apalagi, Bianconeri bukan lawan yang mudah dengan segudang prestasi yang mereka capai. Namun, Fiorentina memiliki modal bagus jelang bertandang ke Allianz Stadium. Pada paruh musim pertama 2025/2026, La Viola secara mengejutkan menang 3-0 atas Juventus di Artemio Franchi.

Semua laga sisa di Serie A tentu sangat penting bagi Fiorentina. Namun, keempat laga di atas berpotensi untuk menjadi hadangan terbesar bagi La Viola dalam memuluskan upaya mereka terhindar dari zona degradasi. Bisakah La Viola tetap bertahan di Serie A atau justru kembali turun kasta seperti yang terakhir kali terjadi pada 2001/2002?

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.

Editorial Team