Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

4 Laga Tottenham Hotspur Cetak 3 Gol atau Lebih di UCL 2025/2026

4 Laga Tottenham Hotspur Cetak 3 Gol atau Lebih di UCL 2025/2026
ilustrasi Tottenham Hotspur (unsplash.com/Winston Tjia)
Intinya Sih
  • Tottenham Hotspur tersingkir di babak 16 besar UCL 2025/2026 setelah kalah agregat dari Atletico Madrid, meski tampil tajam dengan enam kemenangan dari sepuluh laga.
  • The Lilywhites mencetak tiga gol atau lebih dalam empat pertandingan, termasuk kemenangan besar atas FC Copenhagen dan Slavia Praha serta duel sengit melawan PSG.
  • Meski lini serang produktif, kelemahan pertahanan membuat Tottenham gagal melangkah jauh; kini mereka fokus menjaga posisi di Premier League untuk hindari degradasi.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Tottenham Hotspur telah tersingkir dari UEFA Champions League (UCL) 2025/2026. The Lilywhites terhenti pada babak 16 besar usai digusur Atletico Madrid. Capaian Tottenham di UCL pun lagi-lagi mentok pada babak 16 besar. Sejak menjadi runner-up pada 2018/2019, Tottenham tiga kali tampil di UCL dan tak pernah melewati fase tersebut.

Meski demikian, performa Tottenham di UCL 2025/2026 sebenarnya terbilang apik. Mereka melakoni total 10 laga, meraih 6 kemenangan, dan hanya 2 kali kalah. Tottenham khususnya tampil prima di lini depan. Mereka sukses membuat tiga gol atau lebih dalam empat laga berikut ini.

1. Tottenham menang 4-0 atas FC Copenhagen pada matchday 4 fase liga

Tottenham Hotspur mengawali fase liga UCL 2025/2026 dengan kurang meyakinkan. Mereka hanya meraih 1 kemenangan dan 2 hasil imbang dalam 3 laga pertama. Tottenham baru benar-benar menunjukkan taringnya pada matchday 4. Menjamu klub Denmark, FC Copenhagen, The Lilywhites menang 4-0.

Tottenham mencetak dua gol pertama melalui Brennan Johnson dan Wilson Odobert. Setelah itu, mereka harus bermain dengan sepuluh orang karena Johnson dikartu merah pada menit 55. Namun, Tottenham malah bisa mencetak dua gol lagi. Tuan rumah bahkan bisa menang lebih telak andai sepakan penalti Richarlison pada menit 92 tak membentur mistar.

2. Tottenham mencetak tiga gol ke gawang juara bertahan PSG, tetapi tetap kalah

Setelah menang telak atas FC Copenhagen, Tottenham menghadapi ujian berat pada matchday 5. Mereka harus bertamu ke markas sang juara bertahan UCL, Paris Saint-Germain (PSG). Hasilnya, Tottenham tampil tajam dan mampu merepotkan PSG. Mereka bahkan sempat unggul dua kali melalui gol Richarlison dan Randal Kolo Muani.

Tottenham memang akhirnya tetap kalah. PSG terbukti lebih superior dengan dua kali menyamakan skor dan berbalik unggul. Namun, Tottenham pun mampu mencetak gol ketiga, lagi-lagi via Kolo Muani. Kebintangan Kolo Muani hanya kalah dari Vitinha yang membuat hattrick. Kalah 3-5, Tottenham tetap layak pulang dari Paris dengan kepala tegak.

3. Tottenham mengalahkan Slavia Praha 3-0 berkat tiga kesalahan pemain lawan

Berikutnya, ada kemenangan 3-0 yang diraih Tottenham atas Slavia Praha pada matchday 6 fase liga. Meski menang telak, Tottenham sebenarnya cukup direpotkan oleh Slavia. Klub Ceko itu mampu mengimbangi Tottenham yang menjadi tuan rumah. Kiper Slavia khususnya tampil menonjol dengan membuat delapan penyelamatan.

Beruntung, Tottenham terbantu kesalahan yang dibuat para pemain Slavia sendiri. Gol pertama mereka adalah hasil bunuh diri bek Slavia, David Zima. Slavia lalu membuat dua pelanggaran di kotak penalti yang berbuah gol kedua dan ketiga Tottenham. Usai mengalahkan Slavia, Tottenham memenangi dua laga penutup fase liga dan finis di peringkat empat.

4. Tottenham tetap tersingkir meski menang 3-2 atas Atletico Madrid pada leg kedua babak 16 besar

Finis di delapan besar klasemen akhir fase liga memberi Tottenham Hotspur keunggulan. Mereka lolos langsung ke babak 16 besar dan diberi status unggulan. Tottenham pun berhak bermain di kandang sendiri pada laga kedua melawan Atletico Madrid. Sayangnya, The Lilywhites keburu mendapat beban berat karena kalah 2-5 pada leg pertama.

Pada laga kedua, Tottenham bermain jauh lebih baik. Mereka sempat unggul dua kali, tetapi dua kali pula kebobolan gol balasan. Setelah membuat gol ketiga, barulah gawang Tottenham tidak jebol lagi. The Lilywhites pun menang 3-2. Sayangnya, hasil itu tak menyelamatkan mereka. Anak asuh Igor Tudor tetap gugur karena kalah agregat 5-7.

Penampilan Tottenham Hotspur di UCL 2025/2026 sebenarnya layak disebut membanggakan. Sayangnya, rapuhnya lini belakang membuat ketajaman serangan mereka sia-sia. Kabar baiknya, Tottenham kini bisa lebih fokus di English Premier League yang lucunya untuk menghindari ancaman degradasi pada sisa musim.

This article is written by our community writers and has been carefully reviewed by our editorial team. We strive to provide the most accurate and reliable information, ensuring high standards of quality, credibility, and trustworthiness.
Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Kidung Swara Mardika
EditorKidung Swara Mardika
Follow Us

Latest in Sport

See More